Belajar Dari Sang Juara

ATB, Jakarta Perhelatan akbar The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2017 telah memasuki hari kedua. Sebanyak 119 orang peserta siap berlaga menampilkan presentasi terbaik mereka pada Selasa (25/7) di Kalbis Institute Jakarta. Ada sebelas kategori individu yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi contact center.

Suasana hari kedua terasa sedikit berbeda dibanding hari sebelumnya. Saat presentasi sedang berlangsung di ruang penjurian, peserta yang bersiap di ruang tunggu tampak lebih tenang dan santai. Hanya beberapa peserta saja yang terlihat sedang berlatih sebelum presentasi.

Bukan tanpa alasan kali ini peserta yang tampil terlihat lebih santai karena memang semua kategori hari ini khusus penjurian untuk level leader. Tentunya orang-orang yang berada di level ini sudah lebih terlatih dalam kesehariannya sebagai staf contact center dan lebih matang dari segi pengalaman sehingga untuk menghadapi presentasi ini mereka jauh lebih siap dibandingkan peserta yang berada di level agent.

Adapun kategori yang diperlombakan hari ini diantaranya kategori Agent Premium, Best of Best Back Office, Best of Best Supervisor, Best of Best Team Leader, Best of Best Manager, Manager (Large), Manager (Small), Supervisor (Large), Supervisor (Small), Team Leader (Large) dan Team Leader (Small).

Ternyata suasana tenang dan santai ini memberikan dampak positif bagi peserta yang baru pertama kali ambil bagian dalam kompetisi TBCCI. Mukhamad Zaennur Rezki, salah satu peserta kategori reguler Supervisor (Large) mengaku dirinya lebih percaya diri karena melihat peserta-peserta lain yang hadir dengan penuh keyakinan diri. Meski wakil dari Bank Central Asia ini baru pertama kali mengikuti ajang TBCCI namun tidak menyurutkan semangat untuk mempersembahkan presentasi yang terbaik.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari TBCCI 2017 ini. Walau tadi sempat sedikit terganggu karena kondisi saya yang agak kurang fit akibat batuk tapi overall presentasi berjalan lancar dan saya optimis juri tertarik dengan presentasi saya,” terang pria berdarah Jawa yang membawakan presentasi bertemakan Gamelan Jawa ini dengan semangat.

Mukhamad Zaennur Rezki, salah satu peserta kategori reguler Supervisor (Large) dari Bank BCA mengungkapkan ekspresi ceria usai presentasi di ajang TBCCI 2017.

Hal yang menarik, ada 36 peserta yang telah menjadi pemenang pada TBCCI tahun-tahun sebelumnya kembali berkompetisi di TBCCI tahun ini untuk memperebutkan predikat Best of Best. Saat press conference, Andi Anugrah, Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) memaparkan bahwa untuk kategori Best of Best, komposisi perusahaan yang mengirimkan kandidatnya dan kategori yang diikuti masih hampir sama dengan tahun lalu. Namun jumlah peserta yang mengikuti kategori Best of Best meningkat dari sebelumnya.

“Untuk kategori Best of Best Manager, tahun ini kompetisinya jauh lebih ketat persaingannya karena dari hasil pantauan sementara terlihat adanya peningkatan dari segi materi presentasi yang dibawakan. Selain itu, seluruh peserta Best of Best Manager ini kualifikasi kompetensinya hampir merata levelnya. Jadi aura kompetisinya benar-benar terasa,” jelas Andi Anugerah di aula lantai 6 Kalbis Institute.

Untuk durasi waktu yang diberikan dalam menyampaikan presentasi, masing-masing peserta diberikan waktu 25 menit untuk kategori Supervisor dan Team Leader serta 30 menit khusus untuk kategori yang diikuti Manager. Durasi waktu ini mengalami penambahan lebih lama 5 menit dari TBBCI 2016.

Sanda Pradhipta, peserta dari KLIP Ditjen Pajak yang mengikuti kategori Best of Best Back Office yang ditemui saat sedang melakukan sesi latihan terakhir sebelum memasuki ruang penjurian telah mempersiapkan diri selama dua bulan. Persiapan utama yang menjadi fokus alumni Politeknik Keuangan Negara STAN ini lebih kepada bagaimana menyampaikan presentasi sehingga juri memahami dengan baik pesan dari materi presentasi yang dijabarkan.

Sanda Pradhipta, (kiri) peserta dari KLIP Ditjen Pajak yang mengikuti kategori Best of Best Back Office.

Tidak mudah bagi Sanda menjadi seorang back office, mengingat posisi ini merupakan posisi strategis bagi perusahaan dan memerlukan tenaga kerja profesional dengan keahlian yang mumpuni. Staf back office sendiri secara kualifikasi setidaknya harus memiliki latar belakang pendidikan minimal diploma, teliti, jujur, mampu mengoperasikan sistem dengan baik serta komunikatif. Jadi memiliki mental dan semangat sebagai seorang juara sangat penting bagi Sanda untuk tetap menjaga eksistensi diri di lingkungan contact center.

Berbicara soal memiliki semangat juara, maka mengikuti jejak semangat Ike Yulindawati, peserta Best of Best Manager dari Bank Mandiri adalah pilihan yang sangat tepat. Ike yang tampil di urutan pertama presentasi menyampaikan bahwa untuk kategori Best of Best Manager tahun ini euforia kompetisi dan tekanannya jauh lebih tinggi. Masing-masing peserta berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan apa yang sudah diraih.

Foto booth – Ike Yulindawati (paling kanan), peserta Best of Best Manager dari Bank Mandiri bersama tim foto bersama usai presentasi di ajang TBCCI 2017, Selasa (25/7).

Lulusan Magister Management Perbanas Institute ini membagikan tips untuk peserta yang akan mengikuti kompetisi TBCCI tahun depan agar lebih mempersiapkan diri dengan mengikuti training, sharing class maupun seminar-seminar yang diadakan oleh ICCA karena sangat banyak masukan dan tambahan pengetahuan yang bisa diimplementasikan untuk lebih siap menghadapi kompetisi baik TBCCI maupun kegiatan lain yang sejenis. (DY_ATB)

Bandar Madani Batam Terbilang
Budi Bahasa Dijunjung Tinggi
Hari Kedua Telahpun Dijelang
Esok Hari Berjumpa Lagi