Yang Muda Yang Bergelora,, #ucchhuuyyy

Hari ke-2 Presentasi Individual

Biru….Rabu….Seru…!!!!! Birunya langit Jakarta di hari Rabu membuat semangat kami para tim peliput semakin bertambah untuk kembali mencari berita dan memberikan informasi kepada kalian pembaca tentang keseruan hari ke dua presentasi individual TBCCI 2015. Hal ini pun seirama dengan yang kami lihat dari keceriaan panitia yang bertugas, para peserta dan supporter ketika kami sampai di dalam gedung Balai Kartini. Tanpa perlu menunda waktu, kami langsung menyiapkan peralatan perang kami untuk meliput rangkaian kegiatan hari ini.

Tim Liputan BDKI, Gedung Balai Kartini 6 Mei 2015. Judulnya seperti judul film zaman dulu, tapi maksudnya apa ya semangat banget nyebut nyebut yang muda yang bergelora, yaa untuk lomba individual hari ini berbeda dengan hari sebelumnya yang di ikuti oleh Manager, Supervisor, Team Leader, Quality Assurance dan Trainer yang notabene bukan rahasia umum jika yang mengikuti untuk kategori tersebut adalah mereka yang secara usia sudah lebih matang #nooffense .

Untuk lomba yang masih diadakan di Gedung Balai Kartini Jl. Gatot Subroto Jakarta kali ini, di ikuti oleh mereka yang masih berusia muda, mereka adalah pemuda pemudi berprestasi yang mengikuti kategori untuk level Agent. Jelas dong secara defacto atau bahkan dejure rata rata petugas call center itu masih muda muda. Penampakan “muda” terlihat jelas dari gaya penampilan, karakter saat berinteraksi, kostum yang digunakan dan seterusnya. Pemandangan ini jelas berbeda dibandingkan hari sebelumnya, sekarang peserta terlihat lebih charming, terlihat ekspresif, dan level percaya diri nya terlihat di titik maksimal. Ditambah kerumunan suporter masing masing peserta yang menambah keriuhan serta keramaian kegiatan The Best Contact Center Indonesia 2015 berlangsung.

Naahh,, mengenai kostum yang digunakan peserta kali ini sebetulnya cukup menarik perhatian peserta yang lain, sejauh mata memandang tim peliput CC Bank DKI melihat kostum yang cukup unik seperti kostum rocker yang mana peserta menggunakan kostum hitam dipadu padan dengan sepatu boot ala penyanyi rock masa lalu ditambah dandanan yang serba gothic, kemudian ada juga peserta yang kelihatannya siap ribet saat presentasi karena menggunakan salah satu kostum pewayangan khas indonesia, lalu ada juga yang menggunakan kostum ala tarzan si raja hutan, kostum ala ala tarzan ini menggunakan motif kulit macan, yah model modelnya seperti kostum ratu hutan yang digunakan Katty Perry di video clip “Roarr”, walaupun sepertinya si peserta kurang maksimal karena masih menggunakan leging senada warna kulit, mungkin maksudnya mau maksimal tapi karena takut kedinginan karena air conditioner jadi ya di tambahin leging deh, setidaknya jika dilihat dari jauh tidak terlihat menggunakan leging di bagian lengannya. Selanjutnya karena moment hari kartini masih hangat, ada peserta yang menggunakan kostum ala ala kartini, ada juga yang menggunakan kostum olahragawan, dengan memadu padankan kaos serta celana training ditambah sepatu running peserta terkesan sporty, sepertinya habis selesai presentasi si peserta pulang kerumah dengan jogging atau running, xi..xi..xi.. lalu kostum yang sering muncul atau sering digunakan seperti pakaian khas betawi, kemeja plus jas plus dasi ala ala eksekutif muda, seragam perusahaan warna warni khas perusahaan masing masing masih terlihat cukup dominan di gunakan oleh peserta kali ini.

By the way dari tadi bicarain kostum peserta aja nih, ada hal yang lebih menarik nih,, Para panitia pun punya kostum baru loh, di hari sebelumnya panitia terlihat menggunakan pakaian yang kelihatannya formal karena menggunakan baju batik, nah untuk hari kedua presentasi ini panitia terlihat lebih trendi dikarenakan menggunakan kaos lengan panjang dipadu padan celana serta sepatu yang catchy dan casual loh, ternyata panitia juga tidak mau kalah ya dengan peserta. #Panitiaanya #Cucok

Dan ada lagi yang baru di lay out balai kartini untuk perlombaan The Best Contact Center Indonesia 2015 di hari kedua yang mana sekarang background kegiatan yang biasa digunakan untuk mengabadikan gambar peserta dan para supporter sekarang ada di dua titik strategis, kami berfikir ini adalah langkah yang cerdas agar tidak banyak antrian oleh para pemuja narsistis yang menggunakan background kegiatan sebagai tema latar belakang mereka untuk mengabadikan moment tersebut.

