Muda, Beda dan Bertalenta

ATB, Jakarta – Suasana lomba The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017 dihari ketiga terasa lebih istimewa. Wajah-wajah baru generasi contact center yang hampir seluruhnya berusia muda dan bertalenta, memadati area presentasi di Kalbis Institute Pulomas Jakarta. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan diri sebelum tampil dihadapan juri.

Sebanyak 135 peserta dijadwalkan melakukan presentasi dalam beberapa kategori. Mereka akan tampil maksimal dalam mengeksplorasi talenta yang dimiliki, untuk mendapatkan perhatian dewan juri dengan latar belakang akademisi dan praktisi contact center.

Sejumlah peserta bersiap melakukan registrasi di ajang kompetisi BTCCI 2017, hari ketiga gelaran lomba contact center Rabu (26/7) diisi oleh agent-agent muda, beda dan bertalenta.

Andi Anugrah, Chairman Indonesia Contact Center Association (ICCA) dalam press conference yang berlangsung di aula lantai enam Kalbis Institute menyampaikan bahwa mayoritas peserta yang berkompetisi hari ini adalah peserta yang berada di level staf yang berhubungan langsung dengan layanan pelanggan. Hanya ada satu kategori Best of Best yang diperlombakan hari ini yaitu Best of Best Agent yang penjuriannya dilakukan di ruang R9 lantai tujuh Kalbis Institute dan sisanya adalah kategori reguler.

“Ada satu kategori yang berbeda di tahun ini yaitu kategori Agent Layanan Publik. Kategori ini dikhususkan bagi perusahaan dengan seat kecil yang memberikan layanan publik baik dari sektor BUMN atau pemerintah dan sektor swasta,” jelas Andi Anugrah kepada tim jurnalis.

Adapun peserta yang mengikuti kategori Agent Layanan Publik ini berasal dari perusahaan atau lembaga pemerintah seperti PT. Adhya Tirta Batam (ATB), Pertamina, Perusahan Gas Negara, Ditjen Bea dan Cukai, Pusintek-Kementrian Keuangan, Angkasa Pura II, Bank Indonesia, PAM Lyonnaise Jaya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk perusahaan yang bergerak di layanan jasa pengolahan air bersih atau air minum, hanya PAM Lyonnaise Jaya dan PT. Adhya Tirta Batam yang meloloskan kandidat terbaiknya ke tahap presentasi hari ini.

Dorongan semangat dan percaya diri yang terpancar dari masing-masing peserta, membuat kompetisi hari ini lebih berwarna. Sejumlah peserta bahkan tampil dengan membawakan tema yang lebih variatif dan menunjukkan sisi kreatifitas sebagai insan muda yang berkarya dan penuh talenta.

Sejumlah peserta TBCCI 2017 luapkan keceriaan usai presentasi di hadapan juri. Wajah-wajah baru generasi contact center yang hampir seluruhnya berusia muda dan memiliki talenta.

Salah satunya adalah peserta yang berasal dari Kota Batam. Gadis cantik bernama lengkap Fajri Rahmi ini tampil membawakan presentasi bertemakan “kertas”. Alasan Agent Inbound PT. Adhya Tirta Batam ini memilih tema kertas karena kecintaannya terhadap dunia menulis. Di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan di Call Center ATB 467111, Fajri terus mengembangkan ide dan kreatifitasnya dengan menerbitkan beberapa buku antologi salah satunya buku berjudul Segurat Garis Sumatera.

“Saat pertama kali memasuki area presentasi tadi, saya sempat merasakan nervous. Namun setelah melihat peserta lain, rasa nervous itu langsung hilang entah kemana. Mungkin karena mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan total dan sangat kreatif, membuat saya lebih bersemangat. Apalagi tema presentasi saya juga membahas tentang ide dan kreatifitas. Jadi saya lebih tertantang untuk menunjukkan kemampuan yang saya miliki,” imbuh Fajri.

