Gaaasss Puuuoooool Hari Terakhir Kategori Individu TBCCI 2015

(BCA) Hembusan udara pagi dari sela-sela jendela kamar mulai menusuk tulang, mengajak aku untuk menarik selimut bercorak batik elegan yang biasa ku gunakan agar lebih rapat ke tubuh. Tak terasa jam di dinding sudah menunjukan pukul 5 pagi, aku langsung bergegas mandi dan mempersiapkan diri untuk kembali meliput kegiatan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015 karena pukul 7.30 WIB aku dan teman-teman peserta lomba kategori writing contest dari Bank Central Asia (BCA) di ajang TBCCI 2015 sudah berjanji untuk kembali bersama menuju Balai Kartini. Seperti biasa semua peralatan dimulai dari laptop, kamera, buku kecil dan sebuah pulpen selalu setia menemani kegiatan kami.

Tepat pada pukul 07.30 WIB kami bertiga sudah berkumpul di kantor. Kejadian sangat ironis mengingat kami bertiga sering sekali tidak tepat waktu jika berjanji berkumpul. Meski hari ini kedatangan kami ke balai kartini tidak sepagi biasanya bukan karena semangat di hari ketiga lomba presentasi individu mulai menurun. Ini dikarenakan ada beberapa tugas kantor yang memaksa minta diselesaikan sebelum melebihi batas akhirnya. Bolak-balik mengurus administrasi, follow up keluhan customer, diskusi singkat dengan atasan, finally berraangkaatttt….. Mobil yang dikemudikan oleh supir yang terbilang masih cukup muda itu siap mengangkut kami ke Balai Kartini. Di tengah perjalanan menuju lokasi ajang TBCCI 2015 diadakan, sempat terjadi insiden kecil yang sangat sayang jika tidak diceritakan di lomba writing contest ini. Mobil operasional kantor yang tak pernah ingkar janji mengantar kami kemanapun tujuan kami, cukup untuk kami tumpangi bertiga ditambah dengan seorang wanita cantik yang ditugaskan mengurus konsumsi bagi peserta lomba dari perusahaan kami.

Sebelum menuju gedung yang berada di jalan Gatot Subroto kavling 37 Jakarta Selatan, kami mampir terlebih dahulu ke sebuah toko roti ternama dari negeri kincir angin untuk membeli beberapa menu sarapan bagi pejuang contact center dari BCA yang akan berlomba hari ini. Sesampainya di toko tersebut, supir mobil operasional kantor yang mengendarai mobil warna hitam metalik itu memarkirkan mobil di sebelah kanan toko. Kami langsung memasuki toko dan menanyakan menu sarapan yang sebelumnya memang sudah kami pesan melalui telepon kantor. Salah satu dari kami, yang biasa kami sapa “Mak Nana” keluar terakhir dari toko tersebut. Terlihat oleh kami yang sudah masuk ke dalam mobil, dia berjalan menunduk dan agak tergesa-gesa sambil memainkan handphonenya, entah sedang bbm-an dengan siapa. Wanita berkerudung cokelat ini langsung membuka pintu sebuah mobil mewah yang juga berwarna hitam nyaris mirip dengan mobil yang kami tumpangi. Bapak yang berada di dalam mobil tersebut kaget, mungkin mengira mobilnya akan dibegal kali yahh hehehehhehe….. Kami yang berada di dalam mobil tertawa terbahak-bahak melihat Mak Nana salah masuk mobil hahahaha….. Teman kami langsung meminta maaf kepada bapak separuh baya itu, muka Mak Nana terlihat malu setengah mati. Untungnya, pemilik mobil mahal itu tidak marah malah tertawa geli akan kelakukan teman kami tersebut.

Euphoria di Balai Kartini

Para peserta lomba presentasi individu yang dijadwalkan akan presentasi hari ini terlihat mulai berdatangan. Berbagai macam alat transportasi yang dimanfaatkan oleh para peserta, ada yang datang dengan naik motor, mobil pribadi, naik taksi, diantar supir kantor, diantar pasangan, diantar orang tuanya langsung, bahkan ada juga yang datang keroyokan dengan para supporter-nya. Sepertinya banjir supporter yang melanda balai kartini mulai surut. Para pendukung yang sudah datang di hari pertama dan kedua lomba presentasi individu hanya beberapa yang masih muncul di hari ini. “Mungkin dia lelah” pikirku dalam hati. Meski demikian, hiruk-pikuk para supporter tetap saja memekakkan gendang telinga. Bagaikan dipandu seorang pemimpin orchestra teriakan kompak para supporter selalu diiringi dengan irama balon tepuk. Yang semakin menambah semarak hari ketiga lomba presentasi individu pada tanggal 07 Mei 2015.