Total peserta yang mengikuti lomba individual dihari ke dua kurang lebih sebanyak 178 peserta dari berbagai perwakilan perusahaan, adapun kategori yang dilombakan mulai dari agent premium >100, agent inbound seat <30, agent inbound seat >31-150, agent inbound seat >150, agent english >100, agent english <100, back office seat <30, back office seat 31-00, back office seat >150, dan agent sosial media. Adapun ruangan yang digunakan untuk kegiatan lomba hari kedua ini menggunakan 3 lantai Gedung Balai Kartini walaupun di tiap lantai nya tidak di gunakan semuanya oleh kegiatan The Best Contact Center Indonesia 2015.

Setiap peserta pastinya akan menyesuaikan waktu presentasinya sesuai jadwal yang sudah di berlakukan, petugas panitia dalam hal ini Bapak Andi Anugerah selaku “pemimpin tertinggi” di Indonesia Contact Center seperti sebagai koordinator lapangan kegiatan, karena beliau yang terlihat dan terdengar memanggil nama nama peserta sekaligus mereminder agar bersiap siap masuk ruangan. Sisanya panitia yang lain masih terus berusaha untuk menyukseskan kegiatan hari kedua presentasi terlihat dari sibuknya mereka. Bicara mengenai lay out tempat presentasi masih sama seperti hari sebelumnya belum ada perubahan dibandingkan hari kemarin. Tapi yang pasti berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya posisi lay out antara ruangan presentasi satu dengan yang lainnya lebih kondusif, sehingga lebih bisa meningkatkan fokus dan konsentrasi peserta yang melakukan presentasi dan juga juri dapat memberikan nilai bisa lebih baik lagi, dikarenakan dari perubahan lay out suara peserta dari ruangan sebelah bisa lebih terkondisikan dan tidak mengganu performance peserta atau pun juri.

Kami sempat mewawancarai Bpk. Marshal yang terlihat sangat ceria dengan berlangsungnya acara ini. “kerja keras panitia dan antusias para peserta sangat membuat saya terkagum, dari pakaian yang terlihat dan senyum ceria mereka bisa kita ketahui bahwa mereka sangat senang dengan ajang ini. Dan saya pun berharap bahwa acara ini akan terus berlangsung dan semakin inovatif dalam setiap tahunnya”, tutur Marshal sebagai salah satu dewan juri di ajang ini.

Kami yakin bahwa doa dan harapan dari Bpk. Marshal akan di aamiini oleh seluruh pencinta ajang TBBCI 2015 ini. Karena bukan tidak mungkin akan terjadi rotasi di tahun depan, semisal yang sekarang masih jadi supporter, di tahun depan akan menjadi peserta atau mungkin yang sekarang masih di level agent untuk tahun depan sudah mengikuti category SPV atau Manager, begitu pun yang sekarang ada di level manger, di tahun depan sudah menjadi juri.. Woooowwww…. aamiiin aamiin..

Tetap semangat,, Selamat Berjuang.. Dan Selamat Jalan-jalan

Hangat dan Semarak, The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld di Tengah Kemeriahan The Best Contact Center Indonesia 2015

AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center Indonesia 2015

Balai Kartini di Pagi Hari.
Hari kedua, kompetisi sesi presentasi Contact Center Indonesia 2015, Rabu, 6 Mei 2015, makin memanas. Terlihat jelas dari antusiasme peserta yang telah datang dengan persiapan maksimal. Area ballroom Raflesia, Balai Kartini Jakarta kian riuh dengan kehadiran peserta kompetisi beserta supporter-nya masing-masing. Kehadiran para supporter ini selain memberikan dukungan moril bagi peserta, juga menambah semarak suasana kompetisi.

Parade Kostum.
Para peserta berlomba-lomba tampil maksimal. Tak cukup mempersiapkan materi presentasi, beberapa peserta juga mengenakan kostum unik untuk menunjang penampilan saat menyajikan materi. Di hari kedua sesi presentasi individual terlihat peserta yang mengenakan kostum-kostum yang menarik perhatian. Mulai dari kostum ala Tarzan, tokoh di film Maleficent, superhero, wayang orang, dalang, sampai pakaiaan khas beberapa daerah di Indonesia. Ada juga yang tetap berpenampilan formal dengan mengenakan setelan jas. Peserta berkostum unik ada yang terlihat agak kerepotan dengan kostum yang dikenakan, namun tetap menikmati penampilan yang berhasil mereka suguhkan.

Bukan tanpa alasan para peserta mengenakan kostum unik ini. Karena salah satu penilaian pada sesi presentasi kali ini adalah kesesuaian antara kostum yang digunakan dengan materi presentasi yang dibawakan. “Untuk presentasi kali ini, semua peserta memang disarankan menggunakan pakaian tematik sesuai materi presentasinya dan akan menjadi salah satu kriteria penilaian,” jelas Susan Amelia, salah satu perwakilan AstraWorld untuk kategori Back Office. Saat tampil untuk presentasi, Susan mengenakan baju adat Minangkabau, sehingga teman-temannya memanggilnya dengan sapaan Uni Susan.

