Mencoba Bangkit Dari Kegagalan Untuk Meraih Sebuah Kemenangan

Pembicara Winner Sharing, Puji Apriningsih

Kegagalan adalah sebuah kemenangan yang tertunda, tapi bergantung bagaimana kita menyikapi sebuah kegagalan tersebut. Ketika gagal pada sebuah kompetisi, apa salahnya untuk mencoba kembali, seperti yang disampaikan oleh Puji Apriningsih dari Otoritas Jasa Keuangan pada kegiatan Winner Sharing Jumat 25 Oktober 2019 di Graha Seti lalu.

Ada 4 macam tipe orang yang menyikapi sebuah kompetisi yaitu, ada orang yang mengetahui bahwa ada sebuah kompetisi tapi tidak pernah mau untuk ikut kompetisi tersebut, ada orang yang mau ikut kompetisi tapi hanya sekedar ikut karena sebuah tuntutan perusahaan, ada orang yang sudah ikut kompetisi lalu gagal dan tidak pernah mau mencoba lagi, dan ada orang yang sudah ikut kompetisi lalu gagal, dia terus ikut lagi untuk mencoba bangkit dan menjadi seorang pemenang. Itulah kata pembuka yang disampaikan oleh Puji Apriningsih, seseorang yang pernah gagal dalam mengikuti kompetisi TBCCI 2018 dan mencoba bangkit untuk mencoba kembali pada kompetisi TBCCI 2019 sehingga dapat menunjukan bahwa ia layak menjadi seorang pemenang dan meraih medali Platinum dalam kategori The Best Customer Service Small dan mendapat nilai tertinggi pada tes tertulis.

Sesi Sharing yang disampaikan oleh Puji Apriningsing kepada seluruh Audiance

Pada kesempatan yang diberikan oleh ICCA untuk menjadi pembicara dalam kegiatan Winner Sharing Puji Apriningsih memberikan tips dan trik dihadapan 23 peserta yang mengikuti kegiatan Winner Sharing tersebut. Ini merupakan tahun kedua bagi Puji dalam mengikuti kompetisi The Best Contact Center Indonesia, setelah kompetisi TBCCI 2018 lalu Puji belum beruntung memenangkan kompetisi tersebut. Puji tidak menyerah disitu saja dan dari kegagalan itulah ia bisa belajar bagaimana cara untuk mempersiapkan diri dalam kompetisi TBCCI di tahun 2019 dan mengevaluasi kesalahan serta penyebab kegagalan pada kompetisi sebelumnya.

Hal terpenting pada kompetisi TBCCI bagi Puji adalah ujian tes tertulis, karena pada tahun 2018 Puji gagal dalam ujian tes tertulis tersebut hingga pada tahun 2019 Puji dapat membuktikan dengan meraih nilai tertinggi dalam ujian tertulis. Tips dan trik yang di berikan oleh Puji adalah pada saat ujian tertulis harus memahami soal yang diberikan dan terus belajar juga berlatih dari soal-soal yang diberikan pada saat pembekalan. Sharing dan belajar bersama rekan juga hal yang sangat penting untuk terus berlatih dalam mengasah kemampuan untuk menjawab soal-soal ujian tes tertulis.

Tidak hanya sharing ujian tes tertulis yang di sampaikan  oleh Puji Apriningsih, menentukan sebuah tema atau konsep untuk presentasi, juga hal yang sangat penting dalam memberikan penampilan terbaik di hadapan para dewan juri. Pemilihan karakter tema dan materi yang tepat menjadi salah satu nilai bagi para dewan juri, dan yang paling terpenting kekuatan dalam presentasi adalah tetap menjaga konsentrasi agar materi yang dibawakan tetap pada alurnya.

Pada sesi sharing yang dibawakan oleh Puji Apriningsih sangat menginspirasi, bahwa kita jangan cepat berputus asa dan jangan pernah berhenti mencoba untuk terus menggali kompetensi diri. Jika gagal saat ini teruslah untuk mencoba lagi, karena kita tidak akan pernah tahu dimana titik keberuntungan kita berada. Karena dengan kegagalan itulah kesempatan untuk belajar dari kesalahan mengharuskan kita untuk lebih bekerja keras lagi. (TN)

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.