Category: Peristiwa

Inilah 3 Hal yang Anda Perlu Ketahui tentang ICCA

Inilah 3 Hal yang Anda Perlu Ketahui tentang ICCA

 

“Sehingga kita bisa berbagi antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain, tentang hal-hal terbaik yang diterapkan di masing-masing perusahaan. kita sangat berharap bahwa event ini dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi kreativitas,”

(Andi Anugrah, Ketua ICCA)

Sejak didirikan pada tahun 2003, forum ICCA telah banyak berkontribusi pada pertumbuhan Contact Center di Indonesia, khususnya pada pengembangan industri dan bisnis yang berorientasi pada kepuasan konsumen di lintas industri, baik mulai dari perbankan, asuransi, ritel, telekomunikasi, maupun industri Oil & Gasses.

Tumbuh bersama perkembangan teknologi, adalah salah satu alasan ICCA hadir menemani para agent industri Contact Center Indonesia untuk menjadi tauladan dan pribadi yang lebih kompetitif, kumunikatif, serta berkompeten sebagai garda paling depan pewajahan masing-masing perusahaan di berbagai industri melalui interaksi langsung saat menjawab pertanyaan, maupun menghadapi kompalain costumers.

Pada hari ini, Senin (1/8), adalah hari pertama lomba presentasi Individu ICCA yang dilaksanakan di Kalbis Institute Pulo Mas Jakarta. Lomba ini merupakan tahap ke-dua, bagi para perwakilan perusahaan yang telah lolos tes seleksi tulis sebelumnya.

Bersaing dalam lomba presentasi ini, 394 agent Contact Center dari berbagai perusahaan dan institusi ternama di Indonesia, seperti Pertamina, Bank Indonesia, Angkasa Pura 2, BCA, BNI Life Insurance, Astra Credit Companies, dan banyak perusahaan lainnya.

Sementara hadir sebagai juri, para praktisi Contact Center dan Akademisi dari berbagai institusi seperti PT Infomedia Nusantara, PT Telekomunikasi Indonesia, Universitas Trisakti, Kalbis Institute, Universitas Negeri Jakarta, Leny-Astried, & Associates, dan lain sebagainya.

Menurut Ketua ICCA Andi Anugerah, para peserta dijadwalkan akan melakukan presentasi di empat hari lomba yakni mulai tanggal 1 hingga 4 Agustus 2016, yang kemudian dilanjutkan dengan lomba kategori talent singing & dancing, teamwork smart team, quality team, reporting team, dan scheduling team pada tangga 8 hingga 10 Agustus 2016.

“Peserta yang ada 394 ini, itu sudah terseleksi, akan melakukan presentasi di masing-masing ruangan dan terdiri dari 40 kategori sampai dengan tanggal 4 Agustus nanti,” ucap Andi Anugrah.

Namun, Di balik kemeriahan lomba ICCA hari Pertama ini, ada beberapa hal yang Anda perlu ketahui mengenai ICCA. Mari simak ulasan berikut ini..

  1. Forum ICCA membawa misi mulia Perkembangan ekonomi Nasional

Jika kita telusuri website ICCA, maka dibagian profile, akan tertulis visi ICCA yakni kalimat “Its form of notable Industry Contact Center with professional resource as part of National Development”.

Dari situ, hal yang perlu kita garis bawahi adalah As part of National Development, dalam artian bahwa memang selama ini ICCA selalu berusaha membangun semangat kebersamaan antar agent Contact Center untuk berlomba dalam kebaikan, dan menjadi pribadi yang berkompeten dan professional, dimana secara tidak langsung, juga menjadi bagian serta dukungan bagi perkembangan ekonomi nasional oleh masing-masing perusahaan yang ada.

 

  1. Dari tahun ke tahun, peserta dan anggota ICCA terus meningkat..

Hal ini diungkapkan oleh ketua ICCA, Andi Anugrah saat ditemui di Kalbis Institute Pulomas Hari ini (1/8). Ia mengatakan, adanya petumbuhan kepesertaan di ICCA membuat industry Contact Center semakin semarak dan kompetitif. Tahun ini sendiri, Ia mengatakan peserta menembus angka 560-an peserta dari lintas industri dan bisnis. Sebuah angka yang bisa dibilang tidak sedikit.

“Secara total ada 560-an peserta, tetapi karena mereka terseleksi di tahap pertama, sehingga tersisa 394. Dari tahun ke tahun cukup meningkat, dan peminatnya cukup beragam, dari berbagai macam perusahaan,” kata Andi.

