Tukang Mie Ayam Sampai Bill Gates: Kekuatan Pagi Itu.. Maha Dahsyat

Sering melintas di Jalan Raya TB Simatupang? Terutama lintasan jalan yang menuju ke arah Pasar Minggu, dari arah Cilandak. Di situ, setiap pagi ada tukang jualan mie ayam, yang bisa dibilang tidaklah sangat ramai pembeli, pun tidak sedikit pelanggannya. Betul sekali, dia tidak miskin pelanggan tapi tidak pula membludak oleh yang ingin beli. Yang pasti, rasa mie ayam yang disuguhkan Bapak Penjual, memang mantap.

Para peserta dari BICARA 131
Para peserta dari BICARA 131

Tapi eits..! Mohon maaf, BICARA 131 tidak memusatkan perhatian pada lokasi tepatnya si penjual mie ayam tersebut. Juga tidak memaparkan rasa mie ayam itu secara lebih terperinci. Karena tulisan ini bukan ajang jualan mie ayam ala BICARA 131. Bila penasaran dengan mie ayam tersebut, baiknya tanyakan orang-orang di sekitar situ yang tentu sudah mengenalnya. Yang ingin BICARA 131 ungkap, adalah prinsip si Bapak Penjual mie ayam, yakni kenapa harus pagi-pagi buta dia berjualan, “Tapi ternyata pagi-pagi begini pembeli sudah banyak ya Pak?”

“Ya, karena ini adalah jaminan dari Dia. Siapa yang ragu dengan jaminan dari Yang Maha Kaya?” ungkap di Bapak Penjual sambil meracik mie ayam.

“Saya bingung Pak, jaminan apa?”

“Hehe, saya cerita saja ya, sambil saya melayani pembeli.”

“Silakan Pak, jangan direpotkan oleh pertanyaan saya. Cuma saya penasaran jadinya. Saya cuma iseng saja, karena biasanya tukang mie ayam buka siang.”

“Jadi begini, anu Dik, saya itu, bla, bla, bla …….”

Si Bapak Penjual pun bercerita cukup panjang tentang bangun pagi. Dan singkat cerita, pada intinya apa yang dia ceritakan memang telah dibuktikan oleh banyak orang sukses tingkat atas dunia, seperti Bill Gates, Raja Fahd bin Abdul Aziz, hingga yang paling dekat dengan rakyat Indonesia, Presiden Joko Widodo. Menurutnya, awal pagi adalah saat dimana sumber kekuatan terbuka luas. Si Bapak Penjual menerangkan melalui tilik ajar Islam, karena kebetulan dia muslim.

“Karena duapertiga malam menjelang matahari terbit, Allah turun menyapa mahlukNya dengan caraNya yang Maha Hebat. Saya selalu bangun di duapertiga malam. Sebelum bekerja, terus terang saja, kadang saya shalat malam dan berdoa meminta kepadaNya, kadang tidak. Tergantung situasi dan kondisi diri ini. Kalau tidak capek, saya melakukan itu. Tapi kalau capek, saya tidak. Tapi yang pasti, menurut saya berdasarkan apa yang saya alami, Allah senang disambut oleh mahlukNya. Mereka yang berkorban untuk berupaya terjaga dari tidur nyamannya ketika Dia datang di duapertiga malam, mungkin menurut saya, dianggap Allah sebagai upaya menyambutNya. Itulah sebabnya mereka yang bangun lebih awal bersama denganNya hingga matahari terbit, kerap mendapat kekuatan tersendiri.”

Namun apa kekuatan yang dimaksud? Apakah kekuatan finansial? Bila memang finansial, seharusnya tukang mie ayam itu kaya raya. Bila kekuatan fisik, seharusnya dia tak perlu jadi tukang mie ayam, tapi jadi saja pasukan khusus yang perkasa di segala medan. Nah lalu apa kekuatan yang dimaksud si Bapak Penjual?

“Kekuatan yang saya rasakan, yang sangat dahsyat adalah saya dan anak buah saya di sini, belum pernah jatuh sakit. Anda lihat sendiri, kami tidak pernah tutup, tidak pernah mengecewakan pelanggan yang sengaja datang ke sini pagi-pagi dan berharap kami buka. Kekuatan kedua, seperti yang Anda lihat, dalam sehari, 15 mangkok adalah niscaya. Padahal banyak tukang mie ayam lain yang berharap sehari 5 mangkok saja sudah senang. Kenapa kok ada saja pembeli mie ayam di pagi hari? Saya tidak tahu, karena itu datang dari Allah, saya tidak mengaturnya. Dan kekuatan-kekuatan lainnya yang saya simpulkan adalah berkat kekuatan pagi,” papar sang penjual.

