Bangga Di Dunia Contact Center

Pembukaan acara tahunan ICCA (Indonesia Contact Center Association) yang digelar di Kalbis Institute Jakarta pada hari Senin 1 Agustus 2016 berlangsung meriah, terlihat banyak peserta yang sibuk mempersiapkan diri dengan matang sejak pukul 08.00 WIB dimulai dari teknis peralatan sampai dengan  materi yang akan disampaikan.Acara kompetisi talent TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) yang rutin digelar ini merupakan yang ke-10 kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007.

Dari tahun ke tahun peserta yang mengikuti TBCCI ini selalu bertambah jumlahnya. Untuk tahun ini ada sekitar 570 peserta yang berlomba memperebutkan gelar juara dengan hadiah yang sangat menggiurkan. Yaitu untuk juara pertama dengan hadiah liburan ke Korea Selatan, juara kedua dan ketiga mendapatkan hadiah liburan ke Thailand, lalu terakhir juara keempat berlibur ke Singapura.

Acara ICCA sendiri terdiri dari beberapa kompetisi talent seperti presentasi individu TBCCI, singing & dancing, teamwork smart & quality team serta reporting team & scheduling team, yang akan berlangsung dari tanggal 1-4 Agustus dan 8-10 Agustus 2016.

Pada hari pertama ini acara ICCA dimulai dengan kategori presentasi individu yang akan berlangsung dari 1-4 Agustus, diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia diantaranya PT. Telekomunikasi Indonesia, PT. Indosat Ooredoo, Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara, PT. Astra Internasional dan perusahaan lainnya. Masing-masing perusahaan mengirim wakil-wakil terbaik mereka untuk berlomba di ajang bergengsi ini.

Kemeriahan terlihat pada hari pertama acara ICCA seperti perwakilan dari perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia terlihat begitu ramai dengan membawa pendukung dan atribut yang menarik perhatian khalayak dengan meneriakan yel-yel kebanggannya untuk menyemangati rekannya baik yang akan masuk ke dalam ruangan perlombaan ataupun yang keluar ruangan.

Kemeriahan para pendukung PT. Telekomunikasi Indonesia
Kemeriahan para pendukung PT. Telekomunikasi Indonesia

Dari sekian banyak peserta, terlihat Inwal Periyasa, peserta perwakilan dari PT. Telekomunikasi Indonesia sangat antusias dengan mengikuti Kompetisi ini dengan gaya nyentriknya yang sangat memberikan aura positif bagi peserta lainnya. Tema yang diusung oleh Inwal pun sangat unik, yaitu dengan mengusung tema “Bolang”

“Isinya seputar social media. Saya, kan, agent social media, jadi konsep saya itu ada tiga untuk peran sosial media. Pertama, menangani keluhan. Kedua, membantu registrasi, lalu yang ketiga mempromosikan produk perusahaan. Lalu kenapa saya analogikan sebagai Bolang karena saya suka petualang seperti hiking dan ke lautan” Kata Inwal dengan melompat semangat berapi-api.

Tidak lupa juga pemenang tahun lalu perwakilan dari Bank Central Asia dalam kategori BTB Manager, Ardinal Wilden yang tak kalah antusiasnya dalam mengikuti perlombaan ini. Persiapan yang dipersiapkannya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu dan tetap yakin akan tetap menjadi pemenang untuk kesekian kalinya.

“Kalau materi tahun kemarin itu saya lebih kepada simplifikasi dalam peningkatan kualitas kerja, seperti dalam perubahan yang manual jadi non-manual. Kalau untuk materi yang akan dibawakan sekarang itu rahasia…” Kata Ardinal Wilden sambil tertawa lepas.

“Kalau untuk juara tahun ini, sih, Insya Allah saya menang kembali asal kita terus belajar, memperhatikan, dan mengaplikasikan” Lanjut sang juara tahun lalu di kategori BTB Manager.

Sempat terlihat beberapa juri keluar dari ruangan presentasi. Diantaranya Evi Riawati juri untuk kategori Trainer. Beliau mengatakan bahwa penilaian secara umum dinilai dari segi nilai kapabilitas, kemudian effort yang sudah diberikan kepada perusahaan, lalu didukung dari segi experience, serta nilai kompetensi yang sesuai dengan kemampuan di bidangnya.

Andi Anugrah sebagai ketua umum ICCA menuturkan ”Tujuan dibuatnya acara seperti ini untuk saling memotivasi, meningkatkan dan bersama membangun kreatifitas di dunia contact center, karena semua peserta harus bangga dengan profesi di dunia contact center agar banyak orang menghargai profesi ini”.