Rasa gugup juga sempat dialami oleh perwakilan Acer Indonesia, Amandani Yuliasari. Amandani yang mengikuti kategori Agent Back Office mengaku melakukan persiapan cukup lama untuk menghadapi kompetisi ini. Sebagai pemula, tantangan paling besar yang dihadapi Amandani saat melakukan presentasi adalah menenangkan diri agar tidak gugup dihadapan dewan juri. Namun dengan respon positif dari dewan juri, membuat Amandani mampu melewati seluruh tahapan presentasi dengan lancar. Terlebih Acer Indonesia baru tahun ini mengikuti ajang TBCCI, membuat Amandani sangat termotivasi untuk meraih predikat The Best.

Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk mendukung kandidat mereka yang lolos ke tahap presentasi. Beberapa perusahaan tampak mengirimkan tim suporter bagi wakil perusahaan mereka yang berkompetisi hari ini sebagai bentuk dukungan moril dan mengurangi rasa grogi peserta. Tim suporter yang paling mencuri perhatian adalah dari Kereta Api Indonesia. Mulai dari staf hingga level manajerial mendampingi Agung Anwarudin, Ramon Anggoman, Lutfi Nur Andika, Noviyanti dan Riyanti Eka Putri yang merupakan wakil Kereta Api Indonesia dalam kategori Agent Reguler dan Back Office.

Peserta TBCCI 2017 dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat gembira bersama dukungan rekan kerja, usai tampil di hadapan juri vote lock.

Terlepas dari euforia tingginya tingkat regenerasi insan muda yang memilih berkecimpung dalam dunia contact center, satu hal yang pasti bahwa kreatifitas untuk menghasilkan karya dan prestasi tentunya harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Contact center adalah lingkungan paling tepat untuk mempelajari banyak hal dan mengembangkan potensi diri dimana generasi muda, beda dan bertalenta akan terus terlahir disini. (DY_ATB)

Gurindam Melayu Bertabuh Langgam
Mengatur Langkah Dara Menari
Episode Ketiga Telahpun Khatam
Nantikan Cerita Esok Hari

Belajar Dari Sang Juara

ATB, Jakarta Perhelatan akbar The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017 telah memasuki hari kedua. Sebanyak 119 orang peserta siap berlaga menampilkan presentasi terbaik mereka pada Selasa (25/7) di Kalbis Institute Jakarta. Ada sebelas kategori individu yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi contact center.

Suasana hari kedua terasa sedikit berbeda dibanding hari sebelumnya. Saat presentasi sedang berlangsung di ruang penjurian, peserta yang bersiap di ruang tunggu tampak lebih tenang dan santai. Hanya beberapa peserta saja yang terlihat sedang berlatih sebelum presentasi.

Bukan tanpa alasan kali ini peserta yang tampil terlihat lebih santai karena memang semua kategori hari ini khusus penjurian untuk level leader. Tentunya orang-orang yang berada di level ini sudah lebih terlatih dalam kesehariannya sebagai staf contact center dan lebih matang dari segi pengalaman sehingga untuk menghadapi presentasi ini mereka jauh lebih siap dibandingkan peserta yang berada di level agent.

Adapun kategori yang diperlombakan hari ini diantaranya kategori Agent Premium, Best of Best Back Office, Best of Best Supervisor, Best of Best Team Leader, Best of Best Manager, Manager (Large), Manager (Small), Supervisor (Large), Supervisor (Small), Team Leader (Large) dan Team Leader (Small).

Ternyata suasana tenang dan santai ini memberikan dampak positif bagi peserta yang baru pertama kali ambil bagian dalam kompetisi TBCCI. Mukhamad Zaennur Rezki, salah satu peserta kategori reguler Supervisor (Large) mengaku dirinya lebih percaya diri karena melihat peserta-peserta lain yang hadir dengan penuh keyakinan diri. Meski wakil dari Bank Central Asia ini baru pertama kali mengikuti ajang TBCCI namun tidak menyurutkan semangat untuk mempersembahkan presentasi yang terbaik.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari TBCCI 2017 ini. Walau tadi sempat sedikit terganggu karena kondisi saya yang agak kurang fit akibat batuk tapi overall presentasi berjalan lancar dan saya optimis juri tertarik dengan presentasi saya,” terang pria berdarah Jawa yang membawakan presentasi bertemakan Gamelan Jawa ini dengan semangat.

Mukhamad Zaennur Rezki, salah satu peserta kategori reguler Supervisor (Large) dari Bank BCA mengungkapkan ekspresi ceria usai presentasi di ajang TBCCI 2017.