Percaya atau tidak, apa yang dia ucapkan juga merupakan prinsip hidup Bill Gates, Raja Fahd, Jokowi dan orang sukses lainnya. Bahwa siapapun yang bisa meraih kekuatan pagi, niscaya banyak manfaatnya. Bank Indonesia pun sama, tidak akan menyia-nyiakan kekuatan pagi.

Pada ajang kompetisi The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2015, tentang kekuatan pagi ini salah satu peserta dari Bank Indonesia Call and Interaction (BICARA) 131 Irfan Rahman menjelaskan kepada para dewan juri. Perlu diketahui, para peserta mempresentasikan paparannya masing-masing sesuai dengan pertanyaan yang didapatnya dari fishbowl yakni kumpulan pertanyaan di dalam sebuah wadah kaca. Irfan Rahman mendapat fishbowl yang menanyakan kepadanya tentang apa manfaat datang pagi ke kantor.

Indri Kaniasari (kiri) dan Irfan Rahman (kanan)
Indri Kaniasari (kiri) dan Irfan Rahman (kanan)

Menurut Irfan, selain untuk tanggung jawab diri terhadap pekerjaan, juga menjaga prestasi yang disuguhkan oleh Bank Indonesia, yaitu insentif kehadiran. “Kami di tim BICARA 131 sangat senang dengan adanya insentif kehadiran bagi mereka yang datang lebih awal. Ini adalah wujud menghargai bentuk upaya seseorang. Insentif ini juga ibarat rejeki khusus,” ungkapnya sumringah.

Demi Pelanggan

Ulasan di atas adalah sekelumit manfaat yang didapat dari ajang kompetisi TBCCI 2015. Ini adalah tulisan ketiga yang kami ‘racik’ dari banyak hal-hal menarik dan bermanfaat yang terjadi dari ajang ini. Pada hari kedua ajang presentasi individu TBCCI 2015, masih seperti kemarin para peserta memaparkan segala hal yang berkaitan dengan job description mereka, di perusahaan masing-masing. Namun bila kemarin pesertanya adalah mereka yang di level Trainer, Team Leader (TL) Inbound, Manager Inbound, Supervisor (Spv), dan Quality Assurance (QA), hari ini pesertanya adalah Agent Inbound, Agent Premium, Agent English, Agent Social Media, dan Back Office.

Mereka mempresentasikan di hadapan dewan juri dengan cara-cara unik. Salah satu yang menarik perhatian di Balai Kartini, Jakarta Selatan, tempat ajang TBCCI 2015 dihelat, adalah munculnya sesosok pemuda berjubah dan bertopeng. Tampak seperti ksatria malam alias The Dark Knight, pahlawan fiktif yang terkenal di Amerika Serikat. Alih-alih ksatria malam, tapi dia muncul di pagi hari, kala sang surya menyebarkan hangat ke tubuh. Sang pahlawan kepagian itu hadir di Ballroom Rafflesia Balai Kartini, tentunya dengan penjelasan tersendiri.

Sulhadi, sang pahlawan kepagian..
Sulhadi, sang pahlawan kepagian..

Dia adalah Sulhadi, salah satu peserta Kategori Inbound seat > 150 dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Menurutnya, topeng yang dibawanya dan dikenakan di hadapan dewan juri, adalah pengibaratan dari bagaimana mengesampingkan sejenak hal negatif dari dalam diri. Karena namanya manusia, tentu tak luput dari masalah dan setiap orang berbeda cara menangani masalahnya masing-masing. Sulhadi memaksudkan, topeng adalah filtrasi pengaruh buruk yang datang dari permasalahan yang menimpa dirinya. Dia tak ingin, orang yang dia layani bisa melihat masalah pada dirinya. Itulah makna topeng tersebut. Karena tuntutan di dunia call center adalah bagaimana bisa mengesampingkan masalah pribadi untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik ke pelanggan.

Dan tak cukup sampai di situ, topeng yang dipilihnya pun bukan topeng yang menakutkan. Karena meskipun bertabir topeng, namun orang tidak melihatnya sebagai pengalihan atau upaya menutup-nutupi diri. “Bukan menjadi orang lain, tapi mampu meletakkan masalah dan hadir menjadi pribadi yang ceria, yang baik, sesuai kebutuhan pelanggan. Orang pun melihatnya sebagai sosok menyenangkan,” ungkap Sulhadi. Sehingga meski dalam tekanan masalah internal, namun dia tetap bisa menambah kawan di luar sana. Inspirasi topeng, lanjut Sulhadi, hadir dari kondisi di mana orang biasanya memiliki konotasi yang buruk terhadap topeng. Tapi menurut pria yang baru pertama kali ini mengikuti ajang TBCCI ini, topeng dijadikan sebagai sesuatu yang bermanfaat dalam memberikan pelayanan ke palanggan.

