Berani Tampil Beda dalam ICCA 2015


1

Daniel.Panin, Jakarta 6 Mei 2015 – Ajang perlombaan bergengsi The Best Contact Center Indonesia – ICCA ke-3 berlangsung hari ini. Unjuk kemampuan dan kepercayaan diri dari masing-masing peserta diadu dalam perlombaan dengan genere  yang sama seperti hari ke 2 kemarin, “Presentasi”. Masih di lokasi yang sama yaitu gedung Balai Kartini. Peserta lomba maupun supporter masing-masing kontestan terlihat antusias sejak pukul 07.30.

Ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh ICCA ini merupakan ajang bergengsi tingkat nasional untuk menjadi the best contact center, the best manager, the best supervisor, the best team leader, the best agent, dan the best lainnya. Banyak perusahaan besar yang menargetkan kemenangan perlombaan ini untuk meningkatkan branding perusahaannya. Perlombaan kali ini ditujukan untuk Agent Inbound, English, Back Office, Social Media, dan Premium. Kategori yang di adu masih sama seperti hari sebelumnya yaitu under 30 seat, 30-150 seat, dan over 150 seat. Jumlah pesertanya pun lebih banyak dari kemarin.

Sedikit berbeda terlihat pada susunan meja registrasi maupun penampilan panitia penerima peserta dan Juri. Meja registrasi dibagi menjadi meja registrasi untuk dewan juri dan untuk peserta lomba. Ternyata panitia sudah sangat memikirkan hal-hal yang (sepertinya) kecil ini untuk memudahkan juri dan peserta untuk registrasi ulang, juga untuk efisiensi waktu. Seluruh team panitia juga terlihat mengenakan seragam training berwarna abu-abu, berbeda dari yang lalu menggunakan batik. “Ini untuk promosikan kostum kita nanti di acara Jambore, mas. Biar lebih familiar aja. Kalau mau, kita jual juga kok. Bisa pesan ke kita di meja belakang hehe” jelas salah seorang panitia yang bertugas di meja registrasi juri.

booth diminati pengunjung
booth diminati pengunjung

Fotobooth hari ini menjadi 2 buah, terletak di pintu masuk gedung, maupun di pintu samping ruangan presentasi. Hal ini kemungkinan dipersiapkan panitia karena membeludaknya pengunjung yang ingin berfoto di booth dengan logo ICCA 2015, bahkan didatangkan juga tukang fotonya. Yang berhak difoto hanya sebatas peserta presentasi saja dengan cara menukarkan tiket yang diterima setelah selesai menyampaikan presentasi.

Seperti hari kemarin, lomba dimulai tepat pukul 08.00 wib. Para peserta maupun dewan juri wajib melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan name tag yang sudah dilengkapi foto diri. Setelah itu peserta dipersilakan menunggu giliran yang nantinya secara bergiliran menyampaikan presentasi di muka para juri.

Kalau diperhatikan, persiapan para kontestan kali ini lebih heboh, nyentrik dan menantang dari hari kemarin, mungkin dikarenakan kategori yang dilombakan hari ini kebanyakan untuk agen dimana usia usia mereka yang masuk dalam golongan “Gen Y” lebih attractif, kreatif dan berani tampil heboh. Beberapa petinggi petinggi contact center dari perusahaan perusahaan yang ikut berkompetisi hari ini tampak hadir, mereka hadir ada yang sebagai dewan juri dan ada yang ingin mensupport staf staf nya. Dari daftar dewan juri yang terpampang terdapat nama Head Halo BCA Ibu Wani Sabu dan Head Call Panin Ibu Nina Novita, mereka akan menjadi juri di kategori yang sama the best back office over 150 seat.

Hebooohhhhhh…..

IMG_20150506_084237
mas Zoro dari Telkom

Yang menarik hari ini adalah kostum –kostum yang digunakan peserta lomba. Baik kontestan maupun supporter saling menunjukkan kehebohannya. Fighter utusan dari Telkom contohnya, ada beberapa kostum berbeda yang digunakan. Kostum pahlawan meksiko “Zoro”, kostum bidadari dari kayangan “srikandi” lengkap dengan busur panahnya, dan kostum tradisional Jepang Kimono. Supporternya pun tidak kalah meriah. Baik akan memasuki ruang presentasi maupun keluar ruangan, supporter dari Telkom selalu memberikan teriakan penyemangat untuk rekannya.

Barisan pasukan Garuda
Barisan pasukan Garuda

Tidak hanya itu, team contact center Garuda Indonesia pun punya gaya sendiri. Supporter mereka dengan sigap berdiri di depan lobi membentuk pagar manusia lengkap dengan bendera kecil berwarna orange yang dikibarkan untuk menyemangati jagoannya ketika lewat di antara mereka, lengkap dengan yel-yel lagu Garuda Indonesia. Situasi yang benar-benar riuh ditambah dengan rekan mereka yang lain membawa balon tepuk di belakang barisan pagar tadi.