Hal yang menarik, ada 36 peserta yang telah menjadi pemenang pada TBCCI tahun-tahun sebelumnya kembali berkompetisi di TBCCI tahun ini untuk memperebutkan predikat Best of Best. Saat press conference, Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) memaparkan bahwa untuk kategori Best of Best, komposisi perusahaan yang mengirimkan kandidatnya dan kategori yang diikuti masih hampir sama dengan tahun lalu. Namun jumlah peserta yang mengikuti kategori Best of Best meningkat dari sebelumnya.

“Untuk kategori Best of Best Manager, tahun ini kompetisinya jauh lebih ketat persaingannya karena dari hasil pantauan sementara terlihat adanya peningkatan dari segi materi presentasi yang dibawakan. Selain itu, seluruh peserta Best of Best Manager ini kualifikasi kompetensinya hampir merata levelnya. Jadi aura kompetisinya benar-benar terasa,” jelas Andi Anugerah di aula lantai 6 Kalbis Institute.

Untuk durasi waktu yang diberikan dalam menyampaikan presentasi, masing-masing peserta diberikan waktu 25 menit untuk kategori Supervisor dan Team Leader serta 30 menit khusus untuk kategori yang diikuti Manager. Durasi waktu ini mengalami penambahan lebih lama 5 menit dari TBBCI 2016.

Sanda Pradhipta, peserta dari KLIP Ditjen Pajak yang mengikuti kategori Best of Best Back Office yang ditemui saat sedang melakukan sesi latihan terakhir sebelum memasuki ruang penjurian telah mempersiapkan diri selama dua bulan. Persiapan utama yang menjadi fokus alumni Politeknik Keuangan Negara STAN ini lebih kepada bagaimana menyampaikan presentasi sehingga juri memahami dengan baik pesan dari materi presentasi yang dijabarkan.

Sanda Pradhipta, (kiri) peserta dari KLIP Ditjen Pajak yang mengikuti kategori Best of Best Back Office.

Tidak mudah bagi Sanda menjadi seorang back office, mengingat posisi ini merupakan posisi strategis bagi perusahaan dan memerlukan tenaga kerja profesional dengan keahlian yang mumpuni. Staf back office sendiri secara kualifikasi setidaknya harus memiliki latar belakang pendidikan minimal diploma, teliti, jujur, mampu mengoperasikan sistem dengan baik serta komunikatif. Jadi memiliki mental dan semangat sebagai seorang juara sangat penting bagi Sanda untuk tetap menjaga eksistensi diri di lingkungan contact center.

Berbicara soal memiliki semangat juara, maka mengikuti jejak semangat Ike Yulindawati, peserta Best of Best Manager dari Bank Mandiri adalah pilihan yang sangat tepat. Ike yang tampil di urutan pertama presentasi menyampaikan bahwa untuk kategori Best of Best Manager tahun ini euforia kompetisi dan tekanannya jauh lebih tinggi. Masing-masing peserta berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan apa yang sudah diraih.

Foto booth – Ike Yulindawati (paling kanan), peserta Best of Best Manager dari Bank Mandiri bersama tim foto bersama usai presentasi di ajang TBCCI 2017, Selasa (25/7).

Lulusan Magister Management Perbanas Institute ini membagikan tips untuk peserta yang akan mengikuti kompetisi TBCCI tahun depan agar lebih mempersiapkan diri dengan mengikuti training, sharing class maupun seminar-seminar yang diadakan oleh ICCA karena sangat banyak masukan dan tambahan pengetahuan yang bisa diimplementasikan untuk lebih siap menghadapi kompetisi baik TBCCI maupun kegiatan lain yang sejenis. (DY_ATB)

Bandar Madani Batam Terbilang
Budi Bahasa Dijunjung Tinggi
Hari Kedua Telahpun Dijelang
Esok Hari Berjumpa Lagi

 

 

Performa Peserta Curi Perhatian Juri

ATB, Jakarta – Aura semangat memenuhi Kalbis Institute, lokasi berlangsungnya kegiatan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017. Sejak pagi, puluhan peserta mulai memadati aula lantai 7 untuk melakukan registrasi dan langsung menempati area kursi peserta sesuai ruang presentasi masing-masing kategori yang telah disiapkan oleh panitia.

