Belajar Dari Sebuah Bambu

Dini Mega Susilawati – Peserta kategori back office dari PT. JNE Indonesia

Rabu, 11 Juli 2018 hari ketiga perlombaan TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) 2018 berlangsung, suasana Kalbis Institute terlihat ramai dan riuh. Terlihat para peserta sibuk mempersiapkan materi presentasi, ada yang memperlihatkan raut wajah tegang namun ada yang tetap ceria bersama teman-teman. Dari sekian banyak peserta yang diamati, ada satu yang berhasil menarik perhatian saya.
Peserta yang mengenakan seragam berwarna merah dan terlihat di sampingnya terdapat bambu serta daun.

Dini Mega Susilawati atau akrab disapa Dini merupakan agent back office dari PT. JNE Indonesia yang berasal dari JNE cabang Tasikmalaya.
Ia terpilih menjadi perwakilan peserta setelah sebelumnya melalui beberapa tahapan seleksi. Tahap awal yang diikuti melalui proses screening dengan cara mengirimkan video rekaman ke kantor pusat. Lalu dilakukan audisi ulang, butuh waktu yang cukup lama untuk menyeleksi video yang dikirimkan karena ada 40.000 jumlah karyawan JNE yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebulan setelah pengiriman video barulah diumumkan siapa yang terpilih untuk menjadi perwakilan PT. JNE Indonesia pada ajang TBCCI 2018.

Kemudian setelah terpilih Dini mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh perusahaan sejak bulan Maret hingga saat terakhir menjelang perlombaan.
Perusahaan mewadahi dengan mengadakan berbagai training sehingga Dini pun harus pulang pergi dari Tasikmalaya ke Jakarta.
Yang difokuskan dalam persiapan adalah slide, konten dan penampilan karena hal tersebut juga merupakan unsur penting di dalam pekerjaan sebagai customer service atau back office.

Jauh-jauh datang dari Tasikmalaya ini adalah kali pertama ia mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh ICCA (Indonesia Contact Center Association) ini, karena selama ini Dini lebih sering mengikuti ajang perlombaan tari. Perwakilan dari PT. JNE ini mengaku tantangan terbesar berasal dari diri sendiri, tidak biasa berbicara di depan umum karena terbiasa bekerja di balik layar karena posisi sebagai back office. Sehingga ketika tampil ada rasa grogi yang luar biasa, namun hal tersebut dapat diatasi dengan latihan yang sering dan berkat dukungan dari teman-teman yang selalu ada.

Wanita berusia 26 tahun ini membawakan materi presentasi yang mengangkat tema bambu. Alasan dipilihnya bambu sebagai tema yang dibawakan karena Dini sejak kecil sudah gemar menari, ada salah satu tarian yang menginspirasi Dini yakni Tari Kele atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti Tari Bambu, tarian khas yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat, daerah asal Dini. Tarian inilah yang ditampilkan Dini di hadapan para juri sebagai pembuka presentasinya dan berhasil memukau para juri yang berada dalam ruangan R3.
Bambu juga memiliki filosofi yang mendalam di kalangan masyarakat sunda yakni kegigihan dan ketekunan. Sehingga Dini berusaha menerapkan filosofi sebuah bambu dalam menjalani pekerjaan sehari-harinya.

Gadis (Manajer Bukalapak), yang merupakan salah satu juri yang ikut menilai penampilan Dini mengungkapkan, “Dari sekian banyak peserta yang tampil di hari ini, Dini merupakan satu-satunya peserta yang berani tampil beda karena membawakan tema yang unik yaitu bambu, tidak hanya unik tema yang dipilih pun memiliki sangkut paut dengan job yang sehari-hari diembannya sehingga sangat masuk ke dalam materi presentasi. So far menjadi penampilan yang bagus dan gimmick yang diberikan juga oke. Saya rasa para peserta perwakilan dari PT. JNE tahun ini bisa menjadi rival yang cukup kuat bagi peserta lain.”

Gadis – Juri dari Bukalapak

Dalam waktu 15 menit presentasi yang diberikan oleh panitia Dini berhasil menuntaskan presentasi dengan baik. Wanita lulusan jurusan akuntansi Universitas Galuh Ciamis ini mengemukakan beberapa poin yang disampaikan ketika presentasi, “Saya menjelaskan tugas dan tanggungjawab sebagai customer service back office di JNE. Selain itu tantangan yang sering dihadapi seperti tuntutan pelanggan ataupun suasana hati
dan untuk menghadapi diperlukan kreativitas, aktif, mengamati dan mengenali dengan baik kebutuhan pelanggan serta diselingi dengan menari untuk mengatasi suasana hati.”

Presentasi diakhiri dengan sesi menjawab pertanyaan Fish Bowl. Pertanyaan yang didapat oleh Dini adalah “langkah apa yang harus diperhatikan dalam melakukan pelayanan?.”
Dini memberikan jawaban terbaiknya.
1. menanyakan data pelanggan terlebih dahulu. karena tak kenal maka tak sayang.
2. menggali kebutuhan pelanggan sehingga ketika memberikan penanganan bisa memberikan pelayanan yang tepat dan cepat.
3. memberikan solusi sesuai harapan pelanggan.

Sebagai penutup, Dini memberikan harapan untuk TBCCI “Bagi saya The Best Contact Center Indonesia yang diadakan oleh ICCA merupakan ajang yang amat baik walaupun ini baru tahun ketiga bagi PT. JNE ikut serta meramaikan ajang ini, namun memiliki dampak positif karena tim yang ada terus berusaha berkembang menjadi yang terbaik.
Kedepannya semoga ajang ini tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat positif bagi semuanya.”

BAF TBCCI-2018