KERJASAMA: KITA KERJA SECARA BERSAMA

“Datang bersama adalah awal, kebersamaan adalah kemajuan, dan bekerja bersama adalah keberhasilan” – Henry Ford

Melihat pesawat terbang di udara mungkin mengingatkan kita pada kegigihan kakak beradik Wright Bersaudara. Perdebatan siapa yang pertama kali menemukan pesawat, tak perlu lah kita pusingkan di sini. Bagaimana pun nama Wright Bersaudara masih abadi hingga kini. Kerjasama serta ketangguhan Wilbur dan Orville menjadi teladan yang patut kita tiru dalam menjalani berbagai aktivitas hidup, di mana pun lingkungannya, termasuk lingkungan kerja.

Pagi keempat ajang The Best Contact Center Indonesia 2018 yang diselenggarakan di Pulomas, Jakarta Timur, tampak begitu sepi bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Sepi? Iya, sepi di luar, namun tidak dalam ruang kelas. Ketika mata ini melongok ke dalam, tampak wajah-wajah serius meramaikan ruang Kalbis Institute di lantai 7. Seperti raut muka kedua ibu muda perwakilan Bank Mandiri ini. Berbaju dan berkerudung dengan nuansa warna yang sama, telah menggambarkan kekompakan mereka sedari awal pada kategori yang mereka ikuti, Bisnis Proses. Ya, pada kategori ini kerjasama tim sangat dibutuhkan.

Guratan tinta hitam mulai memenuhi kertas di hadapan mereka. Mata mereka bergantian menatap layar komputer, kertas, layar komputer, kemudian kertas lagi. Bukan hanya pulpen, kertas, dan layar yang menjadi senjata mereka, headset pun telah apik menghiasi daun kuping. Rupanya mereka sedang mendengarkan pembicaraan stakeholder yang harus mereka ingat dan susun dalam waktu yang amat terbatas. Tentu, ini tidak mudah.

Persoalan menang kalah, itu hal paling belakang. Bagi kedua ibu muda ini, Heni dan Ririn namanya, kerjasama menjadi inti utama. Bukan hanya pada ajang lomba ini, Heni dan Ririn telah biasa menjalin kerjasama di lingkungan kerja mereka. Mungkin sering dari kita tidak pandai berkomunikasi dan bekerjasama dengan insan lainnya. “Ah, kelamaan nunggu yang lain, entar gak kelar-kelar kerjaannya…” atau “Duh… Udah gapapa, gua kerjain sendiri aja ya, gak enak malah kalo sama orang lain…”. Sering kan dengar dua kalimat ini? Atau pernah pula mengucapkannya? Tanyakan pada diri kita masing-masing.

Ada saatnya pikiran, tubuh, dan kemampuan tidak mumpuni untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Saat itu lah, insan lain pun datang untuk membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ini berlaku dalam hal apapun. Pada lingkungan kerja, kerjasama yang baik antar satu orang dengan orang lainnya akan sangat membantu memajukan perusahaan tersebut. Ingat, sebaik-baiknya suatu perusahaan, tidak akan pernah tercipta bila tidak ada tangan-tangan karyawan yang terlibat di situ.

Pada Kategori Bisnis Proses, kedua perempuan ini memberikan beberapa kiat bagi para peserta yang akan berpartisipasi di tahun depan. Apa saja kah itu?

  1. Istirahat

“Istirahat penting lho… Istirahat yang cukup sebelum lomba sangat diwajibkan karena otak kita pun butuh tidur”, ujar Hana. Sekuat-kuat fisik seseorang, tidak selamanya akan kuat. Istirahat itu perlu dan patut. Tidur memiliki dampak besar pada pembelajaran dan memori. Ini sebabnya orang yang kurang tidur sulit untuk berkonsentrasi dan fokus menyelesaikan tugas-tugasnya.

  1. Sarapan

Sarapan adalah kewajiban kedua yang harus ditunaikan. Tubuh perlu ‘dipanaskan’ melalui sarapan agar dapat optimal bekerja. Lesu dan tidak berenergi sudah pasti terjadi pada tubuh-tubuh yang melewatkan sarapan di pagi hari. Apalagi kalau mau ikut ajang tertentu, seperti ajang hari ini yang sangat membutuhkan energi untuk berpikir.

  1. Fokus

Ini adalah hal utama yang dilakukan dalam Kategori Bisnis Proses. Arahkan pikiran kita pada pekerjaan yang harus diselesaikan dan jangan memikirkan hal-hal lainnya. Terkadang sulit, bisa saja kita sedang berusaha fokus namun banyak pikiran mengganggu dan hilir mudik di dalam kepala. Pikiran cicilan belum lunas lah, mau makan ayam goreng kalasan siang nanti lah, bagaimana menabung untuk nikah lah, atau bahkan memikirkan gebetan di saat tidak tepat. Big NO!

  1. Dengar dan Simak

Kategori Bisnis Proses menyajikan berbagai perbincangan stakeholder dan kita harus menyimak setiap kata yang diucapkan. Sebagai agent contact center, kemampuan menyimak apa yang dibicarakan stakeholder mulai dari pertanyaan, keluhan, saran, mau pun kritik, adalah hal paling utama yang harus dimiliki dari seorang agent.

  1. Harus Ingat

Kemampuan mengingat harus dapat dilakukan, terutama bagi peserta yang berpartisipasi dalam Kategori Bisnis Proses. Informasi yang telah disimak dan diingat sebelumnya tentu dapat memudahkan stakeholder menemukan solusi yang mereka inginkan.

Selain lima kiat tadi, sudah pasti kerjasama sangat dijunjung tinggi. “Namanya saja teamwork, sudah pasti kekompakan harus terjalin dengan baik, untungnya kami sudah mengenal satu sama lain dengan baik. Harus pintar berkomunikasi,” ujar Ririn. Kedua ibu muda ini pun menyampaikan motivasi bagi para peserta yang akan turut serta di tahun depan. “Untuk peserta yang akan ikut di tahun depan, latihan dan berusaha dengan baik harus rutin dilakukan. Selebihnya, berdoa kepada Tuhan YME karena hasil yang diputuskan itu adalah hasil yang terbaik untuk kita.” Heni dan Ririn pun kompak menambahkan, “Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan melalui ajang bergengsi ini. Manfaatkan potensimu dan ikut serta di tahun depan. The Best Contact Center Indonesia, maju terus dan sukses!”. *)