Hari pertama lomba TBCCI 2017 yang diselenggarakan mulai Senin (24/7) dibuka dengan Presentasi Individu untuk Kategori Agent Social Media (Large), Agent Social Media (Small), Best of Best Quality Assurance, Best of Best Support, Desk Control, IT Support, Quality Assurance (Large), Quality Assurance (Small) dan Trainer.

Seluruh peserta yang mendapatkan giliran membawakan presentasi di hari pertama ini, berusaha menampilkan performa yang maksimal baik dari segi penampilan maupun presentasi yang dibawakan. Hal ini terlihat dari persiapan para peserta saat berada di ruang tunggu sebelum memasuki ruangan penjurian.

Ika Ning Rahayu dan Felicia Marisa misalnya, wakil dari Tiki JNE yang mengikuti kategori Agent Social Media tampak serius memoles wajah dan menata rambut di aula lantai 6 Kalbis Institute. Dua dara cantik ini tampil energik dengan balutan seragam Tiki JNE bernuansa merah.

Seperti yang kita ketahui, penampilan diri menentukan persepsi orang lain terhadap kita. Sama halnya seperti dalam presentasi individual ini, penampilan diri menjadi salah satu modal awal untuk menarik minat tim juri sebagai audiens agar menyimak presentasi yang akan disampaikan oleh peserta. Orang cenderung akan mengingat dengan lebih baik tentang hal-hal paling awal yang mereka lihat dan dengarkan, dalam dunia Psikologi hal ini dikenal dengan sebutan Primacy Effect (Efek Awalan).

Pembukaan yang baik dari sebuah penyampaian presentasi akan menarik perhatian audiens karena salah satu kekuatan presentasi terletak pada pembukaan yang menarik dan penutupan presentasi yang meyakinkan. Menit pertama dari total 25-30 menit waktu yang ditentukan untuk presentasi, peserta diharapkan tampil memukau dan meyakinkan para Juri Vote Lock agar tertarik mengikuti presentasi yang dibawakan hingga selesai. Untuk dunia Contact Center sendiri, penampilan seorang staf menunjukkan kesiapan, profesionalitas dan personal branding dalam melayani pelanggan.

Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) menyampaikan, sejak TBCCI 2016 panitia mengeluarkan kebijakan untuk peserta tidak lagi mengenakan kostum layaknya festival. Namun bukan berarti peserta malah tidak memperhatikan penampilan mereka dalam membawakan presentasi. Meskipun tidak lagi diperkenankan mengenakan kostum dan atribut karakter ala cosplay seperti beberapa tahun sebelumnya, semua peserta tetap berupaya menonjolkan sisi menarik dari penampilan mereka.

Photo booth – Sejumlah peserta TBCCI 2017 foto bersama di photo booth.

Mulai dari gaya berbusana formal, keterampilan berbicara (retorika), tata rias wajah dan rambut (grooming) hingga aksesoris pendukung yang dikenakan dalam menyajikan paket lengkap presentasi.

Salah seorang peserta yang mencuri perhatian adalah perwakilan dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang mengenakan busana formal dipadukan dengan selendang songket khas daerah Nias. Wanita berparas ayu bernama Frida Nov Kristina Gulo ini merupakan peserta Kategori Quality Assurance (Large) yang tampil di urutan keenam dalam presentasi individu di ruangan presentasi R7. Frida menjalankan tugas sebagai Quality Assurance untuk PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Cabang Medan.

“Selain mengenakan atribut untuk sedikit mengangkat unsur budaya daerah, wakil perusahaan kami juga ada yang menampilkan tarian daerah dari Sumatera Utara dalam presentasi. Harapannya sih semoga bisa memukau dewan juri,” terang Frida di sela-sela sesi photo booth bersama rekan-rekannya.

Selfie – Frida Nov Kristina Gulo peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia untuk kategori Quality Assurance (Large) di ajang TBCCI 2017 dengan selendang khas Nias foto selfie usai tampil di hadapan juri.

Tidak hanya 97 peserta kategori individual hari pertama saja yang menunjukkan kesiapan dan semangat berkompetisi. Para suporter yang terdiri dari rekan seprofesi juga turut menambah suasana keceriaan lewat kehebohan yel-yel pemacu semangat untuk mendukung peserta yang mewakili perusahaan mereka.