Rekan Susan dari AstraWorld, Nietzsche Farenny yang akrab dipanggil Renny, mengenakan kostum penjual es krim untuk menunjang presentasinya. “Hari ini kami harus tampil all out supaya bisa menarik perhatian juri. Salah satu caranya dengan dandanan unik seperti ini,” terang Renny yang mewakili AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center 2015AstraWorld di kategori Agent Inbound.

Astrini Yuditya, peserta kategori Agent English berhasil menarik perhatian juri. Ditemui usai melakukan presentasi, Astri panggilan akrab Astrini, menuturkan salah satu juri sempat berkomentar kalo kostumnya lucu.

“You are so cute”, kata Astrini menirukan ucapan salah satu juri. Astri tampil menggemaskan menyerupai tampilan anak kecil dengan rambut dikuncir dua, mengenakan celana overall, dan mengalungkan botol minum plastik yang sering digunakan pelajar taman kanak-kanak.

Riuhnya Para Supporter.
Jika para peserta bertarung di materi presentasi dan keunikan kostum yang digunakan. Supporter dari masing-masing perusahaan pun tak mau kalah. Sejak pagi suasana ruang tunggu di depan Ballroom Rafflesia riuh dengan para supporter. Beragam atribut mereka bawa dan gunakan untuk menyemangati para peserta yang berkompetisi. Balon tepuk aneka warna, bendera warna-warni, turut menyemarakan dan meramaikan suasana kompetisi.

Suasana makin semarak saat tiap suporter yang mendukung juga tidak mau kalah satu sama lain dalam memberikan dukungan. Tepuk tangan, yel-yel, dan sorak sorai seolah terus berkaitan tak ada habisnya. Saat peserta kompetisi akan memasuki atau keluar dari ruang presentasi, yel-yel dan sorak-sorak penyemangat mengiringi langkah para peserta.

It’s Show Time
Hari kedua sesi presentasi, atau hari ketiga seleksi individu, diikuti sekitar 179 peserta yang telah berhasil melalui seleksi awal berupa tes tertulis. Hari ini mereka berkesempatan menunjukkan kepiawaian mereka, meyakinkan para juri bahwa mereka layak menjadi yang terbaik dibidang contact center. Mereka berlomba menjadi yang terbaik untuk kategori Agent Inbound, Agent English, Agent Premium, Agent Social Media, dan Back Office.

Tepat pukul 09.00, kompetisi dimulai. Panitia yang bertugas di Ballroom Raflesia mulai memanggil nama-nama peserta yang harus memasuki ruang presentasi. Suara panggilan dari panitia seakan-akan berlomba-lomba dengan riuhnya suara peserta dan supporter di ruang tunggu Ballroom Rafflesia.

Para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 mulai memasuki arena kompetisi, yang tersebar di tiga tempat. Ballroom Rafflesia, Ruang Cempaka dan Ruang Anggrek. Suasana sedikit berbeda terjadi di ruang Anggrek dan Cempaka yang juga menjadi tempat berlangsungnya kompetisi. Kedua tempat yang berada di lantai 2 dan 3 Balai Kartini memang tak semeriah Ballroom Rafflesia. Peserta dan supporter tidak sebanyak di Ballroom Rafflesia.

Para peserta diberi waktu terbatas untuk menyajikan materi mereka di hadapan para juri. Hanya 15 menit untuk kategori agent. Waktu tersebut sudah mencakup presentasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan undian. Setiap peserta diharuskan menjawab pertanyaan undian yang diambil sendiri oleh setiap peserta dari dalam fishbowl.

Keluar dari ruang presentasi, berbagai ekspresi terpancar. Ada wajah yang masih menyisakan ketegangan, ada pula yang keluar dengan wajah lega dihiasi senyum optimis. Umumnya merasa lega usai presentasi.

“Lega rasanya, dan Alhamdulillah lancar presentasinya. Meskipun ada juri yang tampak dingin dan cuek saat saya presentasi,” ungkap Rani Apriantini, salah satu peserta kategori Agent Inbound Seat > 150.

Peserta yang keluar dari ruang presentasi mendapat sambutan meriah dari para pendukungnya. Suasana makin siang makin meriah Tak hanya peserta yang akan berlomba, para pendukung yang datang menyemangati pun juga ikut merasakan ketegangan yang sama. Raditya, salah satu pendukung tim AstraWorld, mengaku ikut tegang menunggu wakil-wakil AstraWorld keluar ruangan presentasi.