Tampaknya Mulai Pusing Kepala Pak Andi
Tampaknya Mulai Pusing Kepala Pak Andi

Meski sempat kesulitan menentukan tema menulis kali ini, kami sangat antusias menyaksikan muka-muka calon juara TBCCI 2015 untuk kategori customer service, desk control, manager customer service, team leader customer service, team leader outbound, telemarketing, telesales, work force management (WFM) dan IT support. Para peserta lomba TBCCI 2015 hari ini tidak kalah ekstrim dengan 2 hari sebelumnya, hari ini pun banyak peserta yang menggunakan kostum-kostum yang disesuaikan dengan tema presentasi yang mereka bawakan. Tanpa malu-malu ada yang didandani seperti pengantin wanita dan mengenakan baju adat daerah Sumatera, ada yang mengenakan kebaya layaknya gadis-gadis cantik dari Bali, ada yang menggunakan kostum wiro sableng, designer, pilot, ratu, bahkan ada yang rela didandani layaknya seorang dalang dalam tokoh pewayangan.

Berasa Lagi Foto Pre Wed
Berasa Lagi Foto Pre Wed

Kali ini pria tampan dari perusahaan Kereta Api Indonesia mencuri perhatian kami, terlihat pria tersebut sedang berdiri di anak tangga lantai 2 Balai Kartini. Muka pria ini masih terlihat tegang sambil memegang sehelai kertas feed back dan sebuah pulpen untuk menuliskan pesan dan kesan dalam mengikuti ajang TBCCI 2015. Menggunakan kemeja biru muda dan dasi kupu-kupu dibalut rapi jas warna hitam pria ini langsung melemparkan senyum hangat ketika kami menyapanya. Pemilik nama lengkap Indra Istianto ini dipercaya perusahaannya untuk mengikuti ajang TBCCI 2015 untuk kategori customer service < 100. Indra, begitu dia biasa disapa mengaku lega dan senang karena sudah melakukan yang terbaik. Meski baru bekerja di PT KAI selama 1 tahun 6 bulan, Indra berhasil melewati seleksi awal dari perusahaannya. Dan ketika ditanya persiapan apa saja yang dilakukan sebelum mengikuti ajang TBCCI 2015, “kita ada karantinanya dulu selama 1 bulan, di situ kita benar-benar digojrok terutama mulai dari mental. Karena untuk mengikuti ajang-ajang seperti ini meskipun template kita sudah bagus, cara kita membawakannya pun sudah bagus tapi tidak ada mental juara itu juga tidak akan bisa jadi juara” jawab pemilik senyum manis ini. Pria keturunan Jawa Sunda ini mengusung tema pemain biola, alasannya karena suka sekali dengan musik dan hobi bernyanyi. Meski sebenarnya tidak bisa memainkan biola karakter pemain biola tersebut terlihat melekat kuat dengan apa yang dikenakannya hari ini. Indra yang dilahirkan di Jakarta, 11 Sep 1991 sangat ingin mengajak orang tuanya di acara gala dinner TBCCI 2015. Meskipun orang tuanya juga bekerja, Indra sangat berharap orang tuanya bisa meluangkan waktu untuk menemaninya menghadari malam penganugerahan bagi insan contact center Indonesia. Indra juga mengaku sempat dipaksa oleh dewan juri untuk mengajarkan cara memainkan biola karena salut dengan penjiwaannya ketika memainkan biola pada video lipsync yang disisipkan di materi presentasi.

Beranjak dari siang langit Jakarta mulai diselimuti awan gelap, tidak seperti dua hari sebelumnya yang didominasi rona-rona jingga. Hal yang belum pernah terlihat selama gelaran TBCCI ini dilaksanakan, namun kesan mendung diluar tidak serta memundurkan semangat para peserta, mereka terlihat tetap bersemangat dan sangat fokus. Seluruh supporter pun semakin semangat memberikan motivasi kepada para peserta. Kami bertemu salah satu peserta dari perusahaan BNI Life, Donny Parianto begitu nama yang dikenalkan ke kami. Doni mengikuti ajang TBCCI ini tergabung di kategori telesales. Ketika ditanya alasannya mengikuti ajang TBCCI ini, Donny mengaku peran atasannya yang membuatnya memutuskan untuk mengikuti ajang ini. “Padahal di perusahaan sebelumnya, aku selalu berusaha menghindar jika dipercayakan untuk mengikuti ajang kayak gini” tutur Doni. Persiapan Doni mengikuti TBCCI 2015 ini terbilang singkat, hanya menyiapkan materi kurang dari dua minggu sebelum lomba dimulai dan itu pun tanpa mentor pribadi. Namun itu bukan menjadi penghalang baginya untuk tetap memberikan yang terbaik. Karena ini merupakan pengalaman pertama Doni mengikuti ajang TBCCI, ia tidak menargetkan tinggi untuk hasilnya. Pria tinggi kurus ini mengaku memang lemah dalam hal penyampaian materi akan tetapi ia memiliki kelebihan dalam seni, sehingga ia mengembangkan kreatifitas dan mengaplikasikannya ke isi materi yang dibawakannya. Harapan doni, jika diberikan kesempatan kembali untuk mengikuti ajang yang sama ditahun depan, ia akan mengambil kesempatan itu dan akan menampilkan yang jauh lebih baik lagi dari tahun ini. Semoga hasil yang didapatkan bisa maksimal ya mas Doni….

