Kita Kompak, Kita Bravo!

Suasana agak berbeda, keramaian tidak begitu terlihat di lantai tujuh, gedung Kalbis Institute. Mungkin karena peserta lomba bussiness process dan reporting sudah memasuki ruangan, peserta lain sibuk menenangkan diri dan saling menguatkan. Berbeda pada hari sebelumnya, peserta lomba ICCA 2018 hari ini merupakan kategori teamwork. Sesuai dengan namanya, kali ini masing-masing peserta terdiri dari dua orang dalam satu tim dengan membawa nama besar perusahaannya.

Mereka sudah tiba di gedung yang digunakan untuk perkuliahan itu sejak pagi hari. Saling bercengkerama dan tertawa, tak ada beban berat dalam raut wajah yang mereka tampakkan. Sesekali terdiam dan menarik nafas perlahan, hanya sekedar menguapkan rasa khawatir tidak bisa memberikan yang terbaik pada instansi tercintanya.

Rio dan Basith, itulah mereka. Peserta kategori smart team yang berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini datang membawa harapan besar sebagai perwakilan Contact Center kebanggaannya, Bravo Bea Cukai. Penampilan rapi dan senyum yang selalu tersungging mengenyahkan kesan seram yang di tujukkan untuk pegawai instansi ini. Mengenakan pantofel hitam bersih, seragam hitam pdh dengan celana kain berwarna sama, mereka terlihat sangat siap untuk menghadapi lomba yang dijadwalkan pada jam sebelas pagi itu.

Tidak seperti peserta teamwork lain yang cukup resah menunggu giliran, Rio dan Basith dengan sangat tenang menunggu panitia memanggil namanya. “Tahun lalu kami mengikuti lomba yang sama, kategori yang sama dengan tim yang sama. Gugup sudah kami lewati dan materi sudah kami siapkan dengan baik. ” ungkap Basith di sela-sela menunggu. Sejak Oktober tahun 2014, mereka sudah berada dalam dunia Contact Center. Bagi pemilik nama lengkap Heryaas Basith ini, istilah-istilah yang kadang menjadi tantangan sendiri dalam kategori smart team, sudah sering ia temukan dalam kesehariannya sehingga ia sangat enjoy dalam menjalaninya.

Rio menambahkan bahwa dalam bekerja sebagai Contact Center, ia memiliki tantangan tersendiri. Begitu banyaknya peraturan yang harus dipahami dan sumber daya manusia yang terbatas adalah hal biasa yang ia hadapi sebagai assessor. Mengingat umur dari Bravo Bea Cukai yang masih tergolong muda, belum genap empat tahun, wajar bila jumlah pegawai masih sedikit. Terbiasa menggunakan Knowledge Management System untuk mencari peraturan yang cukup luas tersebut menjadikan Rio Ramadhanu juga tidak asing lagi dengan perbendaharaan kata yang akan menjadi bahan perlombaan kategorinya saat ini.

Mendengar namanya tak kunjung dipanggil panitia, mereka melanjutkan percakapan. Rio memiliki tekad yang kuat untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, baginya itu merupakan kepuasan tersendiri yang tiada bandingnya. Demikian dengan partner satu timnya, Basith berharap bahwa ia masih bisa memberikan kontribusi terbaik kepada instansi yang telah ia naungi selama enam tahun lamanya dan mengharumkan nama Bea Cukai di ranah Kementerian Keuangan.

Tak mudah berfokus pada beberapa hal sekaligus, mereka menambahkan. “Kehidupan keluarga, pekerjaan, dan perlombaan adalah masalah yang tidak bisa digabungkan. Ketika sedang menghadapi satu hal, maka tidak gampang untuk mengalihkan ke hal lain pada saat bersamaan. Menonton film adalah salah satu cara untuk mengurangi stress. Dengan begitu, pikiran kembali normal dan saya dapat mempersiapkan lomba ini dengan lebih baik lagi” ungkap Rio sambil memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi.

Sedikit berbeda dengan temannya, Basith menjelaskan bahwa sebagai seorang staf manajemen layanan dalam Contact Center, ia lebih suka untuk menghabiskan waktu bersama agent untuk lebih mengenal kehidupan mereka. Ia banyak belajar mengenai kendala dan tantangan yang dimiliki oleh para agent dengan mengajak mereka hang out bersama. Ia juga mengaku tak ada persiapan khusus untuk mengikuti lomba tahun ini. “Kebetulan kami juga sudah sering mengikuti pelatihan terkait Contact Center yang diadakan oleh ICCA ini, mulai dari agent, teamleader, supervisor, manager. Sebagian besar dari ilmu Contact Center kami sudah mengetahuinya, sehingga kami belajar dengan metode review saja.” lanjut Basith dengan nada merendah, tak mau dikira sombong.

Rio menganggukkan kepala tanda membenarkan apa yang dikatakan oleh Basith. Ia mengaku bahwa apa yang diikutinya dalam lomba ICCA ini adalah cara untuk mengembangkan diri. Ia menyukai kegiatan yang mampu melatih hardskill dan softskill, menurutnya kategori smart team mampu mengasah kedua hal tersebut. Basith mengatakan hal yang sama, menurutnya kemampuan ini mutlak dibutuhkan dalam kehidupan Contact Center dimana setiap posisi saling berkaitan, tambahnya sambil melayangkan pandangan kepada sekelilingnya, memperhatikan para peserta dalam setiap kategori.

Bagi Rio secara pribadi, juara bukanlah hal yang ia tekankan dalam perlombaan ini. Tujuan utamanya adalah pengembangan kapasitas diri para agent Contact Center Bravo Bea Cukai. Ia berharap supaya agent bisa menembus batas diri mereka masing-masing setelah mengikuti kegiatan ini, seperti yang sulit bicara di depan umum agar tidak takut lagi nantinya. Berbeda dengan rekannya, Basith berharap bisa mendapatkan pencapaian yang lebih baik lagi dari tahun kemarin, “Kalau kemarin dapat gold, harapan untuk tahun ini bisa lebih tinggi atau minimal sama.” ungkapnya.

Basith menghela nafas sambil memperhatikan jarum jam di pergelangan tangannya. Tak dapat dipungkiri, perasaannya campur aduk walau mimik wajahnya tetap menampilkan rupa yang menawan. Ia menajamkan pandangannya kepada Rio, seolah berkata bahwa mereka pasti berhasil melewatinya dengan sempurna. Sambil merapikan kerah baju, ia berharap semoga penyelenggaraan lomba semakin baik serta antusiasme peserta bertambah pada tahun selanjutnya.

Tepuk tangan yang cukup keras menyadarkan Rio dan Basith dari pembicaraan, menandakan keduanya harus siaga untuk segera maju ke medan perang di dalam sana. Semangat keduanya semakin berkobar ditambah dukungan dari kawan yang tak pernah padam. Tahun ini, mereka membawa sejuta angan untuk instansi yang juga rumah keduanya. Mereka menarik nafas, menegakkan tubuh, dan menyiapkan mental pejuang.

Semangat untukmu Rio dan Basith, semoga bisa membawa kabar baik bagi Bea Cukai dan Kementerian Keuangan!