Cermin Diri dan Manisnya Berproses

“Where there is love there is life”—Mahatma Gandhi

Berada di tengah hiruk-pikuk peserta seperti saat ini, mengingatkan Vidya pada kata-kata dari Mahatma Gandhi yang memotivasi dirinya beberapa tahun ke belakang. Ia melihat dirinya di waktu yang sama sedang menyiapkan diri menampilkan penampilan terbaiknya di hadapan dewan juri. Usaha dan kerja kerasnya membuahkan hasil, tiga penghargaan berturut-turut ia dapatkan. “Alhamdulillah pada tahun 2012 pertama kali ikut ajang ICCA saya dapat silver juara 3 kategori The Best Agent Inbound, tahun 2013 dapat platinum juara 1 kategori Team Leader Inbound, dan tahun 2015 dapat gold juara 2 kategori Supervisor”, pungkasnya saat ditemui di Lantai 7 Kalbis Institute, Jakarta Timur, Senin (09/07/2018).

Tahun ini ia hadir bukan lagi sebagai peserta, melainkan sebagai juri mewakili PT Pertamina (Persero) dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2018. Perempuan yang memiliki nama lengkap Vidya Fitri Kardinah mengaku sangat bersemangat bisa kembali berpartisipasi dalam ajang ini tahunan ini. “Melihat peserta yang tampil hari ini, saya seperti bercermin sekaligus nostalgia, melihat sosok saya beberapa tahun lalu dan sekarang saya yang menilai mereka”, tutur Vidya antusias.

Vidya juga mengungkapkan bahwa peserta yang tampil hari ini sangat inovatif dan rata-rata menguasai materi. Para peserta hadir dengan penampilan yang beragam dengan berbagai macam aksesoris tambahan. Peserta hari ini hadir untuk mengikuti lomba kategori Agent English, Agent Premium, dan Customer Service. Suasana lantai 7 Kalbis Institute dipenuhi semarak kemeriahan kompetisi yang diikuti oleh 41 perusahaan. “Menjadi juri termasuk kesempatan yang berharga karena saya juga bisa belajar dari para peserta. Apalagi di era digital dengan adanya big data seperti saat ini perkembangan contact center semakin pesat dan dinamis”, imbuhnya.

Perempuan asli Jakarta ini juga meyakini bahwa dibalik penampilan para peserta yang baik terdapat kerja keras yang dilakukan sebelumnya. Berdasarkan pengalaman pribadinya, Vidya membagikan persiapan dan hal-hal yang ia lakukan saat mengikuti ajang ini, “Saya terinspirasi dari quote Mahatma Gandhi, sebelum melakukan usaha kita harus mencintai pekerjaan yang kita miliki. Saya berangkat dari sebuah rasa suka bekerja di contact center. Otomatis semua proses yang dilalui terasa menyenangkan dan ringan. Apapun pekerjaan yang berangkat dari hati pasti akan baik hasilnya”.

Setelah mencintai pekerjaan, Vidya melakukan 3B yaitu belajar, berlatih, dan berdoa. “Pertama belajar, contact center pada saat itu merupakan dunia baru bagi saya. Jadi penting sekali untuk belajar dan jangan malu untuk bertanya. Kemudian kedua, berlatih sesering mungkin, bisa di rumah, di depan kaca, atau di hadapan teman-teman. Dengan berlatih otomatis kita akan terbiasa. Terakhir ialah berdoa, penting sekali untuk berdoa terutama minta doa ibu ya. Jika ketiganya sudah dilakukan kita harus optimis dan yakin bisa”, ujar Vidya berbinar saat menguraikan pengalamannya.

Ajang ICCA memiliki andil tersendiri dalam sejarah perjalanan karier Vidya di dunia contact center. Setelah lulus dari bangku kuliah, pekerjaan di dunia contact center bukanlah tujuan utamanya. Tahun 2010 ia bergabung dengan Contact Center Pertamina sebagai Agent Inbound. Kemudian setelah menjuarai lomba ICCA pada tahun 2012, memasuki tahun 2013 Vidya dipromosikan menjadi Team Leader, dan sampai saat ini berada di posisi Business Analyst di Contact Center Pertamina.  Pahit manis semua pernah ia rasakan dalam menggeluti bidang ini. Namun berkat dukungan sang ibu dan kecintaan Vidya pada pekerjaanya, ia bisa bertahan dan berkembang dalam dunia contact center. Melalui ajang ICCA, Vidya merasakan dapat mengembangkan kualitas diri dan kemampuannya.

“Berangkat dari ajang ini saya merasakan betul manisnya sebuah proses dan manisnya mencintai sebuah pekerjaan. Bukan hanya sekadar belajar mengenai contact center yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Di sini saya mendapatkan pengalaman bagaimana mempresentasikan diri kita sekaligus pekerjaan kita”, tutupnya.

PT Pertamina (Persero) (IN & RF)