berbagi pengalaman
berbagi pengalaman

Jam menunjukkan pukul 15.30, suasana balai kartini semakin sepi. Kami pun masih setia untuk mencari berita agar dapat dituangkan dalam tulisan. Saat menuju ke lantai 2, kami berjumpa dengan wanita cantik yang sekilas wajahnya mirip dengan ibu negara Amerika Serikat, Michele Obama. Ternyata wanita cantik itu satu -satunya peserta kategori individu yang tersisa di balai kartini yang belum tampil di depan dewan juri. Pejuang dari BCA ini bernama Angela Wanodya Sawangi yang mewakili Team Leader Walk-In. Mbak Angie, begitu biasa ia disapa oleh rekan-rekannya menuturkan bahwa ini merupakan kompetisi yang pertama kali diikutinya selama bekerja di Halo BCA sehingga belum memahami betul medan perang seperti apa. Namun ia tetap yakin dengan segala persiapan matang yang dilakukan, meski maju paling terakhir, ia dapat memberikan penampilan yang terbaik. Bisa dibilang, Save The Best For The Last kali ya Mba Angie…Hehhehehehehe.. Sukses ya Say ^_^

Akhirnya sore hari pun tiba, satu persatu peserta mulai meninggalkan Balai Kartini termasuk para dewan juri dan supporter. Dengan demikian berakhir pula rangkaian lomba presentasi individu TBCCI 2015, dimulai dari tes tulis lalu presentasi yang mana nanti hasil dari keduanya akan diakumulasikan. Seluruh peserta sudah menampilkan yang terbaik dan berharap bisa menjadi juara pada ajang ini. Hasil jerih payah peserta akan di umumkan pada tanggal 04 Juni 2015 nanti di Balai Kartini. Rencana pertama untuk gala dinner memang akan diadakan di menara Bidakara, namun karena suatu hal tempat pun dipindahkan ke Balai Kartini. Seperti yang kami pernah tulis sebelumnya, kemenangan sejati hanya milik mereka yang bersungguh-sungguh dan timbul dari dalam hati. Bakat hanya 1% yang menentukan kesuksesan, 99% sisanya adalah kerja keras. Akan sama-sama kita saksikan senyum kemenangan para peserta dan tangisan haru pemenang yang akan diumumkan 28 hari kedepan. Berdoa dan tetap bersahaja kawan…. ^_^

Doa Kami untuk kita semua para pejuang contact center yang hebat dari berbagai perusahaan :
Ya Tuhan, jadikanlah malam sebagai tempat persembunyian lelah atas usaha yang kami lakukan. Yakinkan kembali bahwa usaha yang dijalani telah mancapai batas kemampuan kami. Berikan kemudahan rahmat dan kirimkanlah untuk kami malaikat penjaga rasa syukur atas anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami. Alirkanlah air surga dalam setiap bulir keringat yang kami teteskan, yang di setiap partikel zatnya berupa doa keikhlasan yang ingin kami sampaikan.

 

HaloBCA Number One
HaloBCA Number One

Semoga Pejuang Contact Center BCA pun dapat mempertahankan dan mengulang prestasi  menjadi Grand Champion dalam The Best Contact Center Indonesia. Halo BCA Number One Always The Best, We Are The Grand Champion ^_^

 

Totalitas Tanpa Batas

(BCA) Awan berkeliaran nakal di langit Jakarta, rona jingga dari baliknya menantang pencari nafkah untuk berangkat lebih pagi dari rumah untuk menyambung hidup anggota keluarga. Asap-asap dari ribuan kendaraan bermotor memaksa untuk sedikit menahan nafas demi umur yang lebih panjang. Perjuangan hidup tidaklah mudah, hal ini mengingatkan kami akan pertempuran para calon jawara di ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015. Menyusuri hari demi hari, perjuangan presentasi individu bagi peserta kategori Agent English, Agent Inbound, Agent Premium, Agent Social Media dan Back Office. Yaahh… tanggal 6 Mei 2015 merupakan panggung TBCCI 2015 bagi mereka. Perhelatan ini cukup menyedot perhatian banyak pelaku contact center, baik peserta yang dikirim perusahannya, pendukung yang datang langsung ke balai kartini maupun pendukung yang berada di kantornya masing-masing.

