Tuntas Walau Terbatas !!!

Hallo Hallo Hallo guys …

Sebelumnya kita sudah membahas banyak profil talent contact center yang mengikuti The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) dari berbagai kategori. Mulai dari agent english, telemarketing, inbound, premium, sosial media dan masih banyak lainnya. Perlu diketahui juga nih bro, selain lomba disebutkan tadi (presentasi di depan juri) yang sangat menegangkan itu, Indonesian Contact Center Association (ICCA) juga menyelenggarakan lomba video kreatif yang diikuti beberapa perusahaan besar. Pastinya, kontes ini tak kalah unik dan menarik untuk kita ulik.

Nah lomba ini bersifat tim, satu tim terdapat dua orang. Mungkin bisa dibilang ini adalah lomba jurnalis. Narasumbernya itu sendiri bisa kita ambil dari para talent yang mengikuti lomba dari berbagai kategori tersebut. Kurang lebih nih menceritakan profil si narasumber, kesan-kesan selama perlombaan, kendala apa saja yang dihadapi, lalu motivasi mengikuti ajang ini, dan harapan narasumber setelah mengikuti TBCCI ini, tergantung bagaimana si jurnalis menggali informasi sebanyak mungkin dari sang informan. Bukan hanya talent aja loh yang bisa kita jadikan narasumber, bahkan tim video pun bisa diliput tim video lainnya untuk dijadikan materi lomba atau narasumber mereka. Seru kan?

Irfan Merekam Salah Satu Peserta Smart Team
Irfan Merekam Salah Satu Peserta Smart Team

Kali ini kita intip kegiatan Aldi dan Irfan. Mereka adalah salah satu peserta video kreatif dari bank mandiri. ini kali pertama bagi mereka. Sama seperti peserta lainnya, tugas mereka membuat video berdurasi 3 – 5 menit. Video tersebut mengangkat profil talent yang mengikuti TBCCI ini semenarik mungkin. Mulai dari sudut kamera yang pas, lighting yang tepat, dan view menarik. Lomba video kreatif ini dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal 9 sampai 12 juli 2018. Setiap harinya mereka harus membuat satu video, berarti ada empat video yang diikutsertakan untuk setiap tim. Mereka di tuntut membuat video berdurasi singkat dengan waktu yang singkat pula.

Walapun video ini sudah menjadi hobby mereka semenjak bangku SMA dan kuliah, namun bukan berarti mereka tidak memiliki hambatan. Beberapa kendala tentu dihadapi oleh para jurnalis sekaligus videografer. Mereka harus mencari talent atau narasumber yang menarik untuk diangkat, kaya akan informasi, dan tentu vocal. Selain itu, lokasi yang ditentukan terbatas jadi sebisa mungkin harus mencari spot yang keren agar gambar yang dihasilkan dan para viewers dapat menikmatinya. Tak kalah penting juga script yang harus difahami oleh si narasumber, terkadang mereka harus beberapa kali take gambar karena sedikit kesalahan. Dan juga pengambilan backsound yang tepat dan sesuai dengan isi tema.

Aldy & Irfan Mengambil Gambar Salah Satu Smart Team
Aldy & Irfan Mengambil Gambar Salah Satu Smart Team

Bocoran aja nih guys …
Proses penilaiannya itu sendiri ada beberapa unsur, seperti ketajaman gambar, tekhnik pengambilan gambar, komposisi gambar dan posisi sudut kamera yang bagus. Selain itu juga unsur ide, tema atau konsep yang disajikan dan konten. Nah tak kalah penting, engagement rate (komen, like, retwitt) nanti akan dijadikan sistem penilaian juga. Video tersebut nanti akan publish di twitter @ICCAIndonesia. Jadi bagi teman – teman yang ingin tahu hasil karya para peserta video nanti seperti apa bisa kunjungi dan wajib follow twiiter ICCA.

Mereka menyampaikan, ini kesempatan bagus bagi siapa saja dan bekerja dimana saja yang mengikuti TBCCI ini dan kebetulan memiliki minat dan keahlian tentang editing ataupun shotting. Ini wadah untuk menyalurkan hobby kalian. Apapun alat yang dimiliki, bagus atau jelek, lengkap tidaknya itu tak masalah, yang terpenting bagi mereka adalah melakukan dengan tuntas dengan alat yang terbatas, lalu buatlah video sekeren mungkin. Mereka berharap videonya bisa menghibur para kontestan, panitia, para juri dan followers akun sosial media ICCA. Kemenangan untuk di tangan mereka tentulah sangat berharap, namun dengan diberikan kesempatan untuk mengikuti kompetisi ini saja mereka merasa sudah luar biasa. Semoga mereka bisa membawa nama perusahaannya tercatat menjadi pemenang TBCCI 2018 kategori video kreatif ini.