“Sebagai pendukung pastinya kami merasa ikut tegang. Apalagi ini pertama kalinya AstraWorld ikut The Best Contact Center Indonesia dan harus melawan perusahaan-perusahaan lain yang sudah berpengalaman. Namun kami yakin setiap dari mereka yang terpilih adalah yang terbaik. Kami tentunya berharap AstraWorld bisa memperoleh hasil maksimal di ajang The Best Contact Center Indonesia tahun ini,” kata Raditya

Keakraban Panitia dan Peserta.
Menjelang istirahat makan siang, kejadian tak biasa terjadi antara panitia dan peserta The Best Contact Center Indonesia 2015. Andi Anugrah, Direktur Telexindo yang menjadi penanggung jawab acara, tiba-tiba mengajak menyanyi para peserta yang menunggu di depan Ballroom Rafflesia. Berperan sebagai dirigen, Pak Andi begitu beliau biasa dipanggil, memberikan aba-aba kepada peserta untuk menghilangkan kejenuhan dengan menyanyikan lagu-lagu yang saat ini sedang hits.

AstraWorld - The Best Contact Center Indonesia 2015

Tak hanya mengajak menyanyi, menjelang akhir acara di hari kedua sesi presentasi, Andi Anugrah juga berbincang-bincang dengan salah satu supporter yang datang untuk mendukung kekasihnya. Dengan nada bercanda, Andi Anugrah pun menanyakan hubungan antara sang supporter dengan kekasihnya.

“Jadi kapan pacarnya dilamar?” tanya Andi Anugrah
“Sudah dilamar, Pak. Akhir Mei nanti akan dilangsungkan resepsinya,” jawab sang supporter.

Peserta dan supporter yang berada di Ballromm Rafflesia pun tidak dapat menahan tawa. Beberapa diantaranya bahkan bertepuk tangan menyaksikan adegan tersebut.

Tak berapa lama usai percakapan Andi Anugrah dengan sang supporter, kekasih yang ditunggu-tunggu keluar dari ruangan. Senyum tersungging di bibir sang supporter dan kekasihnya. Saksi mata yang berada di ruang tunggu Ballroom Rafflesia kembali bertepuk tangan menyaksikan adegan ini. Kali ini tepuk tangannya lebih meriah.

Balai Kartini Menjelang Senja.
Menjelang pukul 16.00 WIB sesi presentasi hari kedua usai sudah. Masih ada hari esok yang akan menjadi hari ketiga sesi presentasi sekaligus penutup seleksi individual The Best Contact Center Indonesia 2015.

Stay Tune & Wish Us Luck 🙂

AstraWorld - Partisipan The Best Contact Center 2015

Baca perjalanan kami di hari hari sebelumnya:

Lain Babak, Lain Cerita

Balai Kartini, Jakarta 6 Mei 2015 – Terik matahari mengantarkan senyum penuh gairah dan semangat para peserta The Best Contact Center Indonesia 2015 (TBCCI 2015). Masih di acara yang sama, ajang prestasi TBCCI 2015 yang diselenggarakan oleh ICCA–Indonesia Contact Center Association–ini masih berlanjut. Ujian presentasi dalam pemilihan calon juara TBCCI memang berlangsung selama tiga hari sejak dimulai pada Selasa, 5 Mei 2015 kemarin. Jika pada hari sebelumnya adalah jadwal presentasi untuk kelompok supervisor, team leader, quality assurance dan trainer, kali ini merupakan waktu unjuk diri bagi kelompok peserta yang lain. Pada tahap kedua di hari ke dua ini, para peserta yang berjumlah lebih dari 100 orang dengan bangga dipercaya untuk mewakili perusahaan masing-masing. Adapun untuk nama-nama perusahaan yang ikut serta mengirimkan orang terpilihnya adalah perusahaan besar di Indonesia. Babak berikutnya masih dengan jenis ujian yang sama, yakni presentasi diri. Lantas apa yang berbeda? Perbedaannya adalah kelompok peserta yang hadir. Kategori Agent Inbound, Agent Premium, orang-orang yang berjibaku di bagian Back Office, dan Agent Social Media.

Rofiq Indra Suksmana, peserta dari PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
Rofiq Indra Suksmana, perwakilan peserta Back Office dari PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
Fenni Fabrina, peserta dari PT. Holcim Indonesia, Tbk
Fenni Fabrina, peserta dari PT. Holcim Indonesia, Tbk. sebagai peserta Agent Inbound
Hanif Ardiawan, peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai agent social media
Hanif Ardiawan, peserta dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai agent Social Media