Tidak kalah menarik dan riuhnya, supporter dari Pertamina dengan Pertamina Contact Center 500 000 kebanggaan mereka. Beberapa anggotamereka berdandan menggunakan wig rambut kribo ala Giring-Nidji. Beramai-ramai menggunakan seragam kaos berwarna putih berlogo Pertamina di depannya, lengkap dengan balon tepuk dan papan berlambang pertamina beserta no telpon contact centernya.

Supporter dari beberapa perusahaan juga tidak kalah kompak. Diantaranya adalah supporter IM2 dengan kaos oblong putih bertuliskan “Eat Sleep Online Repeat – im2” nya. Ada juga dari BNI dengan kaos berwarna biru laut yang nyentrik dan kostum-kostum lain.

Tampak juga kontestan lain yang berpenampilan out of the box dengan pakaian ala penyihir berbaju hitam dengan tanduk –tanduk di bagian pundaknya, lengkap dengan tongkat sihir panjangnya. Entah apa yang akan dipikirkan dewan juri sewaktu mereka melihat penyihir di depan mereka langsung ketika menyampaikan materi nanti. Mungkin memang benar di dunia ini selalu ada sisi gelap dan sisi terang, seperti Yin dan Yang, begitu pula dengan kostum kontestan lomba ini. Selain penyihir, ada juga yang menggunakan kostum layaknya Malaikat berbaju putih, sayap berbulu putih dan tongkat peri nya. Tokoh nyentrik lain pada pagelaran ini adalah kostum Tarzan dan “Dora The Explorer”.

Dora dan Tarzan selalu bersama
Dora dan Tarzan selalu bersama
Out of The Box milik Telkom
Out of The Box milik Telkom

Selain itu, ada juga kontestan berkostum yang tidak biasa lainnya, kembali dari Telkom. Kostum yang digunakan ini adalah kostum badut berwarna ngejreng perpaduan Hijau dan kuning, sepatu hijau kebesaran, dan wig kribo warna hijau terang. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk rekannya merias kontestan yang satu ini. Gaya berjalan memasuki ruang lomba pun nyeleneh dengan berjalan melenggak lenggokkan pingulnya sambil memainkan juggling bola. Saya penasaran, motivasi apa sehingga kontestan ini menggunakan pakaian badut. “Ohh pakai baju begini karena pokok bahasan materi yang dibawakannya waktu presentasi nanti ada sangkut pautnya dengan badut, mas” ujar salah satu rekannya.

Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 menandakan break makan siang. Terlihat mayoritas orang-orang yang ada di situ makan dengan lahap. Untuk sementara para supporter hening untuk menyantap makan siangnya. Tapi keheningan ini hanya sebentar. Entah siapa yang memulai, suasana lebih riuh lagi dengan adanya salah seorang pengunjung menyanyi menggunakan mic yang biasa digunakan panitia memanggil para peserta lomba. Lagunya pun bervariasi, beberapa diantaranya lagu dangdut-goyang dumang, goyang inul, dan aku pasti bisa dari Citra idol. Entah kebetulan atau memang disengaja, munculah peserta lain ikut mengiringi yang bernyanyi dengan gitarnya. Makin riuh saja suasana makan siang ini. Sangat berbeda dengan hari kemarin yang memang sudah cukup riuh, namun hari ini sangat riuh dan meriah. Salut untuk seluruh pengunjung yang larut dalam euphoria perlombaan ini.

Saya beruntung melihat bp. Andi Anugrah terlihat sedang senggang. Kesempatan ini langsung saya gunakan untuk sedikit bertanya tentang acara ICCA 2015 ini. Saya merasa terperanjat ketika beliau menyebut nama saya ketika memperkenalkan diri sebagai salah satu kontenstan lomba karya tulis dari Panin Bank. Beberapa pertanyaan saya, beliau jawab dengan jelas dan nada suara yang hangat. Mengenai persiapan acara, beliau menjawab “Waduuuuuhhh persiapanya berapa lama ya, setahun lah kira-kira. Jadi setelah ICCA ini selesai, langsung persiapan acara ICCA tahun depan dengan beranggotakan delapan orang panitia inti”. Untuk tujuan atau point diadakannya acara ini, beliau berharap “Harapan saya sih, kita dapat berbagi pengetahuan, berbagi pengalaman, bisa menemukan ide-ide yang bagus dan baru sehingga Contact Center Indonesia menjadi lebih baik. Kita enggak usah muluk muluk lah sampai menjadi yang terbaik di dunia, minimal pelayanan ke masyarakat menjadi lebih baik, dan orang-orang contact center lebih menghargai profesinya. Jadi orang bangga akan profesi ini, totalitas, loyalitas, menghargai dan apresiasi terhadap profesi ini, dan semakin dicintai kedepannya.

Bagaimanapun, Contact Center adalah pintu gerbang bagi masyarakat untuk mengenal perusahaan-perusahaan yang telah berdiri. Kita patut berbangga jika profesi kita memiliki wadah untuk berkumpul, berbagi ide maupun bersaing untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Kiranya ICCA akan terus maju di masa yang akan datang.

GO GO GO Call Center Indonesia !!!!!