Garda Depan Bandara Bebas Asap

Selepas sesi tanya jawab dari pembicara pertama dan sosialisasi The Best CCI, sesi kedua berlangsung. Pembicara kedua adalah Platinum Winner kategori Customer Service dari PT. Angkasa Pura II, yaitu Peggy Lhucita Ruliyan, atau lebih akrab disapa Peggy. Peggy merupakan Duta Larangan Merokok di kawasan bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II.

Peggy mengawali karirnya di dunia contact center sebagai Trainee di tahun 2015, kemudian menjadi Customer Service dari bulan Juli-Agustus tahun 2015, kemudian menjadi Duta Larangan Merokok dari bulan November-Desember 2015, dan sejak Januari 2016 sampai sekarang menjadi Team Leader Duta Larangan Merokok.

Peggy kemudian mengemukakan sejumlah tantangan yang harus dia hadapi. Tantangan pertama adalah customer habit, dimana pelanggan yang mengunjungi bandara seringkali abai terhadap aturan yang ditetapkan dengan merokok di tempat-tempat yang tidak semestinya. Kreativitas untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan memberikan 3 Make It, yaitu make it sweet, make it easy, dan make it cool. Make it sweet maksudnya memberikan teguran dengan sapaan dan cara berbicara yang baik dan ramah. Make it easy maksudnya adalah membuat pelanggan yang merokok ini dapat mematikan rokok dengan mudah melalui tempat pembuangan puntung rokok yang disediakan oleh DLP. Kemudian make it cool adalah dengan memberikan satu bungkus permen mint bagi pelanggan yang merokok tersebut.

Tantangan kedua adalah Team Member Quality. Tantangan ini dihadapi wanita kelahiran Padang, 11 Juni 1992 dengan skill membuat nice script dan motivation dengan memberikan briefing, coaching, dan hangout dengan tim. Tantangan ketiga adalah Team Member Allocation antara anggota yang masih baru dengan yang sudah ahli. Tantangan ini dihadapi dengan mapping team dan mapping allocation. Tantangan keempat adalah situasi dan dihadapi dengan kemampuan beradaptasi.

Peggy juga menerapkan Team Management dengan tema Out of The Box Leadership. Hal ini dilakukan dengan menyusun konsep, melakukan diskusi dengan tim, dan pada akhirnya berhasil dilakukan. Kegiatan pengembangan diri juga terus dilakukan oleh Peggy yaitu dengan mengikuti training, bagian dari tim AP2 Dancer, mengikuti komunitas Sekolah Kami, dan komunitas Uda-Uni Sumatera Barat.

Sejumlah penghargaan juga pernah diraih oleh Peggy. Kemudian pencapaian yang diraih oleh Peggy diukur melalui Key Performance Indicator yang meliputi Readiness & Willingness to Serve, Friendly & Smiling, dan Attitude & Communication yang hasilnya mampu melampaui target yang telah ditetapkan. (MZ)