Jumlah peserta dengan kategori berbeda ini memang tidak sama dengan tahap sebelumnya. Memang tidak lebih sedikit, justru lebih banyak dari sebelumnya. Sejak pagi para peserta mengisi daftar kehadiran untuk memastikan bahwa namanya betul-betul terdaftar atau dengan kata lain, tidak gugur saat ujian, dan mendapatkan jadwal presentasi berikut ruang ujiannya. Agent dari berbagai perusahaan itu juga mengangkat ragam tema seperti yang lainnya. Jenisnya sungguh tak kalah menarik. Tak kalah menariknya adalah jenis tema yang dipilih lebih berani dan kreatif. Sejak pagi sudah tampak peserta yang sudah berpakaian lengkap sesuai dengan tema. Apa sajakah? Ada yang berpakaian dan berpenampilan a la tokoh film Tarzan, pengusaha muda, pramugari, wanita Jepang dengan kimononya, sampai seperti salah satu tokoh film Matrix. Tema yang diangkat para peserta juga menunjukkan kreativitas yang berbeda-beda, mulai dari tema adat budaya seperti tokoh dalam kebudayaan Sunda sebagai Nyi Iteung, tema petualangan dengan berpakaian layaknya seorang petualang, budaya Jepang, film Matrix, perawat, dan lain-lain.

Salah satu peserta yang mengangkat tema unik adalah Fenni Fabrina, agent inbound yang mewakili PT. Holcim Indonesia, Tbk. Saat ditanya mengenai waktu persiapannya, ia hanya menjawab singkat, “Sebentar. Nggak sampai satu bulan.” Ia memilih tema mistis untuk dibawa saat presentasi. Penampilannya turut mendukung tema yang diangkat, terlihat jelas dari pakaian serba hitam legam berbentuk jubah panjang. Fenni memperkuat temanya dengan membawa tongkat hitam bak tokoh jahat dunia hitam yang sering muncul di film khayalan. Tak hanya tongkat sihir, perempuan berjilbab itu juga melengkapi penampilannya dengan mengenakan tutup kepala bertanduk seperti gambaran tokoh iblis. Totalitas!

Masih berwarna hitam-hitam, adalah Hanif Ardiawan, seorang agent social media dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk., dengan mengambil tema futuristic, pria bertubuh tinggi ini berpenampilan menyerupai salah satu tokoh Matrix untuk dibawa dalam presentasinya. Ungkapan rasa lega tampak jelas saat ia selesai melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Berkali-kali ia menyeka keringatnya selepas keluar dari ruang presentasi sambil bercerita singkat terkait persiapannya yang juga tidak lebih dari satu bulan.

Suasana kali ini terlihat lebih santai sejak pagi sampai dengan sore hari, terbukti dengan adanya sorak sorai dari kawan-kawan tim yang turut hadir untuk memberikan dukungan. Dari kejauhan pun terdengar suara riuh para pendukung yang berseru memberikan semangat pada rekannya yang akan maupun selesai presentasi. Pendukung paling ramai adalah tim dari PT Pertamina (Persero). Tak hanya berseru, mereka juga membuat bunyi-bunyian menggunakan balon-balon berwarna merah yang saling diadukan hingga menimbulkan suara riuh yang menggema di ruangan Balai Kartini. Setiap kali ada rekan tim yang keluar dari ruang ujian, sontak mereka langsung bersorak dengan tak henti-hentinya memukulkan balon satu dengan balon lainnya hingga membuat suasana kian ramai untuk terus membakar semangat satu sama lain. Tim pendukung dari PT. Pertamina (Persero) ini tak hanya ramai karena suara-suaranya, melainkan juga mereka menunjukkan kekompakkan dengan berpenampilan berbeda dari yang lain. Jika sebagian besar tim pendukung lain memakai pakaian identitas perusahaan, tim dari Pertamina ini juga mengenakan seragam Pertamina, namun yang membuatnya lebih berbeda dari yang lain adalah tampilan dengan menambahkan rambut palsu berwarna-warni lengkap dengan styrofoam bertuliskan ‘Pertamina’.

Tim pendukung PT. Pertamina (Persero)
Tim pendukung PT. Pertamina (Persero)

Meskipun banyak pendukung yang berusaha menyemangati, tak lantas menghilangkan kegugupan para peserta presentasi. Dengan usaha untuk mengurangi dan menghilangkan rasa gugup karena akan memasuki ruang presentasi, mereka juga tetap harus menjaga ‘keutuhan’ tema yang akan mereka tunjukkan. Materi presentasi juga tetap harus mampu mereka sajikan dengan sempurna di hadapan para juri yang sudah berpengalaman. Tak sedikit yang bolak-balik ke kamar kecil, entah betul karena ingin buang air kecil atau untuk menghilangkan rasa gugup yang tak kunjung hilang.

Tidak hanya karena dewan juri yang berkualitas dan menguasai betul bidang layanan informasi pelanggan yang membuat nyali para peserta naik turun, jumlah dewan juri yang menguji pun mempengaruhi. Menurut pengakuan para peserta, dalam setiap ruang ujiannya, dewan juri yang memberikan penilaian berjumlah kurang lebih sepuluh dewan juri. Raut wajah para juri juga berperan utama dalam menggoyang mental, kemantapan dan keyakinan para peserta.