Siap melompat lebih tinggi, mendapat kawan lebih banyak.
Siap melompat lebih tinggi, mendapat kawan lebih banyak.

Lain dengan Sulhadi, ada Indri Kaniasari dari BICARA 131. Indri Kaniasari sebagai peserta Kategori Inbound seat < 30, memiliki tema menyelesaikan permasalahan dengan bercermin dari permainan rubik. “Penemu permainan rubik Ernő Rubik mengatakan bahwa hakikat rubik adalah bagaimana kita menyelesaikan masalah dalam situasi yang rumit,” ungkap Indri Kaniasari. Secara riil, medan tugas contact center akan menjadi rumit bila ditangani dengan tidak sabar, tidak terstruktur, dan tidak terlatih. “Bila Anda lihat, orang-orang yang mampu menyusun kembali rubik yang terpencar dengan waktu yang cepat adalah mereka yang sabar dan terlatih dengan terstruktur. Inilah yang saya lakukan di BICARA 131, memberikan yang terbaik demi pelanggan,” ucap Indri Kaniasari menutup kisah BICARA 131 hari ini. Selanjutnya, tunggu cerita BICARA 131 berikutnya dalam ajang bergengsi TBCCI 2015.

Semangat Penilai Sang Jawara

Reportase team PermataTel

Management Manusia

Dari sederet nama pakar manajemen tingkat dunia, nama Peter F. Drucker tidak pernah terlewat disebut, sebagai orang yang pernah menjadi murid John Mynard Keynes di Cambridge University, Peter F. Drucker membalikkan pendapat umum tentang manajemen. Baginya, manajemen bukan hanya mengatur komoditas, melainkan ilmu tentang manusia dan kinerjanya. Menurutnya manajemen adalah kerja dan fungsi yang memungkinkan orang untuk memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya sehingga akhirnya orang tersebut dapat berprestasi. Melalui manajemen, orang,atau lebih tepatnya karyawan, dapat merealisasikan visi dan misi institusi tempat ia berkarya, memperlancar kerja menjadi produktif, serta mengelola dampak dan tanggungjawab sosial. Dengan demikian menjadi jelas bahwa dimata Peter F. Drucker faktor manusia dan perilakunya merupakan titik tolak bagi perusahaan atau lembaga untuk berprestasi. Inilah inti manajemen yang dikembangkan dan diperkaya oleh para pakar manajemen hingga saat ini. Sebuah manajemen yang tidak hanya mengelola keterampilan melainkan juga dalam mengelola manusia.
 
Demikian juga prinsip manajemen yang diaplikasikan dalam ajang bergengsi seluruh penyelenggara contact center se-Indonesia yang dikenal dengan “The Best Contact Center Indonesia 2015”, dimana insan yang bergerak dibidang Contact Center se-Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dan memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya. Hingga pada akhirnya orang tersebut dapat berprestasi yang memberikan kebanggaan bagi dirinya maupun institusi yang diwakilinya. Terlebih lagi, mampu memberikan citra positif bagi perusahaan yang dibawa dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2015 ini. Disinilah seluruh peserta bersaing untuk meningkatkan kompetensi diri secara lebih maksimal, dimana seluruh insan praktisi contact center beradu visi, misi, ilmu, dan pengalaman selama bertahun-tahun. Pantaslah jika disebut sebagai ajang pembuktian kemampuan yang layak uji dan pantas disebut sebagai The Best Contact Center Indonesia 2015.

Beberapa perusahan maju, memiliki prinsip : Jika ingin melihat baik tidaknya kinerja suatu perusahaan maka lihatlah Call Center nya. Tidaklah berlebihan, karena Call Center atau Contact Center sebagai gerbang dan ujung tombak dalam memberikan pelayanan yang prima terhadap nasabah. Dengan kata lain, Call Center menjembatani hubungan positif antara perusahaan dengan nasabahnya, sekaligus sebagai pembangun citra positif perusahaan di mata public.

Semangat Para Juri

Wouw…!!! sudah masuk hari kedua kompetisi presentasi The Best Contact Center Indonesia 2015. Panitia maupun juri rupanya tak mau kalah semangat dengan para peserta. Di lokasi tempat berlangsungnya lomba, mereka masih menunjukkan semangat 45.
Tepat pukul 8:00 pagi tim peliput dan Juri dari PermataTel tiba di Balai Kartini di jalan Gatot Subroto, Jakarta. Memasuki ruang lomba, situasi di meja registrasi sudah cukup lengang. Hal ini dikarenakan peserta dan juri setelah melakukan registrasi, langsung menuju ruang masing-masing. Peserta menuju ruang tunggu untuk menunggu giliran presentasi.