Gegap gempita para pendukung patriot TBCCI 2015 terdengar hingga ke seantero kota Jakarta, memacu perjalanan kami untuk lebih cepat tiba di Balai Kartini yang berlokasi di jalan Gatot Subroto kavling 37, Jakarta Selatan. Lokasi yang memang sudah dipilih hampir setiap tahun untuk mengadakan ajang TBCCI 2015 oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) terlihat sepi dari luar. “Apa mungkin kami datang terlalu pagi?” Tanyaku dalam hati ketika mobil yang kami tumpangi memasuki gerbang balai kartini. Waktu memang baru menunjukan pukul 06.30 WIB tapi kami sudah tidak sabar ingin menyaksikan satu persatu orang yang berdatangan ke lomba ini. Pintu kaca gedung megah ini langsung dibukakan oleh seorang security lobby setelah mengucapkan selamat pagi dan melemparkan sebuah senyum semangat, tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan tersebut.

Warna Warni Hari Kedua TBCCI 2015

Astagaahhhh… benar saja, begitu kami menginjakkan kaki di lantai pertama gedung mewah ini sorak sorai para pendukung peserta TBCCI 2015 tak terkendali bagai banjir yang melanda ibu kota Jakarta. Belum lagi atribut yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari. Para pendukung yang datang dari semua perusahaan ini tidak ingin kalah “cetar” dengan jagoan yang selalu mereka sebut-sebut namanya. “Platinum…. Platinum…. Platinum….” teriakan mereka kompak. Para pendukung “norak” (baca: ajaib) sengaja dikirim oleh perusahaan-perusahaan yang mengirimkan wakil peserta lomba di ajang TBCCI 2015. Tidak dipungkiri lagi suntikan semangat dari para pendukung ini membuat peserta lomba yakin dengan apa yang akan dipresentasikan hari ini. “kerjaan ajah saya tinggalin mba, demi mendukung teman saya” celetuk salah satu suporter yang memegang balon tepuk ditengah kerumunan pendukung lainnya.

 

 

Limited Edition T-Shirt
Limited Edition T-Shirt

Berbeda dengan hari pertama, para panitia lomba TBCCI 2015 yang kali ini mengenakan kaos abu-abu lengan panjang terlihat sibuk mempersiapkan ”perintilan” lomba di meja registrasi. Meja berbalut kain hijau yang sudah digunakan sejak hari pertama menyimpan nama-nama berbeda di hari ini, begitu juga papan pengumuman jadwal presentasi. Namun kali meja registrasi dipindahkan lebih dekat dengan ruang presentasi yang masih berada ruang Rafflesia Grand Ballroom guna memudahkan jalannya lomba. Meski ini hari kedua lomba presentasi individu, namun para panitia sama sekali tidak terlihat lelah. Senyum berjabat senyum terus mengembang dengan para suporter, juri dan para peserta lomba presentasi individu yang melakukan registrasi ulang sebelum nama mereka dipanggil. Tidak salah panitia yang dipilih memang kumpulan orang-orang ramah, sigap dan apik untuk mengurus administrasi lomba TBCCI 2015. Tidak hanya mengurus registrasi ulang, di meja yang diatur berjejer para panitia juga menjual souvenir berupa kaos berlengan panjang dengan 2 pilihan warna yaitu abu-abu dan putih. Kaos yang bertuliskan The Best Contact Center Indonesia 2015 sudah disiapkan dengan bermacam ukuran mulai dari S sampai XL bisa didapatkan para suporter atau peserta hanya dengan membayar Rp 85.000,- saja.

Setelah mengecek nama, membubuhkan tanda tangan, para peserta mulai melakukan persiapan diri. Ada yang langsung make up, entah itu yang bawa make up sendiri, didandani temannya, bahkan ada yang “buka salon” di pojok-pojok ruangan. Ada yang menyiapkan template dan alat peraga, ada yang menyiapkan busana, bahkan ada yang sarapan dulu. Ditengah kesibukan para peserta menyiapkan diri kami menjumpai salah satu peserta yang sudah rapi datang sebelum jam 6 pagi, Selvi, begitu dia biasa disapa teman-temannya. Dengan ramah Selvi menceritakan kisah perjalanannya pagi ini menuju Balai Kartini,