Saat keluar dari ruang presentasi, ada peserta yang menunjukkan ekspresi lega, senang, dan lepas. Mereka sangat bahagia karena mampu menjalani ujian presentasi dengan lancar dan tanpa hambatan. Selama berlangsungnya presentasi, peserta mampu menyajikan dengan baik tanpa kendala yang berarti. Para juri ada yang terlihat kagum dan memberikan penghargaan langsung seperti memberikan senyuman sembari bertepuk tangan, bahkan pelukan dari para juri usai presentasi ditutup oleh peserta. Bentuk penghargaan yang mungkin tampak sederhana, namun siapa sangka hadiah kecil tersebut mampu membangkitkan semangat dan keyakinan diri bagi para peserta. Alhasil, para peserta keluar dari ruang ujian dengan tangis haru bercampur senyum bahagia.

Walaupun terdapat kendala pada saat presentasi, ada juga peserta yang tetap percaya diri dan bersemangat, bahkan terlihat santai. Hal ini dikarenakan mereka merasa sudah cukup berusaha memberikan yang terbaik dalam ajang prestasi TBCCI 2015 ini. Berbicara tentang kendala pada saat presentasi, rupanya tak sedikit peserta yang mengalami hal serupa. Akibatnya, ada beberapa peserta yang tiba-tiba terdiam, lemas dan menunjukkan wajah sedih, tidak yakin, dan bahkan menangis. Pasrah

Menurut keterangan yang disampaikan oleh beberapa peserta yang enggan disebutkan namanya, hambatan pada saat presentasi muncul akibat gangguan teknis terkait sarana dan prasarana di ruang ujian presentasi. Contohnya, ada peserta yang harus menghentikan presentasi karena slide powerpoint tidak bergerak atau berjalan sebagaimana mestinya. Ada juga yang menyayangkan terjadinya kendala presentasi yang lain seperti musik dan video yang tidak terdengar atau tidak muncul. Hal-hal tersebut membuat para peserta patah semangat dan sangat tidak yakin akan lolos.

Setelah ujian presentasi selesai, para peserta sedikit demi sedikit meninggalkan Balai Kartini dengan perasaan yang bercampur aduk. Akhirnya ujian berhasil dilalui walau ada kendala yang memang harus dihadapi. Bagaimanapun hasilnya, usaha terbaik telah dilakukan oleh para peserta. Kini para pejuang contact center ini tinggal menunggu hasil penilaian juri.

Totalitas Tanpa Batas

(BCA) Awan berkeliaran nakal di langit Jakarta, rona jingga dari baliknya menantang pencari nafkah untuk berangkat lebih pagi dari rumah untuk menyambung hidup anggota keluarga. Asap-asap dari ribuan kendaraan bermotor memaksa untuk sedikit menahan nafas demi umur yang lebih panjang. Perjuangan hidup tidaklah mudah, hal ini mengingatkan kami akan pertempuran para calon jawara di ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015. Menyusuri hari demi hari, perjuangan presentasi individu bagi peserta kategori Agent English, Agent Inbound, Agent Premium, Agent Social Media dan Back Office. Yaahh… tanggal 6 Mei 2015 merupakan panggung TBCCI 2015 bagi mereka. Perhelatan ini cukup menyedot perhatian banyak pelaku contact center, baik peserta yang dikirim perusahannya, pendukung yang datang langsung ke balai kartini maupun pendukung yang berada di kantornya masing-masing.

Gegap gempita para pendukung patriot TBCCI 2015 terdengar hingga ke seantero kota Jakarta, memacu perjalanan kami untuk lebih cepat tiba di Balai Kartini yang berlokasi di jalan Gatot Subroto kavling 37, Jakarta Selatan. Lokasi yang memang sudah dipilih hampir setiap tahun untuk mengadakan ajang TBCCI 2015 oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) terlihat sepi dari luar. “Apa mungkin kami datang terlalu pagi?” Tanyaku dalam hati ketika mobil yang kami tumpangi memasuki gerbang balai kartini. Waktu memang baru menunjukan pukul 06.30 WIB tapi kami sudah tidak sabar ingin menyaksikan satu persatu orang yang berdatangan ke lomba ini. Pintu kaca gedung megah ini langsung dibukakan oleh seorang security lobby setelah mengucapkan selamat pagi dan melemparkan sebuah senyum semangat, tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan tersebut.