Agenda hari kedua lomba tanggal 6 Mei 2015, presentasi dari kategori Agent English 100 dengan jumlah peserta 13 orang, Agent Inbound seat 150 dengan jumlah peserta 22 orang, dan Agent Inbound seat 31-150 dengan jumlah peserta 32 orang. Berikutnya kategori Agent Premium dan Agent Social Media masing-masing dengan jumlah peserta 20 dan 22 orang. Ada juga kategori Back Office yang diperlombakan dengan seat > 30, 31-100 dan seat > 150 dengan total peserta 47 orang. Bicara soal jumlah peserta yang sedemikian banyak, selain dibutuhkan semangat, tentulah butuh stamina yang prima, terutama bagi team juri. Pengalaman menjadi juri di ajang ini disampaikan oleh Oesman Suryata, selaku Head of Call Center Bank Permata. Menurut Mas Oe (sapaan sehari-harinya), yang sudah bertahun-tahun menjadi juri mengatakan “salah satu tantangan terberat yang akan dialami para juri adalah rasa kantuk, apalagi proses penjurian hanya satu arah saja, yaitu hanya mendengarkan dan melihat para peserta mempresentasikan makalahnya. Para juri tidak diperbolehkan bertanya kepada peserta, jadi hanya menilai saja, dalam waktu yang lumayan lama”.

Pada hari kedua ini, juri dari team PermataTel untuk kategori Agent Inbound seat 31-150 adalah Wulansari yang sering dipanggil Bundo. Wanita keibuan ini merupakan salah seorang Supervisor Inbound Banking di PermataTel. Selanjutnya ada Sarah Yuliana atau Mbak Sarah, seorang Trainer di Permatatel yang dikenal supel dan ramah. Masih dikategori yang sama ada Derahmat Setianto atau Mamato, merupakan Supervisor di unit Inbound Credit Card. Pria jangkung ini dikenal sebagai penyuka olah raga futsal dan sepak bola.
Untuk kategori Agent Social Media, yang merupakan bagian dari team juri dari PermataTel adalah Putu Widdi Lindiany yang akrab disapa Mbak Lindy, seorang Supervisor di unit Call Center Operation yang murah senyum.
Terakhir Juri dari PermataTel yang hari ini menjadi bagian dari juri kategori Agent English seat < 100 adalah Sahat Hermawan Naibaho atau Bang Sahat. Pria berkacamata ini merupakan staff di Unit Operational Assurance. Dikenal suka melempar Joke, Bang Sahat yang juga salah satu team konseling di PermataTel ini memiliki banyak pengalaman di dunia kerja ataupun di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga sering dijadikan tempat curhat bagi juniornya.

foto juri

Semangat para Juri di ajang lomba kali ini patutlah ditiru dan diacungkan dua jempol. Simak komentar Bang Sahat yang sempat diwawancarai, beliau mengatakan “ Benar-benar exciting terlibat sebagai juri di ajang seperti ini, peserta sangat creative dan bertalenta. Sangat menyenangkan karena peserta banyak mengeluarkan ide-ide yang fresh. Especially untuk Agent English, nggak nyangka banyak anak daerah yang talented.”
Bang Sahat juga bersedia jika tahun depan diminta lagi menjadi juri. Menurutnya, latar belakang juri yang berbeda-beda memberinya kesempatan untuk bertukar pendapat dan sharing informasi.

Begitu juga Bundo, yang mengungkapkan “ dari awal aku senang banget karena sudah diberi kesempatan menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia 2015. Rasa penasaran pada tiap penampilan yang membuat aku nggak jadi ngantuk. Apalagi jika ada penampilan yang unik, seperti hari ini, salah seorang peserta dengan pakaian dalang, lengkap dengan wayang dan kendi, prolognya juga ngedalang. Wouw…tema yang dipresentasikannya pun sesuai, lho…!’

wayang

Ada juga komentar dari Mamato “Selama menjadi juri suasana di tempat penjurian tenang tapi mengasyikkan. Cara peserta menyampaikan presentasi penuh ide dan creative. Ada yang sambil bernyanyi, ada juga yang semangatnya berkobar-kobar. Bahkan ada lho, yang menyertakan pantun. Pokoknya, semua peserta baik kostum dan cara meyampaikannya keren-keren dan nggak ngebosenin, deh…!”.
Mamato juga bersedia jika tahun depan dipilih kembali menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia.
Lindy yang dihubungi secara terpisah menyampaikan kesannya “ banyak pengalaman dan excited !”. Menurutnya banyak hal yang bisa diimplementasikan dalam pekerjaan sekembalinya menjadi juri. Berbagai tantangan dalam pekerjaan diurai dengan apik oleh peserta presentasi, contohnya seperti : bagaimana menghadapi Gen Y yang identik dengan gadget padahal di Call Center tidak diperkenankan membawa HP.
Lindy menambahkan, ada peserta dari Garuda Indonesia yang menurutnya unik dan mencuri perhatiannya. Gadis yang menyebut dirinya Uthe the explorer, mengaku merasa ada kesamaan antara dirinya dengan Dora. Mengenakan kostum Dora lengkap dengan rambut poni dan ransel, menurut Lindy, Uthe menjelaskan bahwa sebagai advisor penerbangan dirinya harus selalu update informasi dan mampu mengarahkan pelanggan.
Lalu apa hubungannya dengan Dora ? “Dora suka berpetualang dan Uthe suka traveling”, cerita Lindy sambil tersenyum. Walaupun tidak secara langsung bepergian namun bagi Uthe sebagai advisor penerbangan membuatnya serasa menjelajah dunia.
Lindy menutup wawancara dengan kesediaannya menjadi juri di ajang The Best Contact Center Indonesia tahun depan.