Pejuang Contact Center BCA
Pejuang Contact Center BCA

“Rumah aku kan di Bintaro, rencananya jam 05.30 WIB aku mau ke kantor aku dulu yang di Serpong. Ternyata mobil yang disiapin dari kantorku itu baru berangkat dari Serpong jam 6an. Belom lagi mobilnya itu ke kantor yang di Slipi dulu buat jemput teman aku juga, baru ke Balai Kartini. Kan muter-muter?!? Pusing pala Barbie akhirnya aku naik taksi ajah langsung ke Balai Kartini cuuzzz….” tutur Selvi. Pemilik nama lengkap Selvi Khairuman ini terlihat santai meski dijadwalkan akan presentasi pagi ini juga karena memang ini sudah kali ketiga wanita cantik ini mengikuti ajang TBCCI. Ketika ditanya soal konsep wanita ini menjelaskan “elegan donk kakak, aku kan kategorinya agent premium” jawab wanita yang mengenakan seragam customer service warna kuning dari Bank Central Asia. Sambil membenarkan rambutnya yang ditata layaknya customer service profesional Selvi masih melanjutkan ceritanya ”Pas aku mau bayar kan aku cuma bawa uang cepe’ (baca: seratus ribu rupiah) bapaknya tu gak ada kembalian, padahal argonya cuma Rp 49.100,- yaudah aku kasih semua ajah… Itung-itung perjuangan kak hehe…”. Selvi yang kesehariannya bekerja sebagai customer service premium di contact center HaloBCA tidak gentar sedikit pun meski melihat lawan-lawannya yang juga tidak kalah siap, “Yang penting jadilah pemenang disetiap tahapan, hasil akhir serahkan sama yang di Atas” prinsip Selvi.

Entah apa yang ada di benak para peserta hari ini, sulit menebak perasaan yang disembunyikan di balik raut wajah yang tergambar dengan mimik muka senyum, tegang, gembira, panik dan santai. Kostum-kostum yang mereka kenakan pun semakin anti mainstream, ada yang mengenakan kostum kebaya, ibu peri, super hero, malefacient, badut, bahkan ada yang mengenakan kostum sri kandi. Alat peraga pun tidak kalah penting, ada yang membawa gitar, i-tree, knowledge board, cokelat dan lain-lain. Tidak kalah dengan para peserta para suporter hari ini pun lebih “brutal” dari hari pertama, mulai dari mengenakan baju seragam, membawa balon tepuk, wig warna-warni, bahkan sampai meneriakkan yel-yel yang tak henti-henti.

Menjelang siang para juri, peserta dan suporter diberi kesempatan 60 menit untuk menikmati makan siang mereka. Ada yang bawa makan siang dari rumah, delivery service, ada yang disiapkan dari perusahaannya bahkan ada juga yang “melipir” ke kantin balai kartini. Peserta yang menikmati makan siang di balai kartini dihibur oleh Pak Andi selaku ketua pelaksana ajang TBCCI 2015, beliau mengajak para peserta dan suporter bercanda dan bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan suasana lomba. Pemilik nama lengkap Andi Anugrah ini terlihat akrab ketika bernyanyi bersama dengan para suporter dari salah satu perusahaan. “Ayo siapa lagi yang mau menyumbangkan lagu, lagunya boleh apa saja…” Pak Andi menawarkan, yang disambut baik oleh salah satu peserta dari Bank Central Asia, David Pandapotan yang baru saja menyelesaikan presentasinya. David menyanyikan lagu berjudul Cintaku yang dipopulerkan oleh Chrisye memang memilik suara yang tidak biasa. Bagaimana tidak, pria ini merupakan salah satu anggota Voice Of Halo (VOH) yang sudah sering menjuarai kompetisi bahkan pernah menjadi artis INBOX, salah satu acara musik di stasiun tv swasta.

 

Ada Artis INBOX di Balai Kartini
Ada Artis INBOX di Balai Kartini

Setelah memberi jatah makan siang untuk cacing yang sudah mulai memberontak, kami melanjutkan penelusuran ke setiap sudut ruangan. Meski matahari semakin terik, baik para peserta dan suporter semakin membanjiri Balai Kartini. Perhatian kami pun tertuju kepada salah seorang peserta yang berada di depan meja registrasi juri, terlihat peserta tersebut sedang berdoa bersama atasannya dan rekan-rekan kerjanya. Peserta yang mengenakan kostum badut tersebut terlihat sangat lucu, kami pun sempat harus menunggu untuk bisa mewawancarainya karena kerumunan para pendukung yang mengajaknya berfoto-foto. Much Chairun Muchid atau yang biasa disapa dengan Chairun, mengenakan baju badut perpaduan warna kuning dan hijau, layaknya seorang badut berperut buncit, lengkap dengan rambut warna hijau dan sandal keropi yang sepadan.