Warna Warni Hari Kedua TBCCI 2015

Astagaahhhh… benar saja, begitu kami menginjakkan kaki di lantai pertama gedung mewah ini sorak sorai para pendukung peserta TBCCI 2015 tak terkendali bagai banjir yang melanda ibu kota Jakarta. Belum lagi atribut yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari. Para pendukung yang datang dari semua perusahaan ini tidak ingin kalah “cetar” dengan jagoan yang selalu mereka sebut-sebut namanya. “Platinum…. Platinum…. Platinum….” teriakan mereka kompak. Para pendukung “norak” (baca: ajaib) sengaja dikirim oleh perusahaan-perusahaan yang mengirimkan wakil peserta lomba di ajang TBCCI 2015. Tidak dipungkiri lagi suntikan semangat dari para pendukung ini membuat peserta lomba yakin dengan apa yang akan dipresentasikan hari ini. “kerjaan ajah saya tinggalin mba, demi mendukung teman saya” celetuk salah satu suporter yang memegang balon tepuk ditengah kerumunan pendukung lainnya.

 

 

Limited Edition T-Shirt
Limited Edition T-Shirt

Berbeda dengan hari pertama, para panitia lomba TBCCI 2015 yang kali ini mengenakan kaos abu-abu lengan panjang terlihat sibuk mempersiapkan ”perintilan” lomba di meja registrasi. Meja berbalut kain hijau yang sudah digunakan sejak hari pertama menyimpan nama-nama berbeda di hari ini, begitu juga papan pengumuman jadwal presentasi. Namun kali meja registrasi dipindahkan lebih dekat dengan ruang presentasi yang masih berada ruang Rafflesia Grand Ballroom guna memudahkan jalannya lomba. Meski ini hari kedua lomba presentasi individu, namun para panitia sama sekali tidak terlihat lelah. Senyum berjabat senyum terus mengembang dengan para suporter, juri dan para peserta lomba presentasi individu yang melakukan registrasi ulang sebelum nama mereka dipanggil. Tidak salah panitia yang dipilih memang kumpulan orang-orang ramah, sigap dan apik untuk mengurus administrasi lomba TBCCI 2015. Tidak hanya mengurus registrasi ulang, di meja yang diatur berjejer para panitia juga menjual souvenir berupa kaos berlengan panjang dengan 2 pilihan warna yaitu abu-abu dan putih. Kaos yang bertuliskan The Best Contact Center Indonesia 2015 sudah disiapkan dengan bermacam ukuran mulai dari S sampai XL bisa didapatkan para suporter atau peserta hanya dengan membayar Rp 85.000,- saja.

Setelah mengecek nama, membubuhkan tanda tangan, para peserta mulai melakukan persiapan diri. Ada yang langsung make up, entah itu yang bawa make up sendiri, didandani temannya, bahkan ada yang “buka salon” di pojok-pojok ruangan. Ada yang menyiapkan template dan alat peraga, ada yang menyiapkan busana, bahkan ada yang sarapan dulu. Ditengah kesibukan para peserta menyiapkan diri kami menjumpai salah satu peserta yang sudah rapi datang sebelum jam 6 pagi, Selvi, begitu dia biasa disapa teman-temannya. Dengan ramah Selvi menceritakan kisah perjalanannya pagi ini menuju Balai Kartini,

Pejuang Contact Center BCA
Pejuang Contact Center BCA

“Rumah aku kan di Bintaro, rencananya jam 05.30 WIB aku mau ke kantor aku dulu yang di Serpong. Ternyata mobil yang disiapin dari kantorku itu baru berangkat dari Serpong jam 6an. Belom lagi mobilnya itu ke kantor yang di Slipi dulu buat jemput teman aku juga, baru ke Balai Kartini. Kan muter-muter?!? Pusing pala Barbie akhirnya aku naik taksi ajah langsung ke Balai Kartini cuuzzz….” tutur Selvi. Pemilik nama lengkap Selvi Khairuman ini terlihat santai meski dijadwalkan akan presentasi pagi ini juga karena memang ini sudah kali ketiga wanita cantik ini mengikuti ajang TBCCI. Ketika ditanya soal konsep wanita ini menjelaskan “elegan donk kakak, aku kan kategorinya agent premium” jawab wanita yang mengenakan seragam customer service warna kuning dari Bank Central Asia. Sambil membenarkan rambutnya yang ditata layaknya customer service profesional Selvi masih melanjutkan ceritanya ”Pas aku mau bayar kan aku cuma bawa uang cepe’ (baca: seratus ribu rupiah) bapaknya tu gak ada kembalian, padahal argonya cuma Rp 49.100,- yaudah aku kasih semua ajah… Itung-itung perjuangan kak hehe…”. Selvi yang kesehariannya bekerja sebagai customer service premium di contact center HaloBCA tidak gentar sedikit pun meski melihat lawan-lawannya yang juga tidak kalah siap, “Yang penting jadilah pemenang disetiap tahapan, hasil akhir serahkan sama yang di Atas” prinsip Selvi.