Agar semangat tetap terjaga…. ingatlah petuah orang tua :
”Bangunlah ketika yang lain sedang tertidur.
Berjalanlah ketika yang lain sudah bangun.
Berlarilah ketika yang lain sedang berjalan.
Terbanglah ketika yang lain sedang berlari.
Dan…..ketika yang lain terbang, maka kita telah Sukses”

Bravo Peserta dan Juri TBCCI 2015…lanjutkan terus perjuanganmu..!

Salam PermataTel

UNJUK DIRI DALAM PRESENTASI ICCA 2015

IPK_6532

Daniel.Panin, Jakarta 5 Mei 2015 – Pagelaran hari ke-2 ajang The Best Contact Center Indonesia – ICCA yang berlangsung di Balai Kartini mempertemukan para peserta yang telah lolos test tertulis pada tanggal 27 April 2015 silam. Para kontestan presentasi sudah mulai terlihat berdatangan ke Balai Kartini sejak pukul 07.00 baik perorangan maupun berkelompok. Sesuai jadwal, kegiatan lomba inipun dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB di lantai dasar dan lantai dua gedung pertemuan ini.

Berbeda pada kegiatan test tertulis hari pertama yang dilakukan 27 April silam telah diadakan di lantai dua, hari ini lebih banyak kegiatan lomba dilakukan di lantai dasar (ruang raflesia) yang dibagi penjadi 9 ruangan yang dipisahkan oleh papan akrilik. Penggunaan ruang lantai dua (cempaka dan anggrek) diperuntukkan bagi kontestan lomba kategori Manager.

Hari ini peserta lomba presentasi dikuti oleh lebih dari 100 kontestan, yang terbagi menjadi beberapa segmen yaitu kelas Team Leader, Supervisor, Trainer, Quality Assurance dan Manager. Segmen tadi juga dibagi lagi menjadi kelas kapasitas di bawah 30 seats, antara 30 sampai 100 seats, dan lebih dari 100 seats. Tidak hanya itu, deretan nama juri-juri beken dari berbagai perusahaan juga terpampang pada papan pengumuman di depan ruangan. setiap ruangan dari seluruh ruang yang disediakan menempatkan 9 sampai 10 juri yang siap ditarik perhatiannya oleh jagoan presentasi.

Dilihat dari kesiapannya, persiapan panitia kali ini terlihat lebih baik dibanding saat test tertulis yang lalu. Sepuluh buah meja registrasi sudah dipersiapkan untuk antisipasi luapan peserta seperti hari pertama. Team panitia juga sudah siaga di pos masing-masing, 30 menit sebelum kegiatan perlombaan dimulai.

Registrasi ulang peserta berjalan dengan lancar, tidak tampak adanya penumpukan antrian peserta. Di meja registrasi tampak sibuk peserta mendaftarkan diri dan mengambil kartu tanda pengenal peserta dengan tali berwarna orange, tidak ketinggalan para dewan juri juga melakukan registrasi untuk mendapatkan tanda pengenal dengan tali pita biru. Setelahnya, peserta dipersilakan menunggu dan mempersiapkan diri sampai panitia memanggil untuk maju presentasi.

Sepengamatan saya, 15 menit sebelum lomba dimulai, panitia melakukan briefing ke dewan juri mengenai aturan main penilaian. Dewan juri tidak diperkenankan untuk melakukan penilaian jika datang terlambat dan harus melakukan penilaian kepada seluruh peserta dalam satu kategori, dan dewan juri yg tidak menyelesaikan penilaian sampai akhir maka akan di diskualifikasi. Dewan juri tidak diperkenan untuk memberikan pertanyaan kepada peserta kecuali pertanyaan fishbowl yg sudah disediakan panitia. Dewan juri juga tidak diperkenankan menerima panggilan telpon selama peserta sedang melakukan presntasi. Para dewan juri terdiri dari praktisi contact center dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Para peserta akan membawakan presentasinya dan diberikan waktu presentasi 25 menit sesuai dengan kategori yg dipilih. Diakhir presentasi, para peserta akan diberikan satu buah pertanyaan fishbowl.