M&E
Bank Mandiri

Catatan Singkat Nares

Jakarta hari ini tidur pulas, saatnya siap-siap menuju pentas yang pantas ku tuntas. Tak ada yang menyiapkan sarapan pagi. Maaf, aku ke Jakarta tiga tahun ini untuk mencoba cari pengalaman yang ku idamkan. Kutinggalkan adik serta mamah dan papah di pulau Sumatera. Ke ibu kota membuat meninggalkan ibu kandungku, jadi semenjak tiga tahun lalu tak ada lagi perempuan dengan rambut sebahu itu membangunkan tidurku untuk bertemu matahari pagi.

Oke, semuanya sudah siap, bring … bring … pangeran motorku sudah menjemput untuk mengantar ke Kalbis Institute. Dia adalah objek kemarahanku saat aku pusing, lelah dan lemah. Catat !!! wanita tak pernah salah, jika salah kamu lah penyebabnya. Namanya Candra, ia adalah orang yang selalu memberikan perhatian sampai aku lupa ingatan. Ia adalah orang yang selalu menerbangkan namaku dalam doanya, iya juga yang selalu memberikan pipinya disaat aku ingin menampar seseorang, ia juga yang selalu … akhh sudah tak perlu banyak bahas dia. Ini adalah ceritaku.

Candra & Nares Sedang berlatih sebelum Presentasi
Candra & Nares Sedang berlatih sebelum Presentasi

Perkenalkan aku Nares, nama panjangku Naaarrreessssssssss, nama lengkapku
Emiliana Priyanka Hayunindya Nareshwari, diambil dari bahasa sansekerta. Berisi harapan dan doa. Emiliana adalah nama baptisku.Priyanka yg berarti wanita cantik parasnya, Hayunindya diambi dari kata ayu-ning-tyas artinya berhati baik, dan Nareshwari berarti ratu atau pemimpin.Dengan nama yg diberikan, kedua orangtuaku berharap kelak aku mampu menjadi wanita cantik berhati baik yg dapat dijadikan panutan. Selamat berhafal arti namaku.

Dilahirkan di Sumatera Selatan, OKU Timur salah satu kabupaten dengan jarak tempuh 7-8 jam perjalanan darat dari ibukota provinsi Palembang 25 tahun lalu tepatnya 25 september 1992. Sudah, tak perlu dicatat tanggal kelahiranku kecuali jika kamu ingin memberi kado nanti. Aku sepupu dari penyanyi Jazz hebat Citra Scholastika Jebolan Indonesian Idol 2010. Dia salah satu orang yang kujadikan kiblat, mimpinya menjadi artis melalui suaranya sudah terwujud. Tapi mimpiku tak setinggi dia, cukup ku salurkan suaraku melalui headset dan kuberikan suara merdu kepada nasabah setia.

Dulu sewaktu di kampung halaman, aku aktif di kegiatan gereja mulai dari pengisi paduan suara dan menjadi tenaga pengajar sekolah minggu. Sekarang, aku cukup menjadi anggota paduan suara di gereja itupun kadang-kadang. Saat ini aku bekerja sebagai telemarketing di salah satu bank terbesar Indoneisa. Hari ini jadwalku untuk berkompetisi dengan perusahaan lainnya. Bukan tahun pertama untukku mengikuti kontes ini. Ya aku sudah mengikuti kontes ini kali ke tiga.

Hmmm, teringat tahun pertama menjadi ujian berat bagiku karena kegagalan sempat membuatku runtuh tak utuh. Tepatnya gala dinner, saat semua orang yang mengikuti perlombaan dikumpulkan menjadi satu. Ingin rasanya ada namaku terpanggil saat pengumuman pemenang di acara tersebut. Tapi apa mau dikata ternyata tidak ada namaku di papan kemenangan.

Menangis adalah hal yang mungkin tidak dapat terbendung saat acara itu usai. Padahal menangis itu butuh tenaga dan kebetulan saat itu aku belum makan. Wahai Tuhan sang pencipta perasaan, seperti kira – kira berkata; Menangislah, itu pertanda bahwa kamu masih memiliki hati dan belum berubah menjadi batu. Lupakan, saat itu kemenangan adalah anugerah dan kekalahan adalah keikhlasan.

Nares Sedang Berfoto Dengan Peserta Lainnya
Nares Sedang Berfoto Dengan Peserta Lainnya

Di tahun kedua aku diberikan kesempatan kembali untuk mengikuti ajang yang sangat bergengsi ini. Ragu? Lupakan kekalahan tahun lalu, memangnya berapa ember air mata yang sudah kau tumpahkan sampai kau lemah tak bertulang Nares? Aku tahu kamu sudah memaafkan walaupun tak bisa kamu lupakan. Itu bukan kataku, tapi kata isi hatiku, Ceritanya.