 

Kreatifitas Tanpa Batas
Kreatifitas Tanpa Batas

Pria asal Semarang yang mewakili Perusahaan Telkom ini sangatlah unik. Ketika ditanya mengapa menggunakan kostum badut, pria kelahiran 08 Des 1991 ini menjawab bahwa karakter yang melekat pada badut merupakan representasi dirinya sehari-hari lucu, unik, dan menggemaskan serta disukai banyak orang. Chairun mewakili perusahaannya dan bergabung di kategori agent inbound >100, langsung diterbangkan oleh perusahaannya dari Semarang sejak tanggal 26 April 2015, menginap sampai dengan hari ini di camp yang terletak di kota Bogor. Kami sempat menyinggung hasil tes tulis yang didapatkan oleh Chairun, ternyata pria jenaka ini berhasil berada di peringkat 3, hebatnya lagi persiapan yang Chairun lakukan terbilang cukup untuk menjadi bekal menghadapi ajang TBCCI ini yaitu selama sebulan penuh selalu berlatih presentasi dan juara tes tulis. Dan ketika disinggung siapa pesaing terberat di kategorinya, Chairun menjawab, “untuk pesaing terberat masih dari bendera biru”. Sebelum pamit, Chairun menggengam tangan kami untuk bersalaman dan menitip doa pada kami, terlihat ketegangan yang dia alami, sampai – sampai telapak tangannya terasa begitu dingin ditangan kami. Do the best Chairun, good luck guys…

Tinggal 1 hari lagi lomba presentasi diadakan, besok tidak akan kalah seru dari hari ini, masih ada categori customer service walk in, work force management, IT support dan lainnya. Hari ini cukup bersemangat, seperti namanya Balai Kartini, di dalam gedung sangat terasa aroma perjuangan, layaknya Ibu Kartini yang berjuang untuk bangsa dan negara, mereka berjuang untuk perusahaan mereka masing-masing, semoga hasil terbaik bisa diperoleh oleh para peserta yang sudah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran mereka. Tetap semangat! ^_^

Set Time….Rolling…..and Action !!!!!

(BCA) Semangat melayani, hari ini sinar mentari lebih hangat dari biasanya, jalanan ibu kota pun lebih lancar dibandingkan hari ketika kami meliput tes tertulis TBCCI 2015 bahkan yang biasanya kami hanya bisa melihat antrian kendaraan dari spion mobil, kali ini kami bisa melihat atap-atap gedung pencakar langit di pinggir-pinggir jalan protokol Jakarta. Tas berisi 2 laptop dan kamera pun setia menemani perjalanan kami menuju Balai Kartini yang terletak di jalan Gatot Subroto Kav 37, Jakarta.

“Ada acara apa ya mas, koq tumben rame banget?” Tanya sopir mobil yang mulai memasuki gerbang gedung nan megah itu, dan kami pun menjawab dengan singkat pertanyaan tersebut “iya, ada lomba pak”.

Menapaki pintu masuk Balai kartini kami pun mulai excited karena di pikiran kami terlintas pejuang-pejuang tangguh yang sedang mengenakan pakaian aneh (baca:unik), kumpulan orang-orang optimis, akan beradu taktik, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang sejati. Karena hari ini adalah hari pertama sesi lomba presentasi TBCCI 2015.

Supporter Pelecut Semangat
Supporter Pelecut Semangat

Serba-serbi TBCCI 2015

Wangi semangat para peserta TBCCI 2015 mulai menyeruak ketika kami memasuki gedung 3 lantai yang di depan pintunya berjaga security tegap berpakaian warna hitam dan langsung mempersilakan kami masuk. Begitu juga wangi-wangian para peserta yang berkali-kali menyemprotkan parfum demi penampilannya. Karena di lomba presentasi individual penampilan pun sangat dinilai, mulai dari kesesuaian tata busana yang mendapatkan poin 5%, kesesuaian gerakan dan ekspresi mendapatkan poin 5%, serta kepercayaan diri yang juga mendapatkan poin 5%. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi dari apa yang mereka kenakan.

Setelah serangkaian kegiatan tes tertulis yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2015 peserta yang lulus mengikuti tes tertulis akan menunjukan kemampuan mereka untuk mempresentasikan kinerja mereka dalam bidang masig-masing selama 4 bulan terakhir di perusahaannya. Lomba presentasi individu hari pertama dimulai, lomba ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 5 Mei 2015 sampai dengan tanggal 7 Mei 2015. Pembagian jadwal presentasi yang sudah ditentukan panitia  menurut kategori lomba diumumkan bersamaan dengan hasil lomba tes tertulis. Setiap peserta individu wajib mengumpulkan template sebelum batas akhir pengumpulannya pada tanggal 30 April 2015. Layaknya seorang petarung, semua peserta sudah siap dengan seluruh alat “peperangan”, seperti akan menghadapi “medan tempur” di ajang TBCCI 2015. Hari ini medan tempur menjadi milik peserta individu dengan kategori Manager, Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer, dan Quality Assurance.