Berikut adalah detail waktu penjurian yang akan dibagi menjadi 4 sesi. Pukul 08.00-10.00 adalah waktu untuk melakukan penilaian peserta lomba, lalu jeda untuk coffe break selama 15 menit. Presentasi dilanjutkan kembali pada pukul 10.15 – 12.50 yang dilanjutkan makan siang selama 1 jam. Kegiatan utama presentasi dilanjutkan pukul 12.50-15.00. Coffee break kembali selama 15 menit untuk memberi kesempatan kepada juri untuk relax sejenak, dan kembali melanjutkan tugas penjurian pukul 15.15 – selesai.

Melihat sistim penjurian pada lomba jilid ke dua hari ini, sangat berbeda dari test tertulis pertama, dimana seluruh peserta serentak masuk dalam ruangan dan menjawab soal yang telah dipersiapkan. Lomba presentasi hari ini, panitia memanggil setiap peserta secara bergantian sehingga suasana di serambi ruangan test cenderung lebih ramai. Terlihat masing-masing peserta cukup serius mempersiapkan slide presentasinya demi mendapat dan mencuri perhatian dari para dewan juri. Banyak pula yang terlihat lebih yakin akan presentasinya nanti dengan bercanda dengan teman dan kenalannya

Pada pukul 08.00, satu per satu peserta mulai memasuki bilik presentasi. Terlihat disini, panitia cukup kewalahan untuk memanggil para peserta lomba. Sampai beberapa kali pemanggilan, peserta tidak kunjung muncul. Panitia berinisiatif untuk berpencar untuk memanggil kontestan di seluruh area lantai dasar. Panitia dilengkapi handie talkie untuk memudahkan komunikasi. Terlihat bapak Andi Anugrah ikut turun tangan melakukan pemanggilan ini.

IPK_6536

IPK_6540

bp. Andi Anugrah membantu team panitia

Yang cukup menarik pada kegiatan lomba hari ini adalah banyaknya supporter masing-masing kandidat yang datang. Memang tidak sebanyak supporter sepak bola, namun antusiasme para supporter demi menjagokan gacoannya patut diacungi jempol. “Kita tetap dukung dong, walaupun ga boleh masuk..!” kata salah seorang supporter team berbaju kuning. Tepuk tangan riuh beserta teriakan “go go go” maupun yelyel yang sudah dipersiapkan sebelumnya, terdengar setiap nama kontestan jagoan mereka disebutkan. Keriuhan ini sepertinya tidak mengganggu konsentrasi peserta lain yang sedang mengikuti presentasi karena sudah diperkirakan panitia sebelumnya.

IPK_6568

Supporter yang memanas

Saya berkesempatan untuk bertanya sedikit dengan salah satu kontestan mengenai lomba presentasi kali ini. “Yah lumayan bagus lah menurut saya. Saya yakin cukup menarik perhatian juri, tadi”. Untuk persiapan sendiri, beliau juga menjelaskan dengan ringan “Persiapan sih cukup menghafalkan materi yang sudah saya persiapkan saja, melancarkan penyampaian materi juga. Itu aja sih. Ohh ya, sarapan juga hehe” seloroh salah seorang peserta presentasi dari salah satu perusahaan BUMN yang enggan disebut namanya.

Pukul 12.00, panitia mempersilakan pada seluruh peserta maupun juri break sejenak untuk makan siang. Di sela coffee break maupun makan siang, banyak peserta dan para dewan juri mendatangi booth ICCA untuk berfoto selfie ataupun berfoto bersama dengan rekan rekannya.

 

IPK_6547

foto dulu ah, mumpung sepi..

Suara keramaian sesekali terdengar dari para supporter yang datang untuk mendukunggan rekan rekan yang akan berlomba maupun yang telah selesai menyampaikan presentasinya. Kostum yang dikenakan para peserta presentasi pun tidak kalah seru dan kreatif disesuaikan dengan tema presentasinya. Ada yg berbaju daerah adat bali, ada yang memakai baju pesulap, dan yang unik dan lucu terlihat dari peserta untuk kategori the best team leader under 30 seats. Peserta di bank DBS tampil dengan kostum ala film kartun “Incredible”. Sungguh sangat mempersiapkan diri.

Saya sempat mewawancarai salah satu dewan juri kategori the best supirvisor under 30, Ibu Nina Novita, head contact center Call Panin. Menurut beliau, persaingan lomba ini sangat ketat karena semua peserta presentasi memiliki kemampuan yang rata-rata sama hebat. Kepercayaan diri peserta juga cukup tinggi hingga agak sulit memilih yg terbaik.