Baiklah, ku ambil kesempatan kedua kalinya, aktif dalam berbagai acara ataupun kegiatan lainnya di dalam ataupun di luar kantor menjadi bekalku saat itu. Di TBCCI 2017 kamu bisa pilih ingin ke Eropa (Prancis, Belgia, Belanda) atau Thailand. Aneh memang, disaat semua orang mengingnkan Eropa, aku hanya ingin ke Thailand yang menjadi keinginanku jauh – jauh hari sebelum kompetisi ini. Baiklah mungkin ini jalan Tuhan untuk mengabulkan keinginanku ke negeri gajah itu. Seperti halnya kamu mencintai seseorang sederhana yang membuatmu nyaman padahal ada orang lain yang lebih tampan dan mapan yang patut dipilih, tapi kamu lebih memilih ia. Kumohon , jangan pernah ragukan dirimu yang lugu nares, karena kamu pantas untuk maju ke atas pentas. Semoga aku takkan pernah kehilangan kesempatan untuk memberikan maaf terhadap diriku atas kegagalanku.

Akhirnya, tahun itu ku dapatkan tiket Gold untuk pergi ke Thailand, senang rasanya disaat orang lain senang dengan kesenangannya masing – masing bersama tiket Platinumnya. Dan tahun sekarang, akan kuulangi keberhasilanku tahun lalu. Jika gagal? Tak apa, aku sudah pernah menangis, tak percaya? Bacalah dari awal lagi. Karena doa takkan pernah salah alamat, bukan masalah cepat atau lambat, tapi Tuhan mengabulkan di waktu yang tepat.


Baiklah, senja sudah memberikan kabar bahwa ia akan pulang. Karena ada perasaan yang tak bisa kujelaskan. Jadi cukup sampai disini. Selanjutnya kuserahkan kepada sang maha Pencipta. Tidurlah sekarang, ada rindu yang harus ku istirahatkan esok, sampai nanti namaku terpanggil kembali di papan pemenang.

-Catatan Nares

M&E
Bank Mandiri

Ulfah Zakiya : “Assalaamualaikum Turkey…”

Sudah kubilang, dia bukan wanita biasa di TBCCI (The Best Contact Center Indonesia) ini. Belum? Baiklah yang penting kamu sudah mengetahuinya baru saja. Tak percaya? Iqro Milea …

Dia itu namanya Ulfah Zakiyah, nama itu diberikan kedua orang tuanya yang sangat hebat. Mereka tinggal di Bogor-Jonggol. Iya mereka hebat, bagamaina tidak selain memiliki delapan anak, selama tiga puluh tahun orang tuanya mendirikan sekolah non-formal (Al-Anwariyah) diperuntukan bagi siapa saja yang mau mengembangkan dirinya, baik intelektual ataupun spiritual terutama untuk anak-anak. Saat ini sekolah itu telah diteruskan kepada anak-anaknya, mereka siap memberikan ilmu apapun yang anak-anak butuh walaupun itu tak utuh.

Selain kesibukannya sebagai agent contact center dan kesibukan merindukan rumah, wanita yang sederhana namun mempesona ini melanjutkan kuliah strata 2 di salah satu Universitas Islam Negeri Jakarta jurusan tafsir hadist. Baginya, perempuan berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi untuk membangun sebuah generasi. Bahkan dalam waktu dekat ia akan menerbitkan buku Diskursus Tafsir Hadist Kontemporer, percayalah penulis tidak mengerti judulnya, tapi yang jelas buku ini mengangkat isu-isu sosial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat yang dikupas secara kontemporer. Begitupun kurang lebih materi yang nanti akan disampaikan berkaitan dengan isu – isu sosial dan pendidikan, bagaiamana ia bisa berguna bagi masyarakat dan bisa diimplementasikan pula dalam ruang lingkup pekerjaan yaitu memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada nasabah.

Tunggu dulu, wanita yang aktif menjadi MC di seminar nasional ini juga ternyata kurang lebih 4 sampai 5 juz ayat Quran ia pun faham atau bisa dibilang hafal. Kuncinya? Libatkanlah Tuhan dalam setiap apa yang kamu lakukan sebanyak mata kamu berkedip. Seperti halnya merindukan seseorang yang selalu kamu libatkan dalam pikiran yang kosong. Dan tentu bacalah berulang-ulang. Tidak heran jika rekan kerjanya ternyata selalu meminta ia untuk mendendangkan shalawat dan lagu religi di selah – selah waktu senggang saat bekerja. Suaranya yang sangat menyejukan keadaan ketika kita sedang bosan atau lelah menghadapi masalah nasabah membuat rekan kerjanya ingin selalu duduk dekat meja kerja perempuan dengan berat badan 46kg ini.