Sorakan suporter ini diakui para peserta mampu memotivasi dan memberikan semangat untuk melewati tahap presentasi di kompetisi ini. Berbagai gaya dan lirik ceria dari masing-masing perusahaan bergema riuh seantero Kalbis Institute, menularkan semangat bahkan sampai ke peserta lain yang berbeda perusahaan.

Ajang bergengsi TBCCI 2017 ini sudah memasuki tahun kesebelas pelaksanaannya dan terus mengalami peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Untuk kategori individual, tercatat 561 peserta mendaftar dalam kompetisi ini dan hanya 478 peserta yang lolos hingga ke babak presentasi. Beberapa perusahaan juga ada yang baru pertama kali mengirimkan kandidat terbaiknya untuk mengikuti TBCCI tahun ini seperti AXA, Bussan Auto Finance, Otoritas Jasa Keuangan dan Datascrip.

“Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah sebagai benchmark pelayanan perusahaan-perusahaan di Indonesia dan sharing kreatifitas para praktisi Contact Center. Selain itu, TBCCI menjadi wadah apresiasi kepada mereka yang selama ini sudah duduk di belakang meja melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Tentunya, TBCCI menjadi ajang yang memberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi melalui kategori-kategori yang diperlombakan,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Asia Pacific Contact Center Association Leaders (APCCAL)

Registrasi – Sejumlah peserta lomba The Best Contact Center Indonesia 2017 melakukan registrasi di aula lantai 7 gedung Kalbis Institute Jakarta, Senin (24/7)

Andi Anugrah juga menyampaikan dalam sesi tanya jawab pada press conference bahwa perusahaan dengan lokasi terjauh yang mengikuti kompetisi ini adalah PT. Adhya Tirta Batam (ATB), perusahaan air terpercaya yang beberapa waktu lalu meraih Top PAM Bidang Kinerja dan Manajemen 2017 dari Majalah BusinessNews Indonesia dan Lembaga Asia Business Research Center.

ATB merupakan perusahaan air satu-satunya di Indonesia yang mendapat sertifikat dan menerapkan Sistem Manajemen Terpadu dengan ruang lingkup untuk pengoperasian Instalasi Pengolahan Air, Jaringan Distribusi dan Pelayanan Pelanggan. Menjelang pukul 15.00 wib, hampir seluruh peserta kategori individu yang terjadwal hari ini telah menyelesaikan presentasinya. (DY_ATB)

Ke Kalbis kami mengayun langkah
Bertepuk semangat insan bergaya
Hari pertama terlampaui sudah
Sampai bersua dihari kedua

Riuh dan Antusias

Gelaran akbar ajang The Best Contact Center Indonesia 2017 sudah di depan mata. Langkah pertama yang harus dilalui oleh seluruh peserta adalah dengan mengikuti Technical Meeting dan Tryout, yang nantinya disusul oleh Tes Tertulis yang akan diadakan pada 22 Mei mendatang. Technical Meeting dan Tryout yang digelar kemarin (15/5) di Kalbis Institute, Pulomas, Jakarta, berlangsung dengan lancar dan dipenuhi oleh perwakilan perusahaan serta calon peserta yang antusias.

Pukul 08.30, puluhan perwakilan masing-masing perusahaan peserta The Best Contact Center Indonesia 2017 memadati ruang aula Kalbis Institute lantai 6. Acara dibuka oleh Anita Rizqiana selaku pengurus ICCA, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan Janji Contact Center Indonesia oleh Shadiq Helmy dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Selain dihadiri oleh peserta, acara ini dihadiri oleh sejumlah pengurus ICCA antara lain Evi Riawati, Siti Ambarwati, Shadiq Helmy, Punjul Harto, Equarry Harlan, dan Iwan Djunaedi.

Andi Anugrah selaku ketua ICCA menyampaikan sejumlah hal terkait kategori lomba, ketentuan perlombaan, ketentuan pemenang, malam penghargaan, seminar dan pameran, jadwal lomba, hadiah pemenang, serta hal-hal teknis terkait perlombaan di setiap kategori. Andi Anugrah menyampaikan garis besar event yang akan sampai pada APCCAL Expo, dimana pada acara tersebut akan diselenggarakan kategori The Best Manager. Pemenang The Best Contact Center Indonesia 2017 kategori The Best Manager akan dibawa pada event APCCAL Expo tersebut.