Berbeda dengan lomba tes tertulis, lomba presentasi individu dilaksanakan di 2 lantai gedung megah Balai Kartini. Lantai G dipusatkan untuk kategori Supervisor, Team Leader Inbound, Trainer, dan Quality Assurance dan lantai 1 dikhususkan untuk kategori Manager. Rangkaian kegiatan lomba presentasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Namun sejak pukul 06.30 WIB balai kartini sudah mulai ramai dikunjungi para peserta TBCCI 2015. Peserta tidak boleh datang terlambat karena ada beberapa persiapan yang harus peserta lakukan sebelum presentasi di depan dewan juri. Mulai dari registrasi ulang, mengecek penampilan, mempersiapkan template dan alat peraga serta menunggu di ruang tunggu.

Terlihat kelompok panitia mengenakan batik putih biru sudah mulai mempersiapkan kegiatan dari pagi di meja registrasi. Terlihat juga Pak Andi Anugrah sebagai ketua pelaksana ajang TBCCI ini duduk di depan pintu kayu besar berukiran cantik, pintu menuju ruang presentasi untuk membantu panitia memanggilkan peserta. Beberapa peserta yang baru datang langsung menghampiri meja panjang berbalut kain hijau guna melakukan pengecekan nama dan membubuhkan tanda tangan di kertas yang memuat nama mereka. Nama-nama yang sudah dikelompokan berdasarkan kategori masing-masing lomba untuk memudahkan peserta melakukan registrasi ulang. Meski demikian ada saja beberapa peserta yang kesulitan mencari namanya. Namun panitia lomba dengan sigap membantu menemukan nama peserta lomba. Ternyata tidak hanya peserta yang melakukan registrasi ulang melainkan juri pun melakukan registrasi ulang. Juri yang berasal dari akademisi dan wakil perusahaan terlihat berwibawa dan siap memberikan penilaian terhadap pejuang-pejuang perusahaan.

 

Practise makes Perfect
Practice makes Perfect

Dag…Dig…Dug…. Seeerrrrrr…………..

Peserta yang sudah melakukan registrasi ulang langsung mempersiapkan diri berdasarkan nomor urut presentasi. Bermacam-macam ekpresi yang tampak dimuka mereka, ada yang terlihat tegang, gembira, panik, ngantuk bahkan ada yang terlihat santai saja. Peserta yang namanya belum dipanggil melakukan beberapa kegiatan untuk menghilangkan ketegangan menghadapai lomba presentasi ini. Ada yang latihan presentasi di depan teman-temannya untuk memaksimalkan performance ketika presentasi di depan dewan juri, ada juga yang foto-foto, ada yang ngobrol karena bertemu dengan teman lama, ada yang masih memakai make up, catokan, ada yang nyemir sepatu, ada yang sarapan, mempersiapkan alat peraga, ada juga yang bolak-balik ke toilet.

Ruangan Menentukan Prestasi
Ruangan Menentukan Prestasi

Jadwal presentasi dipajang di depan papan pengumuman untuk memudahkan peserta mengetahui kapan gilirannya untuk perform, karena jika peserta terlambat atau lupa jadwal maka tidak ada susulan dan dinyatakan tidak hadir. Jika tidak mengikuti presentasi maka nilai presentasi dinyatakan hangus dan hanya mengandalkan nilai tes tertulis. Bobot presentasi merupakan yang terbesar yakni 80% dari total nilai, lalu ditambah juga dengan hasil tes tertulis yang bobotnya 20%, jadi bukan tidak mungkin seluruh peserta ingin “habis-habisan” melakukan presentasi agar dapat mendongkrak nilai akhir.

Kami sempat mewawancarai salah seorang peserta dari kategori Quality Aassurance, gadis berkerudung yang biasa di panggil Elsa ini terlihat gugup sebelum perform yang berada di ruang Rafflesia Grand Ballroom. Elsa yang ditanyai persiapan apa saja yang dilakukan sebelum lomba mengaku tidak ada persiapan khusus hanya melancarkan materi presentasi, karena ini adalah tahun keduanya mengikuti ajang TBCCI ini “meski demikian tetap aja gugup mbak” ujar Elsa. Elsa juga mengungkapkan tahun ini persaingannya lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan perusahaan lain yang mengikuti ajang ini pun lebih banyak dan lebih siap serta mengirimkan peserta yang lebih mumpuni dibidangnya untuk mewakili perusahaannya menjadi pemenang TBCCI 2015, Elsa yang merupakan wakil dari PT Bank Central Asia pernah mengikuti ajang serupa pada tahun lalu dan berhasil mendapatkan Gold Medal, ketika ditanya apa target tahun ini, wanita cantik ini menjawab “platinum harga mati, mbak”. Walaupun merasa tahun ini persaingan lebih sengit namun Elsa tetap yakin bisa mencapai hasil yang ia targetkan. Well, Kita doakan bersama ya….