Lupakan sebentar, ia juga sedang merintis perpustakaan gratis, bagi siapapun yang ingin menyumbangkan buku, peralatan belajar bahkan tenaga, maka dengan senang hati ia terima dengan tangan terbuka. Menjadi sebuah tantangan hidup di lingkungan dengan tingkat pendidikan minor, tapi dengan tantangan itu pula ia bisa mengeluarkan jurus terbaik agar bisa memberikan yang terbaik. Tiap sore hari jika ada kesempatan ibunya menyuruh ulfa untuk mengajar anak didiknya. Bahkan keluarganya juga membangun MCK (Mandi, Cuci, Kakus) untuk masyakarat dekat rumah bagi mereka yang membutuhkan.

Bukan hanya itu, minatnya terhadap fashion menjadikan ia sangat menyukai bidang design, bahkan sesekali ia mendesign baju sendiri. Pun sahabatnya kerap meminta ia untik menggambar baju sesuai pesanan. Karena bakat yang diturunkan dari ibunya pula saat ini ia juga bisa dibilang berprofesi sebagai perias pengantin. Nama jasa riasnya ia berikan nama Zakiya Beauty

Bagaimana bisa membagi waktumu wahai Ulfah Zakiyah? Percayalah, menurutnya Tuhan sudah memberikan 24 jam dalam sehari, itu sangatlah luas. Lelah? Iya tapi itu hanya untuk wanita yang kalah. Ia harus membagi waktu antara bekerja, belajar dan mengajar. Butuh liburan memang, tapi ketika ia kembali bertemu dengan anak didik, kembali ke rekan kerja, itu adalah hiburan baginya. Prinsipnya, tertawalah bersama sahabat dan orang-orang disekitarmu, maka nikmatilah karena suatu saat ada kalanya kita akan dibuat sakit oleh orang yang disayang. Sulit memang, tapi kesulitan itu sangat keterlaluan, mereka tak kenal waktu dan keadaan yang entah akan muncul dari ruang sebelah mana.

Sesi Foto Bersama Ulfa Zakiyah dengan Rekan-Rekan
Sesi Foto Bersama Ulfa Zakiyah dengan Rekan-Rekan

Tidur jam satu malam sering ia lakukan dalam mempersiapkan semuanya untuk lomba ini, terkadang saat – saat seperti ini ia harus berpura-pura lupa tentang apa itu lelah, karena raga takan pernah bisa bertahan dimana pikiranmu masih berada di ruang kekalahan. Yang jelas, bekerja dimanapun, Tuhan akan selalu memberikan kesempatan dan kekuatan kepada hambanya yang ingin mengembangkan potensi diri.

Ulfah Zakiyah dkk Berdoa Sebelum Masuk ke Ruang Juri
Ulfah Zakiyah dkk Berdoa Sebelum Masuk ke Ruang Juri

Hari ini 10 juli 2018, jam 16.00 ketika semua orang mulai mengantuk, ia siap memberikan materi terbaik kepada para juri. Diteguknya segelas teh di samping teko putih sebelum masuk pintu ruangan juri kategori agent reluger. Saatnya melepaskan malu sementara, walaupun malu adalah bagian besar dari mahkota wanita.

Huffftt .. jangan sampai perasaan ini juga terjajah oleh rasa ketakutan. Akh itu biasa.
Sungguh, Tuhan kamu adalah penenang hati yang paling ampuh daripada ribuan kalimat gombal di ribuan malamku.

Jangan terlalu percaya diri, itu akan membuatku tak tahu diri

Karena saatnya nanti ketika kemenangan adalah sebuah “semoga” terbesar untuk sekarang. Teriakan lepas keluar dari gincu merahnya padahal baru separuh badan keluar dari pintu juri. Hmm luar biasa kamu Ulfah sampai – sampai suara kehebohamu menggeser posisi meja juri di pojokan sana.

Baiklah, tugasnya sudah selesai, Kami pun juga. Saat ini ia hanya menunggu hasil yang sedang ia impikan. Iya, impian yang ingin terulang kembali untuk menyapa “assalamualaikum” ke negeri orang tanpa menguras kantong sedikitpun. Ia bergurau dari pada terbang ke negeri orang dengan ongkos yang tidak sedikit, lebih baik ia gunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Ia berharap TBCCI ini akan selalu ada selagi ada manusia yang memiliki impian seperti dia.

Prancis, Belgia, Belanda sudah ia singgahi berkat The Best Contact Center Indonesia 2017 tahun lalu. Dan sekarang, ia ingin dan akan mengulanginya.

Assalaamualaikum Turkey ….. :’)

Ulfah Zakiyah photo by Mia
Ulfah Zakiyah photo by Mia

M&E
Bank Mandiri