Tepat pukul 12.50, lomba pun dilanjutkan kembali. Satu per satu dari para peserta dipanggil oleh panitia yang bertugas untuk memasuki ruangan presentasi dan para supporter kembali riuh memberikan supportnya. Tidak hanya itu saja, banyak dari para hadirin yang ikut selfie dengan Bp.Andi Anugerah yang kebetulan hari ini duduk di luar ruangan membantu panitia acara. Baik perorangan maupun kelompok, secara bergantian ingin berfoto dengan beliau.

Untuk hasil pemenang dari lomba presentasi ini akan diumumkan pada Gala Dinner pada akhir rentetan perlombaan ini. Terlihat jelas ekspresi dari masing-masing peserta yang sangat ingin mengetahui siapa pemenang lomba presentasi ICCA 2015 ini, namun sampai saat berita ini disampaikan, tidak ada informasi apapun mengenai perolehan point atau nilai lomba ini. Semua kontestan pasti berharap kemenangan, namun hanya terpilih 4 orang pemenang dari setiap kategori yang berhak mendapatkan tiket ke Macau, Hong Kong. Kita tentu berharap yang terbaiklah yang mendapatkan kesempatan emas ini. Diluar itu, seluruh peserta pada lomba kali ini berhak menyandang gelar pemenang. Maju terus contact center Indonesia.

Present dag dig dug Duuueeeeerrrrrrr….

Dan… Lomba individual pun dimulai.

Ya lomba indivudual dibuka per hari ini selasa 5 Mei 2015, gegap gempita suporter mulai terasa di pelataran lobby balai kartini padahal waktu masih menunjukkan pukul 07.40 pagi, kami para peliput dari Contact Center Bank DKI hanya bisa senyum senyum sendiri melihat supporter dari berbagai perusahaan membawa atribute khusus untuk mendukung rekan mereka yang akan tampil hari ini ditambah beberapa peserta yang memakai kostum yang luar biasa anti mainstream. Barangkali kita sering melihat peserta menggunakan kostum kebesaran perusahaan, pakaian jas resmi atau kemeja dipadu padan dengan dasi saja, namun yang kami lihat tadi ada peserta yang menggunakan kostum ala ala superhero dengan padanan kostum berwarna hijau, bagi penikmat komik superhero pasti mengetahui peserta ini menggunakan kostum yang terinspirasi dari dunia komik marvel atau dc komik, kebetulan kami tim peliput bukan penikmat komik jadi tidak mengetahu peserta menggunakan komik superhero apa.

Kategori Lomba individu hari ini diisi oleh level Trainer seat <100, trainer seat >100, Manager inbound seat >100, Manager inbound <100 seat, Manager inbound seat  Supervisor seat >100, supervisor seat <100, Team Leader inbound seat <30, team leader inbound seat 31-150, team leader >150 dan quality assurance seat <100, quality assurance seat >100. Total peserta yang mengikuti lomba individu hari ini kurang lebih sebanyak 161 orang yang mana masing masing kategori juga di batasi oleh waktunya oleh panitia saat presentasi berlangsung, seperti level Manager dan Trainer selama 30 menit, level supervisor selama 25 menit, team leader dan quality assurance selama 20 menit.

Lomba sendiri dimulai sejak pukul 08.00 pagi, khusus panitia dan juri pastinya datang lebih awal untuk mempersiapkan dan memantapkan lomba lebih baik lagi. Acara masih berlangsung di Balai Kartini tepatnya di jalan Jenderal Gatot Subroto kavling 37 Jakarta selatan. Sedikit berbeda dibandingkan tempat test tertulis 27 April kemarin, karena untuk lomba individu sendiri sebagian berlangsung di lt dasar tepatnya di ruangan Raflesia, sebagian lagi di ruangan cempaka dan anggrek. Dan jika tim peliput melihat kedalam ruangan lomba memang impressi nya berbeda dibandingkan tahun kemarin, lay out menggunakan sekat model seperti both di PRJ, kemudian tidak menggunakan proyektor namun menggunakan layar LCD 60 inch, kalau tidak salah ya karena tadi menggunakan pengukuran asumsi. Kemudian posisi juri dan peserta menjadi lebih dekat dikarenakan ruangannya terkesan seperti di perkecil sehingga posisi meja juri dan peserta jaraknya semakin rapat. Hmm menurut kami ini tantangan baru juga bagi peserta karena ruangan tahun ini lebih sempit dan kecil sehingga pandangan peserta ke juri dalam hal eye contact semakin dekat dan semakin intim,, ciee cieee,,, 🙂