Entah apa yang ada di benak para peserta hari ini, sulit menebak perasaan yang disembunyikan di balik raut wajah yang tergambar dengan mimik muka senyum, tegang, gembira, panik dan santai. Kostum-kostum yang mereka kenakan pun semakin anti mainstream, ada yang mengenakan kostum kebaya, ibu peri, super hero, malefacient, badut, bahkan ada yang mengenakan kostum sri kandi. Alat peraga pun tidak kalah penting, ada yang membawa gitar, i-tree, knowledge board, cokelat dan lain-lain. Tidak kalah dengan para peserta para suporter hari ini pun lebih “brutal” dari hari pertama, mulai dari mengenakan baju seragam, membawa balon tepuk, wig warna-warni, bahkan sampai meneriakkan yel-yel yang tak henti-henti.

Menjelang siang para juri, peserta dan suporter diberi kesempatan 60 menit untuk menikmati makan siang mereka. Ada yang bawa makan siang dari rumah, delivery service, ada yang disiapkan dari perusahaannya bahkan ada juga yang “melipir” ke kantin balai kartini. Peserta yang menikmati makan siang di balai kartini dihibur oleh Pak Andi selaku ketua pelaksana ajang TBCCI 2015, beliau mengajak para peserta dan suporter bercanda dan bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan suasana lomba. Pemilik nama lengkap Andi Anugrah ini terlihat akrab ketika bernyanyi bersama dengan para suporter dari salah satu perusahaan. “Ayo siapa lagi yang mau menyumbangkan lagu, lagunya boleh apa saja…” Pak Andi menawarkan, yang disambut baik oleh salah satu peserta dari Bank Central Asia, David Pandapotan yang baru saja menyelesaikan presentasinya. David menyanyikan lagu berjudul Cintaku yang dipopulerkan oleh Chrisye memang memilik suara yang tidak biasa. Bagaimana tidak, pria ini merupakan salah satu anggota Voice Of Halo (VOH) yang sudah sering menjuarai kompetisi bahkan pernah menjadi artis INBOX, salah satu acara musik di stasiun tv swasta.

 

Ada Artis INBOX di Balai Kartini
Ada Artis INBOX di Balai Kartini

Setelah memberi jatah makan siang untuk cacing yang sudah mulai memberontak, kami melanjutkan penelusuran ke setiap sudut ruangan. Meski matahari semakin terik, baik para peserta dan suporter semakin membanjiri Balai Kartini. Perhatian kami pun tertuju kepada salah seorang peserta yang berada di depan meja registrasi juri, terlihat peserta tersebut sedang berdoa bersama atasannya dan rekan-rekan kerjanya. Peserta yang mengenakan kostum badut tersebut terlihat sangat lucu, kami pun sempat harus menunggu untuk bisa mewawancarainya karena kerumunan para pendukung yang mengajaknya berfoto-foto. Much Chairun Muchid atau yang biasa disapa dengan Chairun, mengenakan baju badut perpaduan warna kuning dan hijau, layaknya seorang badut berperut buncit, lengkap dengan rambut warna hijau dan sandal keropi yang sepadan.

 

Kreatifitas Tanpa Batas
Kreatifitas Tanpa Batas

Pria asal Semarang yang mewakili Perusahaan Telkom ini sangatlah unik. Ketika ditanya mengapa menggunakan kostum badut, pria kelahiran 08 Des 1991 ini menjawab bahwa karakter yang melekat pada badut merupakan representasi dirinya sehari-hari lucu, unik, dan menggemaskan serta disukai banyak orang. Chairun mewakili perusahaannya dan bergabung di kategori agent inbound >100, langsung diterbangkan oleh perusahaannya dari Semarang sejak tanggal 26 April 2015, menginap sampai dengan hari ini di camp yang terletak di kota Bogor. Kami sempat menyinggung hasil tes tulis yang didapatkan oleh Chairun, ternyata pria jenaka ini berhasil berada di peringkat 3, hebatnya lagi persiapan yang Chairun lakukan terbilang cukup untuk menjadi bekal menghadapi ajang TBCCI ini yaitu selama sebulan penuh selalu berlatih presentasi dan juara tes tulis. Dan ketika disinggung siapa pesaing terberat di kategorinya, Chairun menjawab, “untuk pesaing terberat masih dari bendera biru”. Sebelum pamit, Chairun menggengam tangan kami untuk bersalaman dan menitip doa pada kami, terlihat ketegangan yang dia alami, sampai – sampai telapak tangannya terasa begitu dingin ditangan kami. Do the best Chairun, good luck guys…

Tinggal 1 hari lagi lomba presentasi diadakan, besok tidak akan kalah seru dari hari ini, masih ada categori customer service walk in, work force management, IT support dan lainnya. Hari ini cukup bersemangat, seperti namanya Balai Kartini, di dalam gedung sangat terasa aroma perjuangan, layaknya Ibu Kartini yang berjuang untuk bangsa dan negara, mereka berjuang untuk perusahaan mereka masing-masing, semoga hasil terbaik bisa diperoleh oleh para peserta yang sudah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran mereka. Tetap semangat! ^_^