“Ini mendorong industri ini terlihat lebih semarak, lebih memotivasi teman-teman untuk memperlihatkan kreativitas karyanya di bidang Contact Center,” tambah Andi.

 

  1. ICCA telah menjadi ajang Berbagi Kreativitas Contact Center di Indonesia.

Seperti yang dikutip dari pernyataan Andi Anugrah, ternyata ICCA selalu berharap orang-orang Contact Center bangga atas profesinya. Tidak hanya itu, ternyata ICCA berharap para Agent Contact Center mau melakukan yang terbaik, dan berkontribusi bagi perusahaanya.

“Dengan sharing yang kita lakukan melalui presentasi ini, diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan dan individunya untuk menunjukan prestasinya, sehingga kita bisa berbagi kreativitas antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya,” pungkas Andi Anugrah. – ASF

2. Fotodua
Andi Anugrah, Ketua ICCA (Tengah)

Gokilnya TBCCI 2016

Riuh terdengar di lantai 7 gedung Kalbis Institute, para peserta The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2016 mulai memenuhi pelataran lantai 7, dan beberapa peserta mulai masuk ke “ruang sidang” memulai presentasi individu.

Tahun 2016, merupakan tahun ke 10 diselenggarakannya lomba ini. Antusiasme para peserta terlihat dengan terdaftarnya 394 peserta dari berbagai perusahaan besar yang ada di Indonesia. Berbagai perusahaan besar terdaftar sebagai peserta lomba TBCCI 2016, yang terdiri dari badan pemerintah maupun swasta.

Ketua panitia ICCA (Indonesia Contact Center Assosiation) Andi Anugrah menuturkan, peserta lomba yang tiap tahunnya selalu bertambah menjadi bukti antuasiasme perusahaan-perusahaan terhadap perlombaan ini. Dengan adanya ajang ini, Andi berharap para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kreatifitas mereka. “Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti ajang lomba tahun ini “ kata Andi.

Kehebohan tampak dari kontestan PT Telekomunikasi Indonesia, salah seorang peserta bernama Ihwal Periyasa sungguh tampak heboh, beberapa saat sebelum presentasi hingga keluar “ruang sidang” kehebohan masih tampak dari pria berkacamata ini. Bahkan kehebohannya makin menjadi-jadi saat dia mengeluarkan suara teriakan melengking usai keluar ruang sidang yang mengagetkan peserta yang lain. Kehebohan tersebut diakuinya sebagai pembawaannya yang memang rame, dan heboh. Dengan ikatan kain tenun yang melekat dikepalanya, pria gokil ini membawa balon berwarna merah serta berteriak-teriak dan jelas saja hal ini menarik perhatian para peserta lain. “Saya memang seperti ini mba, orangnya suka rame,” cerita Ihwal sambil tertawa lebar.

Dia memang begitu bersemangat mengikuti ajang ini. “Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang ini, dan saya sangat senang, bersemangat untuk mengikutinya,” pungkasnya.

Dalam presentasinya, Ihwal mengambil tema tentang Agent Social Media, Bolang. Alasan dipilihnya tema ini, karena sesuai dengan kepribadiannya yang suka petualang, traveling dan juga laut. Ihwal merasa yakin akan penampilannya di “ruang sidang”. Pria gokil yang mewakili PT Telekomunikasi Indonesia ini mengakui bahwa dirinya sempat grogi di dalam ruang sidang. “Penampilan yang tadi masih terdapat kekurangan,tapi saya tetap yakin dapat memenangkan lomba dan ini  merupakan kebanggaan dapat mewakili PT Telekomunikasi Indonesia dan dapat bertanding melawan perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya,” Ihwal tersenyum lebar dan kembali bersorak-sorak.

Kehebohan Ihwal, didukung pula oleh “Tim Hore” Telkom Indonesia, yang terus memberikan support kepada para kontestan menggunakan balon berbentuk pensil berwarna merah. Kehebohan mereka sesuai balon merah yang dipegangnya “meriah euy”. Heboh dan kompak, seperti itulah tampak pandangan mata saat menyaksikan kontestan dan tim hore Telkom Indonesia.

Tim Hore PT Telkom Indonesia
Tim Hore PT Telkom Indonesia

Ada yang menarik dari salah seorang peserta individu kali ini. Lucky Nurhalim, salah seorang peserta dari PT Angkasa Pura II (Persero) menggunakan iket sunda. Jejaka asal bandung ini menggenggam erat instrumen kesayangannya. Pencinta alat musik angklung ini, dalam presentasinya akan memainkan sebuah lagu Sunda yang berjudul Manuk Dadali dan Pileuleuyan.