Lain Elsa lain pula Eri, wanita berpostur tinggi tidak kurang dari 170 cm ini mengaku sangat gugup, maklum karena ini adalah tahun pertama Eri mengikuti ajang ini. “Melihat ruangannya jadi keingetan waktu mau sidang kuliah”, begitu Eri mendeskripsikan ruangan yang akan digunakannya untuk lomba presentasi. Untuk persiapan sendiri, Eri pun mengaku awalnya mengalami kesulitan seperti pembuatan materi dan penentuan tema, namun akhirnya banyak senior yang sudah lebih dahulu berkecimpung di TBCCI yang membantunya dengan menjadi mentor dan juga teman sharing. Dan ketika ditanya untuk harapan dan target  nya di ajang TBCCI ini, Eri berharap bisa melakukan yang terbaik, bisa buat juri ketawa, dan perihal target dia tetap optimis bisa menjadi pemenangnya.

Para peserta diberikan waktu yang dibedakan berdasarkan kategori lomba yang mereka ikuti, untuk Agent, Back Office, Telesales, Telemarketing dan Customer Service diberikan waktu 15 menit. Berbeda dengan kategori Team Leader, Desk Control dan Quality Assurance yang diberikan waktu 20 menit. Lain pula untuk kategori IT support, Work Force Management dan Supervisor diberikan waktu 25 menit. Dan kategori Trainer dan Manager diberikan waktu paling panjang yaitu 30 menit. Dengan waktu yang sudah diberikan panitia para peserta harus bisa memaksimalkan performance mereka karena diakhir presentasi pun mereka akan diberikan 1 pertanyaan yang diambil sendiri oleh peserta didalam “fish bowl”. Dan peserta harus bisa menjawab pertanyaan tersebut demi bobot yang tidak sedikit.

Tepat matahari di atas kepala, waktunya bagi para juri dan peserta untuk istirahat makan siang. Namun peserta dan suporter yang datang juga semakin banyak, riuh renda para pendukung sang jawara yang meneriakkan para jagoannya semakin tak terkendali. Ternyata mereka sengaja datang siang karena dari pagi hari harus menyelesaikan tugas kantor terlebih dahulu. Salah satu suporter bernama Anton malah datang dengan membawa beberapa pernak-pernik untuk mendukung perusahaannya seperti balon tepuk, terompet dan lain-lain.

Lega, meski di dalam keringat bercucuran karena AC-nya gak berasa, apa aku yang terlalu grogi yah?? Hehehe” ujar Dewi Fatimah yang baru keluar dari ruang presentasi sambil membawa alat peraga berupa “score board”. Wanita yang mengenakan baju merah dengan corak batik elegan ini terlihat sumringah dan puas dengan hasil presentasinya. Defa begitu dia biasa disapa teman-teman kerjanya. Defa terlihat sangat antusias mengikuti lomba TBCCI 2015 dengan kategori TL inbound. “Kan kalo udah selesai presentasi gini aku bisa tenang” lanjutnya lagi. Defa yang kesehariannya bekerja sebagai team leader di contact center Bank Central Asia yang berada di BSD Serpong merasa yakin dengan kemampuannya meski hanya berbekal materi dan pengalamannya selama menjadi team leader.

Lomba presentasi untuk kategori individu belumlah usai, masih ada hari rabu dan kamis untuk kategori lainnya. Nantikan kelanjutan kisah perjuangan pelaku contact center untuk menjadi yang terbaik dalam ajang TBCCI 2015. Sampai jumpa besok…. ^_^

Pengumpulan Template/Materi Persentasi TBCCI 2015

Pengumpulan template/materi persentasi bisa dikumpulkan di Graha Seti , Jl KH Abdullah Syafei Kav A/19-20 Graha Seti Kebon Baru, Tebet Jakarta Selatan 12830 DKI Jakarta

Dengan format template sebagai berikut

NAMA_KATEGORI_SEAT_PERUSAHAAN
Contoh : AHMAD WAHYUDIN_AGENT INBOUND_<30_TELEXINDO

Terakhir Pengumpulan pada tanggal 30 April 2015

Terima Kasih .