Di tengah kerumunan suporter yang semakin membanjiri Gd. Balai Kartini, kami tim peliput melihat pemandangan yang cukup membuat kami terkagum. Ada di satu titik yang bernama POJOKAN, salah satu peserta dari Bank DKI bernama Andrian untuk level Supervisor sedang sibuk latihan dengan serius layaknya tampil di hadapan dewan juri. Dengan begitu kita memandang bahwa, begitu antusiasnya peserta tersebut untuk ajang TBBCI 2015 ini. Kami pun tak ragu untuk berbincang dengannya sekedar menanyakan apa yang dia rasakan. “Untuk hari ini adalah kali kedua saya mengikuti lomba TBBCI ini dan memang setiap tahun selalu ada yang berbeda, terutama dalam hal antusiasme dari diri saya pribadi”, tutur Andrian dari Bank DKI. Woow,, pernyataan yang cukup menarik untuk ajang TBBCI 2015 ini.. “Materi yang saya bawakan pun pastinya akan berbeda begitupun saya akan lebih variatif dalam slide power point-nya, agar lebih hidup dan tentunya mendapat nilai tertinggi dengan harapan bisa menjadi yang terbaik dan berangkat menuju maccao untuk bertemu dengan Andi Law”, tambah Andrian dengan tawa ceria..

Berbeda hal dengan salah satu peserta level supervisor dari Bank Mandiri ini yang di ketahui bernama Ahmad Zamzam dan baru pertama kali mengikuti ajang TBCCI, “Ini adalah tahun pertama saya mengikuti ajang ini. Saya sangat terkesan dan terkejut melihat antusias peserta dan suporter yang hadi. Crowded sih, tapi seru banget, jadi kebawa emosional agar tampil maksimal di panggung nanti”, tutur Ahmad dengan senyumnya. “bicara grogi, ya jelas sangat grogi namun untuk mengatasi rasa grogi saya sih, yaaa nothing to loose aja lah, hehehehe”, tambah Ahmad.. Hhmmmm.. dengan banyaknya pendatang baru dan tentunya banyak muka-muka lama, ternyata Benar-benar mengagumkan yah acara TBCCI 2015 ini,, Good luck yaahh buat semua peserta…

Makin siang makin banyak supporter peserta lomba individu yang hadir, di pojok pojok ruangan kami melihat ada beberapa peserta yang masih serius berlatih dengan semangat, ada yang serius berdiskusi tentang soal soal fish ball, ada yang merapihkan dandanan kostum atau touch up face dan sebagainya, ada juga yang sudah move on alias sudah gak usah latihan lagi dengan cara mereka  ber foto ria di booth atau poster raksasa ICCA TBCCI 2015, temu kangen dengan rekan dari perusahaan lain atau bahkan ada yang cukup mengisi waktu luang sebelum dipanggil panitia dengan cara istrahat secukupnya dengan memejamkan mata sambil duduk di sekitaran ruangan lomba. Memang idealnya sih menurut kami tim peliput, hari “H” adalah waktunya peserta bersenang-senang, tidak perlu lagi serius untuk latihan atau berdiskusi. Cukup dengan mengobrol dengan obrolan ringan dengan rekannya, mendengarkan musik, selfie sana sini atau bahkan cukup dengan duduk santai sambil melihat serunya peserta dan supporter yang semakin menit semakin ramai. Tapi dengan melihat keseriusan setiap peserta, yaa tidak bisa di pungkiri, ajang ini sangat berarti bagi mereka bahkan bagi suporternya.

Dari keseluruhan yang kami lihat, tentunya yang paling repot adalah Panitia yang bertugas. Mereka sangat terlihat sibuk memperhatikan dan mengawasi agar suasana lomba tetap berjalan dengan baik. “Hari ini kerumunan pun terlihat, berbeda dengan saat tes tertulis beberapa hari lalu. Para peserta hadir dengan membawa suporter masing-masing dan itulah yang membuat suasana semakin ramai dan crowded. Harapan kami tentunya, agar acara ini berjalan lancar, tidak ada ada kebisingan yang berlebih dari tiap suporter dan tentunya tetap menjaga agar rangkaian acara ini berjalan dengan kondusif secara keseluruhan”, tutur Ilham dari salah satu panitia. Hhhuuuft, ga kebayang yah kerja kerasnya panitia menyiapkan seluruh acara ini. Semoga selalu sehat dan di beri kesehatan ya panitia…. Eechheemm.. *Sok Care gitu…

Semangat terus buat seluruh panitia..

Semangat terus buat semua peserta..

And Our Quote, “Jangan lupa BBB yah… ups bukannya “Bukan Bintang Biasa Tapi BERDOA BERIKHTIAR DAN BERTAWAKAL” Insya Allah hasil yang terbaik yang akan di dapat…”

Dan untuk yang menang nanti, jangan lupa oleh-olehnya yahh… kita tunggu loch….