Hadiah bagi pemenang Platinum akan mendapatkan reward berupa kesempatan untuk benchmarking ke Eropa, dan bagi yang Muslim dapat diganti dengan Umroh. Pemenang Gold dan Silver akan mendapatkan benchmarking ke Thailand. Sedangkan pemenang Bronze akan mendapatkan benchmarking ke Singapura. Untuk pemenang kategori Talent, pemenang Platinum akan mendapatkan kesempatan untuk tampil pada APCCAL Expo.

Peserta yang akan mengikuti ajang The Best CCI wajib untuk mengikuti salah satu kategori Korporat. Lomba kategori Korporat Program akan dihadiri oleh sejumlah dewan juri internasional dari Hong Kong, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Australia. Pada pembahasan lomba kategori Korporat Program, dibahas sejumlah hal mengenai kategori, jadwal presentasi, dan hal-hal yang berhubungan dengan teknis lomba kategori Korporat.

Pada lomba kategori Teamwork dibahas tentang kategori Teamwork, jadwal lomba, dan hal-hal teknis. Lomba kategori Teamwork merupakan kategori baru dan sejumlah lomba ada yang untuk pertama kalinya baru diadakan seperti Business Process Team, Telesales Team, Accurate Team, dan Reliable Team. Lomba Accurate Team dan Reliable Team dibuat selain untuk mengukur keakuratan dan ketepatan tim juga sebagai penyegaran. Sedangkan kategori lomba Teamwork lain masih sama seperti tahun lalu yaitu Smart Team, Quality Team, Reporting Team, dan Scheduling Team.

Lomba kategori Talent juga harus tetap menjadi perhatian peserta. Pada lomba Singing dan Dancing, ketentuan kurang lebih masih sama seperti tahun sebelumnya. Sedangkan untuk lomba Writing, Photo, dan Video terdapat beberapa perubahan seperti jumlah peserta dalam satu tim, dan sistem penilaian yang akan dilakukan oleh dewan juri dari praktisi. Penilaian dari view dan likes tetap berlaku, namun bobotnya hanya 20% sebagai indikator engagement dengan pembaca.

Lomba kategori Individu masih menjadi favorit bagi setiap perusahaan untuk menerjunkan timnya yang berprestasi. Sejumlah ketentuan masih belum berubah dari tahun lalu, namun ada sedikit perubahan untuk durasi waktu presentasi khususnya bagi para Agent. Tahun lalu para Agent hanya mendapatkan waktu presentasi selama 15 menit, dan tahun ini durasi presentasinya menjadi 20 menit. Tahun ini ada kategori baru untuk Individu, yaitu Agent Disability, dan hal ini menjadi hal yang positif bagi peserta yang memiliki keterbatasan fisik.

Salah satu peserta yang mengikuti Tryout kategori Agent Disability dari Telkom 147 Semarang, Musiran, awalnya merasa minder karena berbeda, namun dia sangat bersemangat untuk terus belajar terutama manajemen dan perkembangan dunia contact center. Baginya, lomba ini akan menjadi sarana untuk menambah wawasan dan melatih public speaking. Musiran berharap dia bisa menjadi role model, dapat berbagi ilmu, dan menemukan solusi bagi kekurangannya.

Selepas Technical Meeting yang selesai pada pukul 12.30, Tryout pun digelar yang dihadiri oleh hampir seluruh peserta yang akan mengikuti Tes Tertulis pada 22 Mei pekan depan. Tryout tahap pertama berlangsung pukul 12.30-14.30 untuk kategori Leader dan Specialist. Tahap kedua berlangsung pukul 14.45-15.45 untuk kategori Agent Inbound dan Customer Service. Kemudian tahap ketiga kategori Agent Outbound dan Social Media yang berlangsung pukul 16.00-17.00. Hasil Tryout diumumkan pada hari itu juga dan dijadikan sebagai tolok ukur bagi peserta untuk menghadapi Tes Tertulis. Apakah Anda sudah siap?

#ReadyTBCCI2017

(MZ)