Kecintaan terhadap alat musik tradisional Sunda ini, menjadi salah satu alasan Lucky mengangkat tema tersebut. “Dengan mengangkat tema angklung ini, saya berharap dapat mempromosikan budaya tradisional Indonesia,” ujar pria 27 tahun yang pada 13 Agustus mendatang akan mengakhiri masa lajang.

Lucky dan angklung kesayangannya
Lucky dan angklung kesayangannya

Lucky yang gemar memainkan angklung sedari kecil mengatakan bahwa dirinya optimis dan berusaha memberikan yang terbaik dalam ajang ini serta membawa nama AP2 menjadi salah satu pemenangnya.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh ICCA, saya berharap saya dan ‘selingkuhan’ saya (angklung) dapat memenangkan ajang bergengsi ini,” Lucky tertawa lebar sambil mengelus angklung kesayangannya. (AP2)

Hadapi Tantangan dengan MIMPI

Hadapi Tantangan dengan MIMPI

Meskipun dengan tim kecil yang hanya berisi enam orang, Utari dan teman-teman sebagai agent social media atau travel assistant social media Garuda Indonesia mampu menjalankan pekerjaan dengan baik.

Utari Ramadhini, atau yang lebih akrab disapa Utari atau Uthe merupakan seorang agent social media Garuda Indonesia yang memiliki ide menarik untuk menghadapi tantangan pekerjaannya. Wanita yang lahir di Jakarta ini mengemukakan beberapa tantangan yang harus dia hadapi sehari-harinya.

Tantangan-tantangan tersebut dia sebut sebagai GAPTEK yang merupakan kependekan dari gagal paham, anti mainstream, profil pelanggan, time response, ekspresif, dan kuota tim. Wanita kelahiran 8 Maret 1993 ini harus mampu untuk memberikan informasi dengan bahasa
yang tepat agar customer tidak gagal paham atau tidak memahami apa yang disampaikan oleh Uthe. Dia juga berusaha untuk memberikan ciri khas pada teks yang dia sampaikan agar tidak sama dengan rekan-rekan sesama travel assistant social media. Customer juga memiliki beragam karakteristik yang harus dianalisis oleh Uthe agar jawaban yang diberikan juga tepat sasaran. Time response yang harus dicapai oleh Uthe adalah maksimum sepuluh menit juga menjadi tantangan tersendiri baginya. Selain itu, menjadi ekspresif melalui tulisan juga tidak mudah. Terakhir adalah tantangan individu sekaligus tim karena timnya hanya terdiri dari enam orang yang harus meng-handle ratusan teks masuk melalui media sosial Garuda Indonesia.

Beberapa ide dan kreatifitas telah disusun oleh wanita lulusan diploma Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI ini untuk menghadapi tantangannya. Ide tersebut adalah MIMPI, bukan sembarang mimpi, namun mimpi yang ini merupakan kependekan dari multi bahasa, intonasi tanpa nada, multi-tasking, pencitraan, dan informatif. Customer Garuda Indonesia tidak hanya berasal dari Indonesia namun juga dari manca negara. Sebagai agent, Uthe juga harus siap untuk dapat berkomunikasi dengan mereka, caranya adalah dengan menguasai beberapa bahasa, khususnya adalah bahasa Inggris. Intonasi tanpa nada juga menjadi ide Uthe dengan menggunakan bahasa teks yang memiliki intonasi. Tidak sekedar membalas teks dari customer, Uthe juga melakukan profiling customer dengan cara melihat foto profil, bio, dan interaksinya dengan orang lain sehingga dapat diketahui seperti apa karakter customer-nya. Dengan menjadi agent yang profesional diharapkan dapat memberikan citra yang baik bagi perusahaan. Selain itu juga harus informatif.

Kegiatan pengembangan diri yang dilakukan oleh Uthe antara lain adalah meningkatkan mood dengan cara melakukan groufie dengan rekan-rekan sesama travel assistant, menjadi inspirator orang lain untuk melakukan perjalanan atau traveling, dan mengasah kemampuan team work dengan adu strategi melalui game online.

Prestasi yang sudah pernah diraih oleh Uthe antara lain sebagai The Best Agent Social Media 2015 dan Best of The Best Agent dalam Global Contact Center Award 2015. Pencapaian kinerjanya terus meningkat dalam tiga bulan terakhir meliputi kehadiran 100%, case handling 60 case per hari, time response kurang dari 10 menit, QM 95%, dan skor PNP 95. (MZ)