​Mengunyah legit gagasan para talenta TBCCI 2017

Terngiang tukas John C Maxwell bahwa “kepemimpinan adalah pengaruh”. Mengiyakan pernyataan tersebut bisa ditanamkan bahwa kepemimpinan bukanlah perihal arogansi, namun kewibawaan. Hal ini tercermin di sosok penuh aura positif pada hari kedua gelaran TBCCI 2017. Lantai 6 dan 7 Kalbis university, tempat berlangsungnya perhelatan akbar Contact Center ini menjadi ruang yang bergelimang gagasan. Pada hari ini diperlombakan pelbagai kategori seperti BTB Manager, BTB SPV, BTB TL, BTB BOO, Manager Contact Center Large, Manager Contact Center Small, SPV Large, SPV Small, Team Leader Inbound Large , Team Leader Inbound Small, Agent Premium.
Pada zaman kolonial Belanda dikenal istilah Hereenstraat yang artinya jalan untuk Para Tuan besar, sementara di hari ini kita akan melihat lalu lalang orang dengan gagasan besar. Selasa 25 Juli 2017, mayoritas diisi oleh talenta dari katogori leader atau orang yang concern di bidang kepemimpinan. Dalam istilah Jawa ada ungkapan “bathok bolu, isi madu” hal ini dapat diejawantahkan ke dalam sebuah makna bahwa kita tidak melulu melihat kepemimpinan, kewibawaan dari tampilan luarnya saja. Melainkan ada harta karun serta gagasan mulia seorang pemimpin. Kami melihat hal terebut pada gagasan yang diutarakan talenta TBCCI 2017 di hari kedua penyelenggaraan. Maka, mari kita cecap betapa legit dan likat gagasan mereka.

Keterangan yang kami terima dari Mukhammad Zaennur Rezki seorang SPV di Halo BCA bahwa ia sangat berdebar menjumpai waktu presentasinya. Jemarinya dingin. Namun campuraduk perasaan itu sirna setelah ia sangat berhasil mengutarakan gagasan yang telah dipersiapkannya itu. Selain gagasan pengembangan operasional yang dibawa serta, namun Rezki bukan seorang yang datang tanpa persiapan matang. Pada gelaran ini ia telah mempersiapkan berbulan-bulan proses latihan sehingga ia yakin dan matang menghadapi kompetisi ini. Dengan membawa tema gamelan serta dipadupadankan dengan desain slide bercorak batik dan berwarna cokelat karena dia terinspirasi dari filosofi jawa yang bisa diterapkan ke dalam pekerjaan.

Seorang pemimpin dengan gagasan yang berat namun disampaikan dengan hal yang ringan tercermin pada sosok Petrus Simon dari BNI life. Dalam kreatifitasnya ia mengagas bahwa pentingnya mengupas karakteristik serta keunikan dari setiap unit baik agent, TL maupun pelbagai unit lain. Sehingga kreatifitasnya itu dapat dengan cair dipetakan dalam presentasinya. Dia sangat antusias mengikuti ajang ini karena apresiasi dari manajemen menjadi motivasi lebih buatnya. Sebelum presentasi, pria yang lahir tahun 1991 ini “pura-pura bahagia” serta bernyanyi sebuah nomor hits di tanah air yaitu tembang “Asal Kau Bahagia” dari Armada. Maka demikian ia mengatasi rasa groginya itu.

Sementara itu, Fathoni Mujiono utusan terbaik dari PT Telekomunikasi Indonesia yang didaulat melakukan presentasi di kategori Agent Premium menemunamakan gagasan digital life dalam dinamika Contact Center yang ditilik dari sudut pandang seorang agent. Motivasi dan sebuah isu besar yang disampaikan seorang pria yang akrab disapa Fatho ini disampaikan dengan guyonan yang centang-perenang. Dengan sangat menyentuh ranah common sense ia terinspirasi cara seorang Komika (pelaku Stand up Comedy) untuk menyampaikan gagasannya tersebut. Dengan menggunakan baju berwarna merah muda ia ingin tampak segar di depan dewan juri.

Ragam gagasan yang terbesit di pikiran talenta disampaikan dengan cara yang beragam pula. Sebuah kehormatan besar kami dapat mengobrol dan berbagi gagasan dengan sosok-sosok penuh manis gagasan, santun perbuatan, dan halus perkataan ini.

(Deska & Sulhadi)